
Nisa dan Alfath sudah tiba dirumahnya, kini waktu sudah semakin larut malam. Nisa dan Alfath beristirahat, dan tidur bersama seperti biasa. Nisa yg sudah menjadi kebiasaan untuk tidur memeluk suaminya itu, tidak bisa tidur dengan nyenyak bila suaminya belum tidur.
Waktu berganti pagi, Alfath mengajak Nisa untuk melihat masjid yang ia bangun di desa Sukamulya itu. Masjid yang sederhana, tapi sangat layak untuk semua masyarakat di desa itu. Karena sebelumnya disana masjidnya kurang layak, bangunannya yang sudah habis dimakan usia membuat semua sudutnya terlihat kusam, makanya Alfath berniat sekali untuk membangunkan masjid, karena buatnya masjid adalah tempat ibadah yang harus bagus dan nyaman.
Alfath dan Nisa dijemput oleh Rio sang asisten, mereka berangkat menggunakan mobil pribadi Alfath, dan Rio yang mengendarai. Mereka hanya pergi bertiga. Sesampainya di desa Sukamulya semua warga sudah berkumpul didepan area masjid untuk menyambut Alfath.
Alfath dan Nisa turun terlebih dulu, lalu diikutu oleh Rio yang memarkirkan dulu mobilnya, semua warga sangat antusias dengan kedatangan Alfath, semua warga berbondong-bondong ingin menyalami Alfath dan Nisa layaknya seorang artis.
Alfath lalu bertemu dengan Pak Yahya DKM masjid itu.
"Assalamu'alaikum Pak" sapa Alfath sembari menyodorkan tangannya seraya bersalaman
"Ini istri saya, Annisa" tambahnya memperkenalkan Nisa
"Walaikumsalam Pak Alfath, Selamat Datang Pak, Bu" ucap Pak Yahya dengan membalas salam Alfath lalu mengangkat tangannya seraya bersalaman dengan Nisa
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah selesai yaaa Pak" ucap Alfath sembari melihat kekanan dan kirinya
"Alhamdulillah Pak, saya selaku DKM dan mewakili seluruh warga Sukamulya sangat berterimakasih sebanyak-banyaknya Pak" ucap Pak Yahya
"Sama-sama Pak, ini rizki yang Allah titipkan untuk pembangunan rumah ibadahnya" jawab Alfath
"Alhamdulillah Pak. Silahkan mau lihat-lihat dulu Pak" ucap Pak Yahya lagi
Alfath dan Nisa melakukan acara syukuran dengan meresmikan masjid yang baru itu, bersama dengan Kades, DKM, dan beberapa Ulama asal Sukamulya itu. Alfath dan Nisa lalu diajak untuk berkeliling, melihat kondisi didalam masjid, karpet yang baru, kipas angin yang cukup sejuk untuk masjid berukuran sedang itu, lalu beberapa perlengkapan baru yang sangat bagus juga, tidak lupa Alfath mengecek toilet dan tempat wudhu dan melihat saluran airnya.
Disela-sela acara makan bersama itu, Alfath yang sudah beres makan lalu sedikit membicarakan pekerjaan dengan Rio.
"Oh iya, bagaimana dengan Pasport istri saya?" tanya Alfath
"Sudah selesai, Pak. Tinggal membeli tiket untuk keberangkatan. Bapak ingin berangkat hari apa?" ucap Rio balik bertanya
__ADS_1
"Nanti saya diskusikan dulu dengan istri saya, besok saya akan selesaikan dulu pekerjaan dikantor" jelas Alfath pada Rio
"Baik Pak" jawab Rio cepat
Nisa merasa sangat senang, begitu detail juga suaminya itu memberikan fasilitas untuk dimasjid ini, sampai benda kecil sekalipun ada, bahkan ada lemari berisi Al-Qur'an dan perlengkapan sholat pria dan wanita.
Nisa yang juga disambut sangat ramah oleh semua warga, merasa sangat nyaman, berada di desa ini. Pak Yahya yang mengetahui Nisa seorang penceramah juga mempersilahkan untuk berbicara didepan semua warga layaknya sedang mengisi kajian, tentu saja Nisa sangat senang karena sudah lama tidak begini.
Hari semakin siang, Nisa, Alfath dan Rio bergegas kembali ke kantor untuk mengecek semua pekerjaan yang harus ditangani langsung oleh Alfath, Alfath sangat berharap bisa selesai hari ini, karena ia sudah tak sabar untuk mengajak istrinya itu berangkat ke Inggris ke tempat kelahirannya.
Sesampainya Alfath dikantor, lalu mengajak Nisa masuk keruang kerjanya seperti biasa, disana sudah disiapkan oleh Lia beberapa berkas.
"Sayang, kalau semua pekerjaan ku sudah selesai besok kita pergi ke Inggris nya yaaa" ucap Alfath memberitahu keinginannya
"Yeeeay asiikkk" jawab Nisa yang begitu girang karena senang
__ADS_1
Alfath hanya tersenyum melihat istrinya itu