
Alfath dengan tergesa-gesa pulang lebih dulu kerumah. Ia bermaksud ingin sampai duluan sebelum istrinya sampai dirumah.
Alfath dengan cepat mengendarai mobilnya sendiri, lalu mampir ke sebuah toko untuk membelikan kejutan untuk istrinya.
Sementara Nisa, baru selesai menerima obat yang di ambil oleh Mbok Iyem di Apotik.
Nisa yang berjalan masih sedikit sempoyongan karena masih merasakan lemas, di bantu oleh Mbok Iyem untuk segera masuk kedalam taxi online yang sudah dipesan oleh Nisa.
"Pak, maaf ya menunggu lama. Ternyata mengambil obat saya harus menunggu lagi.." ucap Nisa meminta maaf ketika masuk kedalam mobil taxi
"Iya Bu, tak apa..." jawab supir taxi online dengan ramahnya
Kemudian Mbok Iyem ikut masuk kedalam mobil setelah mengambil tas dan juga kantong bekal yang ia bawa tadi.
"Sudah siap Bu? Apa masih ada yang ditunggu?" tanya supir taxi online itu dengan ramah sembari memandang ke arah Nisa dan Mbok Iyem melalui kaca depannya
"Sudah pak, mari jalan..." jawab Nisa cepat lalu merebahkan tubuhnya ke kursi mobil
"Baik kita jalan yaaa.. Bissmillah" ucap Supir taxi online itu
Nisa hanya mengangguk, tak menjawab sepatah kata lagi. Mbok Iyem juga sibuk memperhatikan jalan.
Nisa yang baru saja sembuh, tentu masih merasa lemas, dan badan yang masih kurang vit. Makanya Nisa tidak begitu selera memperhatikan jalanan. Nisa dan Mbok Iyem sudah menghabiskan waktu kurang lebih 35 menit untuk sampai dirumah, lalu mereka turun.
"Alhamdulillah..." ucap Nisa lega ketika menginjakan lagi kakinya di rumah.
__ADS_1
"Mari masuk, Bu..." ucap Mbok Iyem setelah membukakan pintu
"Mari pelan-pelan saya bantu..." lanjut Mbok Iyem sembari memegangi tangan Nisa membantu berjalan
"Makasih yaaa Mbok, kaki saya masih saja lemas, dipakai jalan masih gemetaran" jawab Nisa memberitahu apa yang ia rasa.
"Iya Bu, wajar saja karena memang Ibu habis istirahat. Mudah-mudahan seterusnya sehat yaaa buuu" ucap Mbok Iyem mendoakan harapan
"Aaammmiiinnn allahumma Aaaaammmiiinnn" jawab Nisa mengaminkan doa Mbok Iyem
"Maaf ya Mbok merepotkan" lanjut Nisa
"Ah tidak sama sekali Bu, saya senang bisa membantu Ibu dan Pak Alfath" jawab Mbok Iyem cepat
Nisa hanya tersenyum lalu menoleh ke arah Mbok Iyem, dan memandangi wajahnya yang sudah tua, berkulit keriput tapi tetap ikhlas bekerja membantu keluarganya.
"Tidak perlu, ayooo kita ke kamar. Biar aku gendong" ucap Alfath tiba-tiba
Ternyata Alfath sudah sampai duluan sebelum Nisa dan Mbok Iyem sampai barusan. Alfath baru saja turun dari tangga habis dari kamarnya.
"Mas sudah dirumah. Aku kira belum..." ucap Nisa kaget
"Eh Pak Alfath. Iya, saya kira belum ada bapak. Mobil Bapak tak terlihat dari luar" ucap Mbok Iyem yang juga tak menyangka
"Iya saya tadi langsung masukan mobilnya kedalam garasi..." jawab Alfath cepat
__ADS_1
"Ayooo sayang kita ke kamar, kamu pasti mau beristirahat kan..." ucap Alfath sembari mendekat pada Nisa
Mbok Iyem berlalu, meninggalkan ruang tamu untuk hendak ke dapur dan membereskan bawaan dari rumah sakit. Sementara Nisa di gendong Alfath untuk naik ke lantai 2, dan masuk kedalam kamar. Tak disangka, kamar yang Nisa tinggalkan selama di rumah sakit itu sudah disulap menjadi sangat indah, ada taburan bunga mawar di atas kasur berbentuk love, juga di lantai. Persis seperti saat Nisa mendapatkan kejutan waktu itu.
"Masyaallah..." ucap Nisa kagum
"Surpriseeee..." ucap Alfath sembari masih menggendong Nisa
"Jadi tadi Mas langsung siapin ini semua?" ucap Nisa kagum, sembari turun dari gendongan Alfath
"Hehe iya sayang. Maaf yaaa aku tak bisa menjemput mu pulang, aku yang lupaaa.." ucap Alfath menyesali lupanya
"Tak apa Mas. Mas kan harus bekerja. Makasih ya Mas, kamu selalu membuat aku bahagia.." jawab Nisa sangat kagum pada suaminya, lalu mengecup pipi suaminya itu setelah melepas cadarnya
"Iya sayang. Sini aku gendong, kamu pasti mau mandi dan berendam kaaan?" ucap Alfath
"Kok kamu tau Mas?" jawab Nisa balik bertanya
"Tauuu dong. Kan kamu mengirimi ku pesan bukaaan?" ucap Alfath sembari menggendong Nisa lagi dan membawanya ke kamar mandi
"kita mandi bersama yaaa..." lanjut Alfath, setelah sampai di kamar mandi
"Iya Mas sayang, tapi jangan minta jatah yaaa... aku masih lemas" jawab Nisa menggoda suaminya
Alfath hanya tertawa nakal. Kemudian Nisa dan Alfath mandi bersama, berendam dalam satu bathup berisi air hangat bersama.
__ADS_1
Alfath memeluk tubuh istrinya yang sama-sama telanjang bulat dengan sangat mesranya. Nisa yang merasakan lelah begitu senang berendam di air hangat berlama-lama. Begitu juga dengan Alfath, karena sudah lelah perjalanan jauh ia betah berendam di dalam air hangat berlama-lama sembari memeluk tubuh istrinya sembari sesekali memegang perut Nisa yang semakin membesar.