
Nisa yang antusias melihat beberapa kue tradisional disana, dengan cepat membeli beberapa kue yang menggugah seleranya.
Setelah itu dengan cepat Nisa mencari kursi untuk menikmati kue yang ia beli, Alfath hanya pasrah mengikuti saja kemana istrinya melangkah. Setelah duduk ia langsung membuka bungkusan kue, dan langsung melahapnya.
"Bissmillahirrohmanirrohim....." ucap Nisa lalu memasukan kue itu kedalam mulutnya sembari mengangkat cadarnya sedikit.
Alfath yang melihat tingkah istrinya itu hanya tersenyum, sungguh Nisa seperti anak kecil.
"Mas, cobain deh enak banget" ucap Nisa tiba-tiba setelah menghabiskan satu potong kue
"Buat kamu sama bayi kita aja sayang" jawab Alfath dengan lembut
"Nih aaaaa (buka mulut)" ucap Nisa menyodorkan sepotong kue ke mulut Alfath, tanpa menghiraukan jawaban Alfath tadi.
Alfath yang tidak bisa apa-apa hanya pasrah langsung melahap kue yang ada tepat didepan mulutnya.
"Enakan sayang?" tanya Nisa saat melihat suaminya sudah menelan kue yang ia beri
"Enak, sayang" jawab Alfath cepat
Nisa lalu menghabiskan kue yang ia beli, memang ia tidak membeli begitu banyak kue, hanya beberapa saja. Alfath yang perhatian pada istrinya, sudah mempersiapkan air mineral, membelinya tanpa sepengetahuan Nisa karena tadi Nisa sibuk dengan membeli kue.
"Minum dulu sayang" ucap Alfath dengan membukakan tutup botol kemasan air mineral itu, lalu memasukan sedotan.
"Waaah kamu sudah membeli air minum mas? Makasih yaaa" jawab Nisa dengan senang
Waktu semakin siang, matahari semakin tinggi. Nisa dan Alfath kemudian melanjutkan perjalanannya untuk pulang kerumah.
Sesampainya dirumah, Nisa langsung merebahkan punggungnya, menyandarkannya pada sofa ruang tamu.
"Mas, tidak ke kantor?" tanya Nisa sembari melihat kearah suaminya yang masih berdiri didekat nakas ruang tamu
"Tidak sayang, mulai hari ini mas akan bekerja dari rumah" jawab Alfath selalu dengan lemah lembut
__ADS_1
"Pasti gara-gara Nisa ya?" tanya Nisa dengan lesu, sembari membuka cadarnya dan semakin terlihat ekspresinya cemberut
"Ini hanya keinginan Mas, sayang" jawab Alfath sembari menghampiri istrinya dan duduk disampingnya
"Mas ingin menemani kamu juga buah hati kita dirumah" lanjut Alfath lalu mengelus perut Nisa yang memang sudah sedikit membuncit
Nisa hanya tersenyum, kali ini ia senang dengan jawaban suaminya itu.
Tidak begitu lama, tiba-tiba bel rumah terderngar. Dengan cepat Nisa kembali memasang cadarnya, lalu Alfath membukakan pintu.
"Assalamu'alaikum" ucap seseorang dibalik pintu
"Walaikumsalam" jawab Alfath dan Nisa berbarengan
Alfath yang membukan pintu, sementara Nisa masih dengan posisinya duduk di sofa.
"Silahkan masuk" ucap Alfath dengan ramah ketika melihat orang yang memencet bel rumahnya itu
"Siapa mas?" tanya Nisa penasaran
Sementara Mbok Iyem masih sibuk dengan barang bawaannya, dan belum masuk kedalam
"Oh Mbok Iyem yang akan bekerja dirumah?" tanya Nisa
"Iya sayang" jawab Alfath lalu keluar membantu Mbok Iyem
"Biar saya bantu Mbok" ucap Alfath lalu mengambil alih untuk membawakan tas milik Mbok Iyem
"Tidak usah, Pak. Ini berat" ucap Mbok Iyem menolak
"Enggak Mbok, biar saya saja" jawab Alfath lalu membawakan tas Mbok Iyem kedalam
"Assalamu'alaikum Bu Annisa" ucap Mbok Iyem ketika masuk melihat Nisa yang sedang duduk di sofa, dan menyodorkan tangan seraya bersalaman
__ADS_1
"Walaikumsalam Mbok" jawab Nisa dengan ramah, menerima tangan Mbok Iyem dan bersalaman
"Mari duduk dulu Mbok" lanjut Nisa
Alfath juga duduk disamping Nisa, sementara Mbok Iyem berhadapan dengan Nisa juga Alfath.
"Mbok Iyem, saya memanggil Mbok kesini untuk meminta bantuan" ucap Alfath pertama-tama membuka obrolan
"Iya Pak" jawab Mbok Iyem sangat sopan sembari menangguk
"Saya ingin dibantu untuk beberes rumah, memasak, dan yang lainnya" ucap Alfath lagi
"Istri saya sedang mengandung, dan masih hamil muda, jadi tidak mungkin untuk menghandle rumah kami sendirian" lanjut Alfath
"Baik Pak" jawab Mbok Iyem dengan cepat
Sebenarnya Mbok Iyem sudah tahu tugas dan alasannya kenapa dipekerjakan dirumah ini karena sudah diberi tahu oleh Rio.
"Mbok Iyem akan saya beri gaji 2,5jt, karena sudah mau tinggal disini, dan akan saya berikan gajinya pertanggal 5 setiap bulannya" ucap Alfath memberitahu gaji pada Mbok Iyem
"Alhamdulillah, terimakasih banyak Pak Alfath" jawab Mbok Iyem
"Iya Mbok, saya juga terimakasih sudah mau bekerja disini" ucap Alfath dengan begitu ramah
"Terimakasih ya Bu Annisa" ucap Mbok Iyem juga pada Nisa
"Saya juga terimakasih ya Mbok, semoga betah bersama kami" jawab Nisa
"Insyaallah Bu" jawab Mbok Iyem dengan cepat
Kemudian Alfath kembali membawakan tas Mbok Iyem dan mengantarnya ke kamar untuk Mbok Iyem bersama dengan Nisa juga.
"Ini kamar untuk istirahat, Mbok Iyem" ucap Alfath memberitahu kamar dekat dapur
__ADS_1
"Iya Pak, Bu terimakasih" jawab Mbok Iyem
"Ya sudah sekarang Mbok istirahat dulu saja" ucap Nisa