
Umma sebenarnya ingin menyembunyikan ini pada Nisa, tapi Umma takut kalau Nisa tahu semuanya dari oranglain yang melihatnya.
Umma dan Nisa sudah dirumah, karena hari sudah mulai sore.
"Nis, ada yang ingin Umma ceritakan sama kamu nak" Tiba-tiba Umma membuka percakapan, Nisa yang sedang asik memakan permen gummy dan coklat pemberian Alfath lalu terdiam
"Ceritalah Umma, Nisa siap mendengar" sahut Nisa sembari senyum-senyum
"Tadiiii...." Umma mendekati Nisa dan duduk disamping Nisa sembari memegang tangan Nisa
"Tadi ada keluarga Azam. kamu pasti tahu siapa Azam" lanjut Umma
"ya allah, benarkah?" jawab Nisa dengan terkejut
"Kak Azam ternyata benar-benar ya dengan ucapannya" lanjut Nisa tiba-tiba
"benar kayak gimana nak?" jawab Umma penasaran
Lalu Nisa menceritakan kejadian waktu diparkiran itu kepada Umma.
__ADS_1
"masyaallah. mungkin Azam kesini untuk memastikan lagi aja nak" jawab Umma setelah mendengar cerita anaknya itu.
"iya mungkin. Apa bertemu dengan Aba juga? Nisa jadi gak enak Umma" jawab Nisa sembari cemberut.
"tidak, hanya bertemu dengan Umma. Aba juga sudah tahu, tapi Aba tidak apa-apa kok" jelas Umma meyakinkan.
Waktu berlalu.
Sekarang tinggal menunggu hari, hari pernikahan semakin dekat. Sekarang sudah hari kamis, semua undangan sudah disebar, dekorasi sedikit-sedikit sedang dipasang di Aula Ponpes yang lumayan besar itu.
Keluarga Nisa yang jauhpun sudah datang, kakak-kakak Nisa sudah datang semua. Mereka diberi tempat untuk beristirahat dibangunan rumah sebelah rumah utama Nisa, karena sekarang kakak-kakaknya sudah punya anak dan suami.
"ndooo, adikku yang cantik yang sholeha sekarang sudah ada yang meminang, dan akan diambil oleh suaminya" ucap Fatih sembari berkaca-kaca, mengagetkan Nisa
"apa sih mas iniiii" jawab Nisa karena sebenarnya tidak ingin sedih
"Alhamdulillah kamu mulai besok akan ada yang menjaga 24 jam" tambah Fatih yang masih berkaca-kaca tapi tetap tersenyum, sembari duduk disamping Nisa
"iya mas..." jawab Nisa dengan suara lirih dengan mata yang kini mulai berkaca-kaca
__ADS_1
"Mas inget banget dulu sering disuruh Aba untuk jagain kamu kalau pergi ngaji, mas juga selalu ditanyai kalau kamu belum pulang sekolah" Fatih mulai menceritakan masalalu mereka sembari meneteskan air matanya.
"iyaaa, mas Fatih sering banget Nisa mintain tolong antar kemana-mana karena Aba gak ngebolehin Nisa pergi sendiri" tambah Nisa yang juga meneteskan air mata, dan memegangi tangan Fatih
"Iyaaa" jawab Fatih mengangguk
"kita lagi kecil sering banget bareng-bareng, ngapa-ngapain pasti aja bareng. Aba dan Umma ngajarin banget kebersamaan, makanya kita semua kebiasaan apa-apa bareng, dari mulai kita semua berkeluarga dan pergi meninggalkan rumah ini kebersamaan masa kecil kita jadi tinggal kenangan ya dirumah Aba dan Umma" tambah Fatih lirih sembari senyum.
"Iya mas. Mulai sekarang ramaikan rumah ini sama cucu-cucunya Aba dan Umma" Ucap Nisa, membuat Fatih langsung tertawa kecil bersama Nisa.
Fatih lalu meninggalkan kamar Nisa, karena diluar Istrinya sedang kerepotan mengurus anaknya. Kini tukang rias sudah datang, yang akan mengukir hena ditangan Nisa adalah karyawan WO sudah cukup berumur.
"Nah ini motif-motif Hena yang bisa nak Nisa pilih" ucapnya pada Nisa sembari memberikan buku berukuran sedang
"bagus-bagus ya bu, saya jadi bingung hehe" jawab Nisa sembari tersenyum.
"iya nak Nisa, bagus semua kok" jawab si ibu sembari tersenyum
"yang ini saja bu, saya suka" lanjut Nisa memutuskan pilihannya
__ADS_1
"baik, saya pasang sekarang yaaa" ucap si ibu yang langsung membuka tas berisi perlengkapannya.