Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 73~


__ADS_3

Shaina terus memegangi tangan Nisa, mencoba mengerti perasaan Nisa, ia juga seorang wanita yang kelak akan menikah dan memiliki keluarga baru dari suaminya.


"Kak, ini semua keluarga kami, keluarga dari suami Kak Nisa, jadi ini keluarga Kakak juga" ucap Shaina hati-hati


"Kak Alfath mencintai kakak, keluarganya pun pasti mencintai kakak" tambah Shaina


Nisa mengangguk mengiyakan, Nisa hanya berusaha tak terlihat sudah menangis oleh orang lain.


Sementara wanita bule yang mengatai Nisa tadi memperhatikan Nisa dan Shaina dari jendela dalam rumah, ia lalu menghampiri Shaina dan Nisa yang sedang berdua itu.


"Shaina" ucapnya


Shaina tidak menjawab hanya menoleh kebelakang


"Ini kakak ipar mu? sungguh kurang beruntung" lanjutnya sembari tertawa sinis


Nisa hanya menundukan pandangannya, berusaha tidak mendengar sebenarnya, tapi tetap terdengar dan membuat hatinya bergetar.


"Maaf kami sangat merasa beruntung! tak seperti yang kau kira! Kami bahagia" jawab Shaina sembari menarik tangan Nisa untuk pergi meninggalkan wanita itu


Sementara wanita itu masih diam berdiri didekat pintu keluar itu, tak disangka seseorang menepuk pundaknya dari belakang, mengejutkan tawa jahatnya itu.


"Apa ini balas budi mu pada ku? Aku tak perlu kau kembalikan uang yang sudah ku keluarkan untuk suami mu yang juga sepupuku!" ucap Alfath mengagetkan wanita itu

__ADS_1


"Apa perlu ku beri tahu Emran bahwa ini kelakuan mu sebenarnya?" lanjutnya


"Saya mohon jangan. Saya minta maaf, saya hanya iri dengan wanita biasa itu yang memiliki mu pria tampan dan tajir. Sedangkan aku..." jawabnya terhenti


"Kau sudah bersama Emran, kurang apa dia" jawab Alfath


"Aku menyesali perbuatanku, aku minta maaf Al" ucapnya menyesal


"Baik aku tidak akan beri tahu ini pada Emran, Stella!" jawab Alfath lalu pergi meninggalkan wanita itu sendirian


Wanita itu ternyata Stella, istri dari sepupu Alfath yaitu Emran. Emran adalah sepupu yang banyak dibantu oleh Alfath dalam bisnisnya, saat bangkrut sahamnya semua dibeli oleh Alfath, tapi perusahaan itu tetap Alfath berikan padanya.


Alfath lalu mengejar Nisa dan Shaina yang sebenarnya sedang mencari Alfath juga.


"Sudah mas" jawab Nisa dengan datarnya


Nisa lalu mendekati Alfath, seraya ingin berbisik agar tak terdengar oleh Umi, Papa dan Shaina


"Aku ingin cepat pulang mas" bisik Nisa pada Alfath


Alfath langsung mengerti mengapa istrinya ingin cepat pulang, ia sudah tahu semuanya. Disatu sisi Alfath sangat rindu dengan keluarga besarnya, tapi disisi lain ia sangat memikirkan perasaan istrinya itu.


"Nak Nisa, ayo duduk disini" ucap Umi tiba-tiba sebelum sempat Alfath menjawab bisikan Nisa

__ADS_1


Umi langsung menarik tangan Nisa seraya mengajak untuk duduk disampingnya.


Karena acara makan bersama akan segera dimulai, dimeja yang sengaja disiapkan begitu panjang dengan kursi hadap-hadapan.


Nisa duduk bersebelahan dengan Umi, dan Alfath.


Setelah semua makanan datang, Nisa dengan sigap menyinduki makanan kepiring Alfath, semua mata tertuju padanya. Begitu juga dengan Oma, yang duduk sendiri menghadap banyak orang.


Semua langsung terpana dengan perlakuan Nisa terhadap suaminya itu. Pantas saja Alfath sangat bahagia menikahi Nisa, dan memang terlihat aga berisi badannya, semua orang berpikir begitu.


Acara makanpun selesai, kini semua hanya berbincang-bincang saja. Semua makanan dan meja dirapikan kembali oleh asisten rumah tangga yang dimiliki Oma.


Setelah selesai makan, Oma memanggil Alfath dan Nisa.


"Oma sekarang mengerti, betapa bahagianya kamu menikahi gadis ini. Kamu sangat mendapat pelayanan yang baik dari Nya" ucap Oma berseri-seri sembari memegangi tangan Nisa


Nisa hanya tersenyum, tersipu malu dengan perkataan Oma.


"Alhamdulillah Oma, dia adalah Istri sampai surga" jawab Alfath dengan senang


"Iya. Semoga kalian cepat diberikan keturunan yaa" ucap Oma sembari mengelus perut Nisa


"Aammmiinnn" jawab Nisa dan Alfath

__ADS_1


__ADS_2