
Alfath pulang dengan membawakan 2 bungkus popok sekali pakai yang biasa untuk Baby Arkana, dan sekotak kue brownis sebagai oleh-oleh untuk istri tercintanya.
"Mas dari mana? kok sempat membelikan yang seperti ini?" tanya Nisa heran sembari menikmati satu potongan brownis
"Tadi habis ketemu Pak Maruar juga Rio di cafe, kebetulan ada bakery nya sekalian deh beli ini" jawab Alfath dengan jujur
"Oh begitu.." jawab Nisa setelah menelan sepotong brownis tadi
"Eh Mas kok tumben ketemu Pak Maruar? Mas lagi ada masalah yaa.." lanjut Nisa merasa penasaran dan langsung menerka-nerka
"Iya sayang, Mas geram sekali si Mawar itu ternyata selama ini membuat kebohongan publik, dan bawa-bawa nama aku.." ucap Alfath menjelaskan
"Kebohongan publik apa Mas? Kayak gimana?" jawab Nisa semakin serius memandang kearah suaminya
"Kamu janji ya? jangan jadi beban pikiran buat kamu sayang..." ucap Alfath pertama-tama sebelum menjelaskan, begitu hati-hati
"Iya Mas aku janji..." jawab Nisa dengan serius
Kemudian Alfath menunjukan semua pemberitaan itu dari ponsel miliknya pada Nisa. Nisa yang melihat, wajahnya begitu nampak serius.
"Astagfirullah... Kok bisa dia sebut-sebut nama suami orang sebagai pacarnya dia" ucap Nisa setelah selesai membacanya
"Gak habis fikir banget deh aku..." lanjut Nisa
__ADS_1
"Iya, aku gak suka banget dengan ulah dia begitu.." jawab Alfath
"Kamu tenang aja ya, kita bakal jumpa pers untuk mengklarifikasi semuanya. Kita juga harus memposting kebahagiaan kehidupan pribadi kita sekali-kali" lanjut Alfath menenangkan istrinya
"Haha dasar kamu ini mas kita sudah seperti artis-artis saja.." jawab Nisa sembari tertawa kecil
"Biarin dong.. Kita juga kan punya kebahagiaan, siapa tahu teman-teman lama kita ingin tahu kabar kita tapi tidak punya nomor ponsel pribadi kita, makanya cukup melihat di akun sosial media kita aja" ucap Alfath menjelaskan panjang lebar
"Iya juga sih.. Nisa sih gimana Mas aja, gimana baiknya menurut Mas. Nisa ikut aja.." jawab Nisa dengan pasrah
"Ok, nanti kita foto keluarga bertiga dengan Baby Arkana ya sayang.." ucap Alfath begitu semangat
Nisa mengangguk menyetujui kemauan dari suaminya itu.
Kini tinggal menunggu waktunya untuk jumpa pers, dan Pak Yanto sudah melaporkan pihak Mawar dengan ancaman penyebar berita hoax walau keadaan Mawar sedang mengalami luka parah dibagian kaki kanannya akibat kecelakaan waktu itu.
-----------------------
Hari ini adalah hari dimana fotografer terkenal dikelasnya datang kerumah Alfath, untuk memfoto keluarga kecil Alfath dan Nisa itu.
Halaman belakang yang disulap, sudah menyerupai studio foto itu pun begitu cantik terlihat. Kamar Baby Arkana yang juga akan dipakai sebagai spot foto untuk sang bayi pun juga sudah disiapkan sedemikian rupa.
Alfath dan Nisa menggunakan baju dengan warna senada, begitu juga dengan Baby Arkana. Mereka akan difoto bertiga, lalu baby Arkana akan melakukan sesi foto sendiri seperti bayi-bayi lain, seperti keinginan Nisa.
__ADS_1
Setelah melakukan beberapa sesi pemotretan, Nisa kembali dengan aktivitasnya sebagai Ibu. Sementara Alfath masih menunggu hasil foto dari sang fotografer, untuk segera diserahkan ke Pak Maruar.
********
Dirumah sakit, Mawar sedang menjalani perawatannya, ditemani oleh sang ibu yang setia menemaninya dari awal pencarian setelah kecelakaan, hingga kini pasca oprasi tulang kakinya yang patah. Mawar juga mengalami beberapa luka lain, memang tidak separah kakinya, dan juga memar-memar karena mobilnya menabrak pohon dan masuk kedalam jurang.
Mawar masih belum sadarkan diri, setelah operasi patah tulang paha hingga lututnya retak itu. Mawar dinyatakan untuk sementara tidak bisa berjalan diakibatkan pemulihan pasca operasi tulangnya itu.
Ibu Mawar yang setia menemani, tiba-tiba terkejut ketika ada 2 orang polisi datang untuk menjelaskan kejadian kecelakaannya, dan sebuah surat dalam amplop yang dibawanya.
"Permisi bu.. kami dari pihak kepolisian" ucap seorang polisi
"Iya Pak.." jawab Ibu Mawar dengan menahan tangisnya
"Kecelakaan Mawar diperkirakan karena kemudi yang tak terkendali, menurut para saksi Mawar yang mengemudi dari arah Timur hendak ke Barat, memang sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.." ucap Pak Polisi menjelaskan
"Iya pak.." ucap Ibu Mawar sebenarnya tidak dapat berkata-kata lagi
"Dan saksi yang pertama kali menemukan Mawar mencium bau alkohol dari mulut dan sekitar dada, kemungkinan Mawar mengalami muntah, dan dokter sudah menjelaskan keterangannya bahwa Mawar dalam keadaan mabuk berat. Ini adalah murni kecelakaan tunggal di akibatkan kelalaian pengemudi sendiri" lagi-lagi Pak Polisi menjelaskan panjang lebar
Tak terbendung lagi air mata sang ibu yang melahirkan Mawar itu, sesegukan yang lagi-lagi tak bisa ditahankan, semakin jelas terdengar dari wanita separuh baya itu.
"Oh iya, satu lagi ini ada surat pemanggilan atas tuduhan penyebaran berita hoax, dari sebuah media. Karena kondisi Mawar masih belum sadarkan diri, kami masih memaklumi. Silahkan Ibu sebagai walinya untuk mengurus ke kantor polisi" ucap Pak Polisi dengan lagi-lagi mengejutkan
__ADS_1