Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 18~


__ADS_3

Nisa masih menundukan pandangannya karena sangat malu, sedangkan Alfath menatap Nisa begitu dalam. Alfath sangat kagum melihat wajah Nisa yang begitu cantik, Nisa memang bukan keturunan Bule, tapi Nisa mempunyai kulit yang putih bersih seperti Umma, rambut hitam lurus panjang sepunggung dan mudah diatur, bibir kecil dan tipis, hidung mancung, dan tubuh tinggi kurus.


"Subhannallah, tabarakallah.. cantiknya istriku" ucap Alfath memuji Nisa tanpa mengedip sedikitpun.


"ihhh mas, aku malu" jawab Nisa dengan terus menunduk tidak mau menatap Alfath


"jangan malu sayang" ucap Alfath sembari mengangkat dagu Nisa dengan lembut


"eh maaf ya, kalau mas bikin kamu takut" lanjut Alfath lalu melepaskan tangannya dari dagu Nisa dan meninggalkan Nisa lalu kembali duduk ditepi ranjang.


"tidak mas. Hanya saja aku malu" ucap Nisa mengikuti langkah Alfath dan duduk disebelah Alfath


"Aku ini istri mu, silahkan mau kau apakan. Aku tau kewajibanku. Suamiku lelaki normal, pasti akan tertarik pada wanita apa lagi kita berdua-duaan begini" Lanjut Nisa sembari memegang tangan Alfath


"Masyaallah, mulia sekali kamu. Aku sangat merasa beruntung menikahi mu. Boleh kau buka jilbab mu itu?" Jawab Alfath pada Nisa dengan sangat lembut dan hati-hati


"boleh mas" jawab Nisa dengan cepat, sembari membuka jilbabnya perlahan.


Lagi-lagi Alfath terkagum-kagum melihat kecantikan Nisa.


Alfath yang juga kegerahan membuka kemeja lengan panjangnya itu.

__ADS_1


"mas, aku bersihkan dulu makeup ya. ini terasa berat" ucap Nisa tiba-tiba, sebenarnya Nisa masih takut untuk Alfath apa-apakan


"iya sayang. Aku juga perlu melihat kamu tanpa makeup begitu" jawab Alfath sembari tersenyum


"aku gak pernah makeup begini mas, paling-paling hanya pakai lipbalm dan pelembab saja" ucap Nisa sembari membersihkan wajahnya dengan tissue micellar water


"Iya natural saja, pasti lebih cantik. Dandan saat bersamaku saja ya sayang" goda Alfath sembari berbisik ditelinga Nisa


"iihh kamu iniii" jawab Nisa malu-malu


"hehehe aku ingin mandi dan berganti pakaian sayang. toiletnya dimana?" ucap Alfath sembari tertawa kecil


"cie panggil mas pake sayang. Apa kamu sudah mulai menyayangi aku?" tanya Alfath


"setelah akad aku akan menyayangi mas Alfath selamanya, sampai nafasku berhenti, dan sampai kehidupan kekal abadi di surga nanti mas" jawab Nisa serius


"Insyaallah ya, kita akan selalu menyayangi dan akan berkumpul lagi surganya Allah. Aaammmiinnnn" jawab Alfath sembari memeluk Nisa


"Aaammmiiinnn" Nisa mengaminkan doa Alfath


Diluar kamar ternyata Umi, Papa dan Shaina juga belum pulang. Mereka masih beristirahat dirumah Nisa dan akan kembali ke apartement setelah magrib.

__ADS_1


Nisa dan Alfath yang sudah berganti pakaian dan mandi langsung keluar kamar dan menemui mereka semua.


"Umi, Papa dan Shaina menginap saja ya disini beristirahat dulu saja disini" ucap Nisa sembari duduk, diikuti oleh Alfath


"tidak usah nak, kami akan kembali ke apartement karena ada beberapa keluarga yang masih menunggu kami" Jawab Umi


"kalian akan ikut pulang ke apartement apa bagaimana?" ucap Papa


"mending menginap dulu saja disini" ucap Aba dan Umma


"Iya kayaknya untuk malam ini menginap dulu disini Umi, Papa" ucap Alfath


"Dan selanjutnya Alfath akan mengajak Nisa tinggal dirumah Alfath di Surabaya, apa tidak apa-apa Aba?" lanjut Alfath


"Kalau Aba sih tidak apa-apa. Setelah menikah semua tergantung nak Alfath saja sebagai Imamnya Nisa" jawab Aba


"Terimakasih Aba, Umma" ucap Alfath


Waktu terus berlalu, berganti malam. Semua sudah melaksanakan sholat magrib berjama'ah. Kini waktunya makan malam, semua berkumpul untuk makan malam.


Setelah makan malam keluarga Alfath pun pamit untuk pulang. Mereka akan mengantarkan Nisa dan Alfath dulu pulang ke Surabaya, lalu mereka semua akan kembali ke Inggris.

__ADS_1


__ADS_2