Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 90~


__ADS_3

Pesawat yang ditumpangi Alfath dan Nisa sudah landing dengan selamat di Surabaya. Nisa kali ini tidak merasakan lagi mabuk perjalanan, yang ada Nisa justru sangat asik dan begitu menikmati perjalanannya.


Alfath memang repot dengan koper bawaannya, karena ia tidak ingin istrinya berat membawanya jadi ia memutuskan untuk mendorong sendiri troli yang berisi 3 koper berukuran sedang milik Nisa dan Alfath.


"Mas, kita pulang dijemput Rio atau naik taxi saja?" tanya Nisa


"Kita lihat dulu saja didepan Bandara ya sayang, Mas lupa tidak mengabari Rio" jawab Alfath


Nisa mengerti dan hanya mengangguk, lalu terus berjalan disamping suaminya itu.


Sesampainya dipintu keluar Bandara dan hendak memilih taxi untuk pulang, tiba-tiba ada suara yang memanggil Nisa dari arah samping.


"Nisaaaa" serunya memanggil


Suara yang sangat tak asing untuk Nisa, tapi suara siapa. Lagi-lagi banyak suara memanggil.


"Niiiiisssss" kali ini terdengar suara pria


Nisa clingak-clinguk mencari asal suara yang memanggil namanya. Nisa sangat heran, kok di Surabaya ada yang mengenalinya.


Alfath yang sudah tau dari mana asal suara itu hanya tersenyum lalu menunjukan asal suara itu pada Nisa. Nisa yang begitu kaget, tak menyangka dengan apa yang dilihatnya, dengan sangat gembira Nisa berlari kecil dan menghampiri beberapa orang yang memanggilnya.


"Assalamu'alaikum Umma, Aba, Kak Salma, Ka Farhan" ucap Nisa dengan sangat gembira hingga semua nama yang ada ia sebutkan


"Walaikumsalam" jawab keluarga Nisa serempak


Nisa masih sangat tak menyangka, kedua orangtuanya, juga kakaknya itu bisa ada di Surabaya meneteskan air mata bahagianya, lalu memeluk erat Aba dan Umma bersamaan.


"Umma, Aba sehat?" tanya Nisa sembari melepaskan pelukannya dari kedua orangtuanya itu

__ADS_1


"Sehat sayang" jawab Umma


"Kamu sendiri sehat? kamu terlihat gemukan sekarang" tambah Umma


Nisa hanya tersenyum. Ia sampai lupa bahwa di belakangnya kini ada suami yang selalu bersamanya.


"Nak Alfath sehat?" tanya Aba pada menantunya itu yang sedari tadi hanya tersenyum melihat Nisa yang begitu senang


"Sehat Alhamdulillah Aba" jawab Alfath sembari menyalami ayah mertuanya itu lalu bergantian kepada Umma


"Umma dan Aba sehat?" tanya Alfath pada mertuanya


"Alhamdulillah kami sehat" jawab Umma dengan cepat


"Mas, ini kak Salma dan Kak Farhan suaminya" ucap Nisa pada Alfath mengenalkan, berpikir suaminya lupa pada kakaknya itu


"Iya sayang" jawab Alfath mengiyakan saja


Mereka semua menaiki mobil yang sudah disiapkan Alfath, mobil yang kendarai oleh Rio yang juga menjemput keluarga Nisa di Bandara. Aba duduk dibangku depan samping supir, sementara Alfath, Nisa dan Umma duduk di kursi kedua, dan Salma juga Farhan duduk di kursi ketiga bersama dengan bayi mereka.


Nisa begitu manja pada Umma, seolah-olah ia lupa bahwa kini ia sudah menjadi istri.


"Umma kok kalian bisa di Surabaya sih? Apa Aba ada acara pengajian disini?" tanya Nisa yang sembari menyenderkan kepalanya di bahu Umma


"Tidak sayang. Kami sengaja kesini untuk menjenguk mu. Alfath yang sudah atur semuanya" jawab Umma memberitahu yang sebenarnya


"Oh ya? Kok bisa?" tanya Nisa lalu melepaskan sandarannya dan melihat kearah suaminya itu


"Bisa dong sayang. Kamu senang kan?" ucap Alfath dan balik bertanya pada istrinya itu

__ADS_1


"Mas ini bisa banget deh bikin kejutan terus" ucap Nisa dengan manja pada suaminya


Semua yang melihatnya hanya tersenyum, Nisa tidak merasa malu lagi didepan keluarganya untuk sekedar bercanda dengan suaminya karena memang sudah terbiasa dan pernikahannya juga sudah berjalan beberapa bulan.


Akhirnya mereka semua sampai dirumah Alfath, Rio yang sudah terbiasa dengan rumah bosnya itu sudah tau dengan kata kunci dari gerbang otomatis rumah bosnya itu.


Rio membantu menurunkan koper semua bawaan mereka, dan memasukannya kedalam rumah hanya sampai ruang tamu.


"Pak, ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya Rio pada Alfath


"Sudah tidak ada, kamu bisa kembali ke kantor. Terimakasih banyak yaaa" jawab Alfath


"Baik Pak" jawab Rio dengan cepat lalu berpamitan dan kembali ke kantor


Keluarga Nisa semua hanya duduk di ruang tamu, sementara Nisa walau lelah ia membuatkan minuman untuk semuanya, karena sangat merasa senang dengan kehadiran keluarganya itu ia sampai lupa dengan rasa lelahnya.


"Sudah cukup sayang" ucap Alfath setelah Nisa menyajikan minuman untuk semua keluarganya itu


"Kita pesan saja ya untuk makan sekarang" lanjut Alfath karena takut istrinya capek


"Baik Mas" jawab Nisa


"Umma, Aba, kak silahkan diminum" ucap Nisa mempersilahkan pada semuanya


"Anggap saja dirumah sendiri ya Umma, Aba, Kak Salma, Kak Farhan" ucap Alfath


"Iya Nak Alfath" jawab Umma dan Aba berbarengan


"Rumahnya besar yaaa, bagus lagi" ucap Salma pada Nisa dengan berbisik

__ADS_1


"Iya kak" jawab Nisa cepat


Nisa dan Alfath kemudian menunjukan 2 kamar yang bisa digunakan untuk Umma dan Aba, juga Salma dan Farhan. Kamarnya tepat dilantai bawah, dekat dengan ruang tamu dan saling bersebelahan. Alfath yang juga merasakan lelah, mempersilahkan untuk keluarga Nisa istirahat dulu dan membersihkan badan sebelum makanan datang, begitu juga dengan Alfath dan Nisa langsung menuju kamarnya dilantai atas karena ingin mandi berganti pakaian juga istirahat sebentar.


__ADS_2