Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 11~


__ADS_3

Aba lalu duduk dikursi ruang tamu sembari membaca buku, Nisa meninggalkan Aba untuk mengambilkan minuman teh hangat kesukaan Aba dan untuk dirinya karena merasa haus. Sebelum Nisa kembali keruang tamu, ternyata keluarga Alfath sudah datang untuk menjemput Nisa dan sudah duduk diruang tamu bersama Aba.


"Ndoooo" panggil Aba sembari melihat kearah belakang


"iya Aba..." Nisa menghampiri dengan satu gelas teh hangat untuk Aba.


"eh sudah datang Umi.." Sapa Nisa sebenarnya sembari menyalami Umi dan shaina


"iya Nak Annisa.." jawab Umi sembari menerima tangan Nisa


"Apa nak Annisa sudah siap untuk pergi sekarang?" lanjut Umi mempersingkat semuanya


"sudah umi, tapi apa mau tidak mau minum dulu? Biar Nisa ambilkan dulu sebentar" tawaran Nisa


"tidak perlu nak, sudah cukup kok. kita banyak yang harus dipersiapkan" Jawab Umi dengan cepat


Akhirnya mereka semua pergi, dan tinggallah Aba dirumah sendiri. Didalam mobil Alfath yang mengendarai, Shaina duduk di depan sebelah Alfath, dan Nisa bersama Umi di kursi belakang.


"Oya, nak Nisa sekarang kita ke tempat WO dulu ya, bagaimana?" tiba-tiba Umi membuka percakapan


"baik Umi, bagaimana saja" jawab Nisa lemah lembut, lalu dibalas umi dengan senyuman.


"Nak Nisa, Umi senaaaang sekali. Akan mendapat mantu seperti nak Annisa ini" ungkap umi dengan penuh kekagumannya, sembari menggenggam tangan Nisa

__ADS_1


"Alhamdulillah, Nisa juga bersyukur nanti akan menjadi bagian dari keluarga Umi" jawab Nisa sembari dipeluk oleh Umi


Alfath sedari tadi hanya memandangi Nisa dam Umi yang ngobrol, karena Alfath masih malu. Begitupun dengan Shaina, ternyata memperhatikan obrolan mereka.


"oh iya kak Nisa, sebenernya kak Alfath tuh sukaaaa banget sama kak Nisa" ucap Shaina menggoda dengan logat bulenya itu


Nisa hanya tersipu malu, dan Umi tertawa kecil.


----------


Akhirnya mereka sampai di tempat WO yang berada di dalam Mall.


WO ini adalah WO terbaik di kota Nisa, terbilang sangat fantastis juga budgetnya. Alfath yang pilih tempat WOnya, karena pernah beberapa kali bekerjasama juga dengan WO ini untuk acara kantornya.


"Silahkan Pa... ada yang bisa kami bantu?" ucap karyawan WO tersebut.


"baik pa, saya akan ambilkan dulu contoh dekorasinya" jawab karyawan WO dengan cepat.


Diambilah beberapa album foto yang berisi contoh dekorasi-dekorasi. Kini giliran Nisa yang memilih, Umi dan Shaina duduk berdekatan, sementara Nisa dan Alfath duduk bersebrangan.


"Mas, saya suka yang ini. Kalau mas Alfath suka yang mana?" ucap Nisa sembari menunjukan salah satu foto dekorasinya


"kok tanya mas? mas sih gak apa-apa, bagaimana Nisa saja" jawab Alfath dengan logat khas bulenya itu

__ADS_1


"kan yang akan menikah kita, jadi harus sama-sama suka mas untuk dekornya" jelas Nisa, karena tidak ingin egois


"apa yang kamu suka, mas pasti suka. Ini juga bagus, simple and elegant" jawab Alfath mengiyakan


"baik, apa sudah setuju mau yang itu?" tanya karyawan WO yang sudah siap dengan buku catatannya.


Nisa dan Alfath sama-sama terdiam.


"bagaimana menurut Umi dan Shaina? bagus tidak?" tanya Nisa


"bagus kok nak Nisa, Umi sih gimana kalian saja. Asalkan kalian bahagia naaak" ucap Umi


"iya bagus kok kak" jawab Shaina sembari mengangguk mengiyakan


Lalu Nisa mengangguk mengiyakan sembari memandang Alfath seraya memberi kode, dan Alfath juga mengangguk.


"Lalu warna apa yang kalian inginkan untuk temanya?" tanya Karyawan WO pada Alfath dan Nisa


"bagaimana kalau untuk akad warna putih saja Mas?" ucap Nisa minta persetujuan Alfath


"boleh begitu saja, Mas pengen warnanya coklat nude gitu biar netral" ucap Alfath


"ya sudah, 2 warna saja putih dan coklat nude" jawab Nisa mengiyakan

__ADS_1


Ditempat itu juga sudah serba komplit dengan hiasan untuk bingkisan seserahan dan maharnya, semua akan dihias disitu.


Sekarang Umi mengajak Nisa untuk berbelanja kebutuhan seserahan, seperti baju dan yang lainnya


__ADS_2