Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 19~


__ADS_3

Waktu semakin malam, Alfath baru pulang dari masjid setelah sholat isya berjama'ah. Nisa yang dirumah telah membereskan rumah yang berantakan dan dikamar telah menyelesaikan sholat isyanya.


Alfath masuk kedalam kamar Nisa, membuka pakaiannya karena merasa gerah, hanya menggunakan kaos lengan pendek dan celana tidur panjang. Lalu Alfath membaringkan tubuhnya dikasur, sembari memainkan ponselnya untuk mengecek pekerjaannya.


"Mas sudah pulang" tanya Nisa


"sudah sayang, ayo tidur" ajak Alfath pada Nisa yang sedang membereskan mukenanya.


"iya mas. Aku ganti pakaian dulu ya" ucap Nisa lalu mengambil baju tidur setelan panjangnya, dengan ukuran yang besar tidak membentuk lekuk tubuh dan juga jilbab instan yang selalu ia pakai untuk tidur.


Nisa mengganti pakaiannya di toilet dalam kamarnya, karena merasa sangat malu dengan Alfath. Setelah mengganti pakaiannya, Nisa mematikan stop kontak lampu di tembok, dan kini yang menyala tinggal lampu tidur di meja, lalu Nisa merebahkan tubuhnya dikasur, disamping Alfath tetap dengan sedikit jarak karena Nisa masih belum siap untuk melakukan hubungan intim.


"sayang..." ucap Alfath pada Nisa tiba-tiba mengagetkan Nisa.


"iya mas, ayo tidur. Apa kamu tidak lelah seharian berdiri?" tanya Nisa dengan pura-pura perem


"lelah, tapi lelah ku hilang waktu liat wajah kamu" ucap Alfath yang ternyata dari tadi memperhatikan wajah Nisa dengan sangat dekat


Nisa yang menyadarinya langsung merasa dagdigdug gak karuan, ia merasa belum siap.


Tapi tiba-tiba, Alfath mencium bibir mungil Nisa dengan lembut, membuat Nisa membukakan matanya.


"boleh aku meminta itu sekarang?" tanya Alfath dengan lembut


"aku dosa bila menolak ajakan suamiku" jawab Nisa halus


Alfath dengan tenang membuka kerudung Nisa dengan perlahan, menciumi bibir Nisa perlahan keleher dan terus membukan baju tidur Nisa dikit demi sedikit. Lalu membuka dada Nisa, dan memainkannya dengan mulut dihisap hisap membuat Nisa mendesah.


Alfath yang kegerahan membuka baju kaosnya, kini telanjang dada.

__ADS_1


Lama kelamaan mereka berdua bertelanjang bulat dan Alfath menutupi tubuh mereka dengan selimut.


Alfath yang baru pertama kali melakukan hubungan intim seperti ini, membuatnya penasaran dengan apa yang dimiliki wanita sebenarnya. Alfath menghisap, menciumi.


Sewaktu anu Alfath masuk, tiba-tiba Nisa sedikit menjerit karena kesakitan, lalu Alfath mencium bibir Nisa seraya mengunci mulut Nisa.


Mereka berhubungan intim sampai mereka ketiduran, Nisa tidur dalam pelukan Alfath dan masih telanjang bulat.


Alarm jam Nisa berbunyi, mereka berdua terbangun. Jam sudah menunjukan pukul 04.00 WIB.


Saat Nisa akan bergegas bangun ternyata menyadari tubuhnya dengan Alfath masih telanjang bulat, membuat Nisa malu untuk berjalan ke toilet.


"Maaaas" ucap Nisa pada Alfath yang kembali merebahkan tubuhnya


"iya kenapa sayang" jawab Alfath dengan cepat, lalu duduk


"tidak perlu lagi malu sayang" jawab Alfath santai


"yuuu kita mandi" ucap Alfath sembari bangun dan menggunakan celana dalamnya.


Nisa yang berniat bangun sembari menggunakan selimut itu tiba-tiba merasakan kesakitan dipangkal pahanya.


"awww sakit banget mas" rengek Nisa dengan rambut yang berantakan dan masih menutupi dadanya dengan selimut


"sini mas liat" ucap Alfath sembari membuka selimut yang menutupi tubuh mungil Nisa itu


Dilihat Alfath, ternyata ada percikan darah di kasur dan beberapa lendir


"ada darah, Nis. Mungkin ini darah keperawanan mu" ucap Alfath dengan polos

__ADS_1


"iya mas, pasti seperti itu. Ngilu sekali rasanya, sakit" rintih Nisa


"mas iiih, kok malah liatin aku gitu" tambah Nisa malu karena ia telanjang bulat dan dipandangi oleh Alfath seperti itu


"masyaallah indah sekali ciptaan Allah. ternyata menikah itu enak ya, semua udah halal hehe" ucap Alfath


"ih mas ini" ucap Nisa sembari berusaha bangun, tapi tetap kesakitan.


"sini biar mas bantu" ucap Alfath sembari memegangi tangan Nisa


Tubuh Nisa dibalut oleh selimut dan berjalan terputus-putus karena merasakan sakit dipangkal pahanya itu.


"sini biar mas gendong" ucap Alfath menggendong Nisa ke toilet dan akhirnya mandi bareng.


Setelah mandi, mereka melaksanakan sholat subuh berjama'ah dikamar. Alfath sudah terlalu telat untuk berjama'ah di masjid, Aba pun memaklumi, karena tahu pengantin baru.


Setelah sholat Nisa duduk dimeja riasnya sembari menggunakan jilbabnya, sementara Alfath duduk dikasur dan sedang membuka email pekerjaan yang masuk.


"Mas, rasa sakitnya masih ada" ucap Nisa pelan


"ya allah, maafkan aku ya sayang. Kita ke dokter saja kalau begitu" jawab Alfath dengan khawatirnya


"malu mas masa kedokter, terus bilang sakit abis begituan. kan gak lucu" ucap Nisa


"lalu bagaimana apa mau beli obat?" tanya Alfath pada Nisa


"sepertinya juga tidak ada obatnya mas. Apa aku bertanya saja ya pada yang sudah berpengalaman, seperti ke Umma gitu? atau enggak mas Alfath tanya juga pada Umi" ucap Nisa memberi saran


"baiklah" jawab Alfath

__ADS_1


__ADS_2