
Alfath lalu menghubungi Rio, hendak menanyakan ada apa tadi Lia menghubungi Alfath.
"Rio, ada apa? Saya baru terbangun" ucap Alfath
"maaf Pak, tadi ada seorang perempuan dengan pakaian serenok membuat kegaduhan dikantor" jelas Rio pada Alfath
"kegaduhan bagaimana? siapa dia?" tanya Alfath penasaran
"Katanya sih namanya Mawar, dia kekeuh ingin bertemu bapak, karena kami semua bilang bapak tidak masuk, dia nekat ingin ngecek ruangan bapak dan ruangan semua karyawan. Dia juga sembari berteriak, mana sedang ada client" jelas Rio panjang lebar
"astagfirullah! Dia bener-bener keterlaluan sekali!" jawab Alfath dengan kesal
"bagaimana apa sekarang sudah baik-baik saja?" tanya Alfath lagi
"tenang Pak, semua sudah beres. Mawar juga sempat berteriak ingin menjadi istri bapak dan akan memecat kami semua" jelas Rio lagi
"Lalu semua karyawan menyurakinya, dan sudah memberi tahu kalau bapak sudah memiliki istri" tambah Rio
"aku tidak mungkin menikahi wanita arogan seperti itu" jawab Alfath dengan kesalnya
Telepon itu berakhir. Alfath langsung menyalakan laptopnya untuk membuka semua email yang masuk, untuk lebih jelas dibuka dari laptopnya. Alfath tidak ingin menceritakan ini semua pada Nisa, karena ia tahu hati istrinya sedang naik turun.
Alfath sedang termenung, memikirkan ulah wanita itu. Alfath sangat kesal karena wanita itu benar-benar nekat, Alfath jadi sangat mengkhawatirkan istrinya ini.
Tiba-tiba pintu diketuk dari luar.
__ADS_1
"Masuk aja sayang" ucap Alfath sembari berusaha untuk tidak terlihat panik wajahnya
"Ini mas jusnya" ucap Nisa sembari menyimpan segelas Jus itu diatas meja dekat dengan laptop
"diminum dulu nanti keburu gak enak, mumpung masih seger" ucap Nisa lagi
"makasih ya sayang" jawab Alfath lalu meminum jusnya
"kok gak manis sih sayang?" ucap Alfath dengan wajah sedikit serius
"Masa sih? ku coba manis, ini kan mangga harum manis mas" jawab Nisa sedikit kebingungan
"Iya, ini masih kalah manisnya sama istri Mas Alfath" ucap Alfath menggoda Nisa semabari tertawa kecil
"iihhh mas ini, aku kaget dikira beneran gak manis jusnya" jawab Nisa sedikit memanyunkan bibirnya tapi tetap tersenyum
"Mau kemana sayang?" ucap Alfath sembari menarik tangan Nisa
"Masak mas" jawab Nisa
"Temani aku dulu sayang" ucap Alfath sembari manja dan menarik tangan Nisa hingga Nisa terjatuh duduk dipangkuan Alfath
"masyaallah mas mas" ucap Nisa gemas dengan perlakuan suaminya ini
Alfath lalu melanjutkan semua pekerjaannya, Alfath membuka semua isi dokumen yang dikirim oleh Lia dan Rio. Semua adalah berkas penting, Nisa juga diajari oleh Alfath semua tentang perusahaannya, dan juga semua isi dokumen itu.
__ADS_1
Setelah membuka semua yang penting, Alfath membuka lagi dokumen tentang pembangunan masjid yang sebenarnya adalah donasi pribadi Alfath, membuat Nisa menjadi tahu bahwa Alfath sedang membangunkan masjid disebuah desa. Lalu Alfath juga membuka dokumen tentang Panti asuhan miliknya yang sekaligus panti jompo.
Nisa sangat terkejut bahwa Alfath sangat dermawan seperti ini, Nisa sampai tak habis pikir.
"Masyaallah mas, Nisa sangat bangga sekali sama mas" ucap Nisa begitu kagum
"Ini belum seberapa sayang, Mas masih kurang bermanfaat bagi semua orang" jawab Alfath dengan wajah yang sedih
"Tapi dengan ini saja Allah sudah tahu bahwa hati Mas ini begitu mulia" ucap Nisa sembari melingkarkan tangannya dileher Alfath
"Insyaallah semua menjadi ladang amal untuk kami semua" jawab Alfath
"Apa aku bisa meminta bantuan pada mu?" tanya Alfath tiba-tiba
"Bantuan apa mas?" tanya Nisa
"Aku ingin kamu bisa membuatku terus membantu sesama seperti ini. Malah terus bertambah" ucap Alfath menjelaskan
"insyaallah mas, Nisa akan menjadi istri yang akan mengingatkan tentang kebaikan, dan membuat mas lebih berbakti pada orang tua" jawab Nisa
"Masyaallah istri sholihah ku" ucap Alfath dengan sangat Bangga
"Setengah dari penghasilan Mas, semua adalah untuk Panti asuhan, Panti Jompo, Yayasan Yatim di pesantren Aba, dan beberapa pembangunan Masjid didaerah pelosok. Apa kamu gak apa-apa?" ucap Alfath lagi
"Alhamdulillah mas kalau bisa begitu. Allah akan terus lipat gandakan semua kebaikan mu. Aku tak masalah mas. Aku juga tidak akan memaksakan untuk diberi nafkah dengan jumlah yang banyak" jawab Nisa
__ADS_1
Lagi-lagi jawaban Nisa membuat Alfath sangat kagum dengan istrinya itu. Jawaban yang begitu menyejukan hati bagi Alfath.
"nanti akan ku ajak, untuk melihat panti dan juga pembangunan masjid di desa suka mulya ya" ucap Alfath