
Setelah selesai mandi, Nisa kembali Alfath gendong untuk berganti pakaian.
"Mas aku bisa sendiri" ucap Nisa ketika Alfath akan membantu Nisa untuk menggunakan bajunya
"Kamu kan masih lemas sayang..." jawab Alfath dengan lembutnya
Nisa hanya tersenyum, ia merasa begitu bahagia ketika mendengar jawaban suaminya itu. Alfath benar-benar mencintai Nisa, ia selalu memperjuangkan kebahagiaan untuk istrinya itu.
"Sudah masuk Ashar, kita sholat berjama'ah disini saja yaaa..." ucap Alfath setelah selesai berganti pakaian, lalu menggelar sajadah
"Kalau kaki mu masih lemas dan gemetar, sholat sembari duduk saja sayang. Jangan dipaksakan, Allah juga memberi keringannan" lanjut Alfath melihat Nisa yang sedang menggunakan mukena sembari duduk
"Iya Mas..." jawab Nisa dengan cepat.
Nisa dan Alfath melaksanakan sholat Ashar berjamaah. Seperti biasanya dilanjut dengan dzikir bersama. Setelah selesai, Nisa membantu Alfath untuk melipat kembali sajadah yang sudah digunakan itu.
"Mas aku lapar, tapi bukan ingin makan nasi..." ucap Nisa tiba-tiba dengan manja
"Ayooo kita ngemil. Mas masih punya kejutan buat kamu" jawab Alfath, mengagetkan
"Oh yaaa? Kejutan apaaa?" ucap Nisa penasaran
Alfath tidak menjawabnya, hanya tersenyum. Membuat istrinya semakin penasaran.
Alfath mengajak Nisa untuk ke sofa depan kasur mereka yang menghadap ke layar televisi. Lalu Alfath membuka kotak putih seperti kotak cake berukuran besar yang ada di sofa itu. Ternyata isinya adalah jajanan kekinian, yaitu dessert box lumer berbagai macam rasa, semakin menggugah selera Nisa.
"Waaah.. enak nih" ucap Nisa ketika melihat dus putih berisi dessert box itu
"Enak banget ini sayang. Kamu mau yang rasa apa dulu?" tanya Alfath pada Nisa
"Ini ada rasa strawberry cake lumer, matcha cake lumer, coklat cake lumer dan cheesse cake lumer" lanjut Alfath menjelaskan
__ADS_1
"Mau rasa strawberry duluuu..." jawab Nisa dengan manjanya
Lalu alfath mengambilnya dan menyendoki lalu menyuapi istrinya itu dengan sangat lembut.
"Waaah enak banget mas. Kamu dapat dari mana?" tanya Nisa setelah menelan suapannya
"Kok Mas bisa sih menyiapi semua kejutan ini?" lanjut Nisa penasaran
"Bisaaa dong, jadi tadi Mas sewaktu abis telepon kamu langsung pulang dan mampir ke toko untuk membeli buka dan cake ini" jawab Alfath menjelaskan
Nisa mendengarkan sembari asik terus menyendoki cake itu.
"Suami terhebaaatttt...." ucap Nisa memuji suaminya itu
Alfath tersenyum, lalu mengelus puncak kepala Nisa yang tidak menggunakan jilbab itu dengan lembutnya.
Nisa menghabiskan semuanya karena ia begitu tergiur dengan masing-masing dari rasa cake lumer itu.
"Gak apa-apa dong, ini kan memang mas belu untuk kamu dan buah cinta kita" jawab Alfath sembari mengelus perut Nisa
Nisa tersenyum malu, lalu menyandarkan kepalanya dengan bermanja di pundak Alfath.
"Semoga sehat terus ya Ibu dan anak Ayah" ucap Alfath lalu mengecup kening Nisa, sembari mengelus perut Nisa yang semakin buncit
"Aaammiinn ya Allah, mudah-mudahan ya Ayah" jawab Nisa seolah-olah dede bayi dalam kandungannya menjawab
Alfath tersenyum bahagia memandangi Nisa.
"Sebentar lagi aku akan menjadi ayah, tak sabar rasanya menunggu kamu naaak..." ucap Alfath mengajak bicara perut Nisa
"Iya ya Mas, sebentar lagi kita jadi orangtua juga" jawab Nisa
__ADS_1
Hari semakin sore, Alfath dan Nisa turun ke lantai bawah untuk makan sore. Sementara Mbok Iyem sudah menyiapkannya di atas meja makan.
"Apa ada obat yang harus diminum sebelum makan?" tanya Alfath pada Nisa seraya mengingatkan
"Oh iya ada Mas..." jawab Nisa
Sembari duduk di kursi meja makan, Nisa meminta bantuan Mbok Iyem untuk mengambilkan obat milik Nisa.
"Ini Bu obatnya" ucap Mbok Iyem sembari memberikan kantong obat yang ia bawa tadi
"Terimakasih Mbok.." jawab Nisa cepat
Kemudian Nisa membuka bungkusan obat yang bertuliskan "sebelum makan" lalu ia meminumnya, sementara Alfath membantu menyerahkan air minum pada Nisa.
"Maaaasss..." ucap Nisa setelah meneguk air minum, dengan manjanya
"Kenapa sayang?" tanya Alfath
"Aku ingin minum susu murni..." ucap Nisa tiba-tiba memiliki keinginan
"Susu murni kemasan mau?" tanya Alfath
"Iya mas, gak apa-apa. Aku mau yang Full cream" jawab Nisa dengan begitu manja
"Ya sudah mas belikan yaaa" ucap Alfath dengan cepat
"Jangan lama-lama ya Mas, hati-hati dijalannya" jawab Nisa
"Iya sayang..." ucap Alfath sembari bangkit daei duduknya, lalu mengecup kening Nisa dan berjalan menuju pintu keluar
Alfath menggunakan motor maticnya untuk ke mini market depan komplek, tak butuh waktu lama untuk sampai ke mini market. Lalu Alfath mengambil beberapa kotak susu berukuran 1 liter, dan 10 kotak berukuran 250ml.
__ADS_1