Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 46~


__ADS_3

Nisa membukakan pintu, lalu mempersilahkan dr. Gibran dan Rio masuk kedalam. Nisa menjelaskan suaminya sakit itu, lalu mempersilahkan dr. Gibran untuk langsung memeriksanya. Rio yang kini canggung karena dirumah bosnya itu sudah ada istrinya membuatnya untuk memutuskan duduk saja menunggu diruang tamu.


"Pak Rio, ikut saja keatas. Takutnya Mas Alfath membutuhkan sesuatu atau akan membicarakan soal pekerjaan" ucap Nisa pada Rio


"baik bu" jawab Rio


Lalu Rio mengikuti berjalan keatas dibelakang dr. Gibran. Nisa membukakan pintu kamarnya itu, dan langsung membangunkan Alfath.


"Mas, diperiksa dokter dulu yaaa" ucap Nisa halus sembari membelai pipi Alfath


Kemudian Alfath kebangun, dan mengangguk tanda menyetujui. Masuklah dr. Gibran dan Rio, Alfath bingung kok bisa Nisa memanggil dokter pribadinya sementara Nisa belum tau soal dokter pribadi yang ia miliki.


"Pak Alfath apa saja yang dirasa?" tanya dr. Gibran sembari memeriksa suhu tubuh Alfath terlebih dahulu


"kepala saya pusing dok, sempat flu bersin-bersin dan hidung gatal, demam juga" ucap Alfath menjelaskan dengan suara yang khas orang flu


"oh iya Pak" jawab dr. Gibran


"Sepertinya pak Alfath hanya kelelahan, belum istirahat" tambah dr. Gibran lagi


"Iya dok, kemarin sepulang kerja Mas Alfath langsung olahraga berenang" ucap Nisa

__ADS_1


"owalah pantas saja" jawab dr. Gibran sembari tersenyum


"Pak Alfath, untuk berolahraga usahakan hanya diwaktu luang dan lanjut untuk beristirahat. Jangan sesudah bapak aktivitas berat lalu tetap olahraga. Kasian jantungnya ya pa" jelas dr. Gibran lalu memberikan obat untuk diminum.


Setelah dr. Gibran selesai memberikan obat langsung keluar dari kamarnya dan menunggu diruang keluarga depan kamar, karena Alfath ingin berbicara pada Rio.


"oh iya, untuk beberapa hari mungkin saya akan beristirahat dulu saja dirumah ya. Untuk dokumen yang penting bisa dikirim lewat email, tolong beri tahu juga pada Lia" Jelas Alfath pada Rio


"baik pak" jawab Rio


"oh satu lagi, kalau ada berkas yang harus saya tanda tangani kerumah saja, hubungi saya terlebih dahulu" ucap Alfath lagi


Alfath yang belum sarapan karena kedatangan dr. Gibran dan Rio, masih menunggu Nisa untuk menyuapinya.


"Mas ayo makan dulu ya" ucap Nisa dengan lembut sembari membawakan semangkuk bubur ayam dan Teh hangat


Alfath lalu duduk menyender dikasur.


"Mas, tadi selagi mandi aku mencoba tespeknya" ucap Nisa mengagetkan


"oh ya? lalu hasilnya?" jawab Alfath setelah menelan buburnya dengan begitu penasaran

__ADS_1


"Gak ngerti deh" ucap Nisa dengan datarnya


"mana Mas mau liat" ucap Alfath penasaran


"setelah makan ya, kan ku ambilkan" jawab Nisa lagi-lagi dengan datarnya


Alfath melahap semua bubur ayam bikinan Nisa itu, Alfath rasa bubur itu sangat enak, biasanya kalau sakit Alfath susah untuk makan. Kali ini berbeda, ia malah dengan lahapnya menghabiskan bubur itu, lalu minum obatnya.


Nisa mengambilkan tespek yang ia pakai tadi, Nisa mencobanya 3 kali dengan 3 merk tespek yang berbeda.


"Mas yang ini hasilnya positif, yang ini garis satu dan yang satunya terlihat tipis banget, dan yang ketiga ini malah hasilnya buram" Jelas Nisa menjelaskan sembari memperlihatkan semua tespek-tespek itu pada Alfath


"yang pertama kali kamu coba yang mana?" tanya Alfath sembari memandangi semua hasil tespek itu


"yang ini" jawab Nisa menunjukan pada hasil tespek yang garis 2 tapi satunya tak begitu jelas


"karena hasilnya gak jelas, ku ulangi lagi eh positif. Tapi aku belum percaya, ya sudah ku ulangi lagi dan yang ketiga ya itu begitu buram" jelas Nisa lagi-lagi


"kalau begini emang bingung ya harus percaya pada yang mana. lebih baik kita ke dokter kandungan saja yuuu. Penasaran" jawab Alfath


"iya mas, nanti saja ya setelah kamu sembuh" jawab Nisa dengan lembut

__ADS_1


__ADS_2