Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 57~


__ADS_3

Alfath tertidur dikursi dan menempelkan pipinya dikasur Nisa, sembari terus menggenggam tangan Nisa.


Malam terus semakin larut, Alfath terbangun ditengah malam, jam menunjukan pukul 01.00 tengah malam. Mata Alfath sembab karena sudah menangis tadi malam, melihat keadaan Nisa yang kini juga belum sadar Alfath lagi-lagi meneteskan air matanya.


Alfath lalu mengambil air wudhu dan sholat malam, dengan khusyunya Alfath berdzikir lalu berdoa untuk semua yang terbaik.


Alfath lagi-lagi menangis, karena ia begitu menyesal telah mengajak Nisa ke kantor kemarin siang.


Setelah sholat malam, Alfath kembali tertidur dengan posisi yang sama. Waktu terus berganti, malam menjadi pagi.


Alfath yang sudah kebangun dari tadi subuh itu membukakan jendela ruang rawat inap Nisa, berharap udara segar masuk. Alfath dan Nisa belum berganti pakaian dari kemarin, Alfath juga belum makan sedari kemarin sore. Perutnya memang terasa lapar, tapi ia tak ingin meninggalkan Nisa. Waktu menunjukan pukul 07.56, tak disangka Rio beserta Istri juga Lia datang menjenguk Nisa dan membawakan sarapan untuk Alfath dan buah-buahan.


"Terimakasih sudah datang" ucap Alfath yang terlihat sangat lelah dengan mata sembabnya


"Sama-sama Pak, ini tolong diterima ya Pak" ucap Rio memberikan semua bingkisan itu


"Dimakan ya Pak" ucap Lia langsung


Alfath menjelaskan keadaan Nisa pada semuanya, tak disangka akan menjadi seperti ini.


"Oh iya Rio, saya minta tolong untuk mengurus-urus semua keperluan pembangunan masjid itu, saya ingin segera selesai" ucap Alfath pada Rio

__ADS_1


"Baik Pak" jawab Rio dengan sigap


"Saya juga minta tolong untuk terus pantau kasus ini, di follow up terus ya" ucap Alfath lagi


"Siap Pak. Nanti saya hubungi Pak Maruar" jawab Lia


Mereka semua akhirnya meninggalkan ruangan rawat Nisa, karena akan ada pemeriksaan dokter. Dokter masuk bersama seorang suster dan Alfath tetap didalam ruangan untuk mengetahui semuanya.


"Oh iya Pak, apa istri anda sedang hamil?" tanya dokter untuk memastikan


"Saya tidak tahu dok, kami baru menikah seminggu yang lalu soalnya" jawab Alfath polosnya


"Karena sepertinya istri bapak sedang ada gangguan hormonal juga, jadi mempengaruhi mentalnya" jelas dokter


"Ya sudah kalau begitu sebentar lagi kita konsultasi dengan dokter kandungan ya Pak" ucap dokter lalu meninggalkan Alfath dan Nisa lagi


Waktu sudah menunjukan pukul 08.45, Nisa menggerakan jari tangannya. Alfath yang melihat begitu senang.


"Sayaaang" ucap Alfath dengan lembut


Nisa belum bisa menjawab, tapi mendengar dengan jelas suara suaminya itu. Nisa berusaha membuka matanya dan mengangkat tangannya.

__ADS_1


"Mas, kita ini dimana?" Tanya Nisa dengan terbata-bata


"di Rumah Sakit sayang. Kamu baik-baik saja kan?" Jawab Alfath, dan langsung menanyakan keadaan Nisa


"Aku sangat lemas, mas" jawab Nisa lemah


"Iya sayang, kamu istirahat dulu ya" ucap Alfath


"Kita sarapan dulu ya sayang" tambah Alfath lalu menyiapkan sarapan yang diberikan oleh Rio untuk dirinya dan punya Nisa yang diberikan oleh Suster tadi.


Alfath menyuapi Nisa, membantu Nisa untuk duduk bersandar dikasurnya. Alfath begitu telaten menyuapi Nisa, dan untuk dirinya sendiri karena ia begitu merasa lapar sedari kemarin belum makan.


Setelah selesai sarapan, Alfath menyeka wajah Nisa dengan tissue basah seperti yang Nisa minta.


"Mas, aku pengen pulang" ucap Nisa yang melihat suaminya sedang mengemasi barang berserakan diatas meja


"Iya sayang nanti kita pulang ya" jawab Alfath


"Sekarang kita periksa ke dokter kandungan dulu ya" tambah Alfath


"Iya mas" jawab Nisa pasrah

__ADS_1


Lalu Alfath menyiapkan kursi roda untuk membawa Nisa ke ruangan dokter kandungan, untuk melakukan pemeriksaan


__ADS_2