Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 83~


__ADS_3

Nisa dengan santai ikut melihat video cctv yang Alfath buka satu persatu disetiap sudut ruangan kantornya. Tak ada keanehan lagi yang membuat Alfath penasaran. Begitu juga dengan Nisa, ia merasa tak ada yang aneh dan salah. Alfath tak ingin Nisa tahu dulu tentang kedatangan Mawar, walau bilang dengan niat baik, tapi Alfath masih saja ragu karena takut mengganggu sikis Nisa lagi.


Setelah Alfath mematikan kembali videonya, tiba-tiba Nisa yang duduk disamping Alfath itu membuka percakapannya.


"Mas, aku kenapa ya berasa keram banget ini perut bagian bawah?" ucap Nisa dengan menahan sakit


"Coba kamu bersandar dulu sayang, luruskan kakinya" jawab Alfath sembari membantu istrinya untuk bersandar di sofa ruang tamu itu


"Aku ambilkan air hangat yaaa, mau?" ucap Alfath yang panik karena melihat Nisa menahan sakitnya


"Kayaknya gak usah deh Mas, coba tolong dielus-elus saja. Siapa tau sebentar lagi membaik" ucap Nisa


Alfath dengan sigan langsung mengelus perut Nisa dengan lembut, sembari membacakan doa untuk kesembuhan Nisa.


"Gimana sayang, masih sakit?" tanya Alfath


"Sedikit berkurang, Mas" jawab Nisa dengan wajah sedikit tenang


Tanpa disadari Ma'ci Laila yang akan berjalan menuju halaman belakang hendak menghampiri Nenek dan Umi, tak sengaja mendengar dan melihat Nisa yang sedang kesakitan itu, membuatnya jadi menghampiri Nisa yang sedang di sofa.


"Kamu kenapa ni?" tanya Ma'ci Laila dengan panik juga


"hanya keram saja, Ma'ci" jawab Nisa dengan lembut


"Bawa ke dokter saja kalau gitu. Apa dokternya saja yang disuruh kemari?" tawaran Ma'ci Laila pada Nisa


"Iya sayang apa mau dipanggilkan dokter?" tanya Alfath yang sebenarnya tahu kalau istrinya itu tidak suka datang kerumah sakit


"Tidak perlu, Mas, Ma'ci. Nisa sudah membaik kok" jawab Nisa meyakinkan


"di olesi minyak angin saja kalau begitu yeee" ucap Ma'ci Laila sembari memberikan botol minyak angin yang ada di lemari dekat sofa itu.


"Terimakasih banyak Ma'ci" ucap Nisa

__ADS_1


Ma'ci Laila pergi meninggalkan Nisa dan Alfath, hendak menghampiri Umi dan Nenek.


Sementara Alfath yang menerima minyak angin itu, lalu hendak mengolesi perut Nisa dengan sigapnya.


"Mas ih geli" ucap Nisa sembari tertawa menahan gelinya usapan Alfath


"Hehe kamu ini" jawab Alfath sembari ikut tertawa juga


"sebentar lagi selesai sayang" lanjut Alfath karena Nisa tidak mau diam menahan gelinya usapan Alfath


Waktu semakin siang, Nisa yang ingin sekali segera membeli oleh-oleh untuk ia bawa pulang itu, menagih janji suaminya untuk berkeliling di Kuala Lumpur.


"Maaas, ayooo kita jalan-jalan. Aku ingin beli oleh-oleh" ucap Nisa dengan manjanya


Sementara Alfath yang masih duduk menemani Nisa bersandar disofa, sempat merasa ngantuk karena tidak melakukan kegiatan apapun.


"Kamu udah baikan sayang? Benar?" tanya Alfath meyakinkan


"sudah Mas, aku sudah baik-baik saja" ucap Nisa dengan semangat, meyakinkan


"Iya Al, bawa istri mu jalan-jalan" ucap Nenek


"Iya, Nak. Mumpung di Kuala Lumpur. Belilah beberapa oleh-oleh untuk Umma dan Aba" ucap Umi juga


"hehe iya Nek, Umi" jawab Nisa karena malu sudah merengek


"Iya, Umi, Nenek. Alfath dan Nisa kalau begitu pamit ya mau jalan dulu" ucap Alfath lalu mengajak Nisa untuk bersiap dan pergi


Nisa dan Alfath masuk dulu kedalam kamar mereka, untuk bersiap. Sementara Nisa membawa tas tangannya, dan juga kamera milik suaminya itu, berharap bisa mengabadikan foto lagi.


Setelah siap, Nisa dan Alfath pergi dengan menaiki mobil pribadi milik Nenek, dengan supir pribadi yang ada juga.


Tujuan pertama Alfath adalah mengajak Nisa untuk melihat keindahan yang ada di Kuala Lumpur yaitu Menara kembar Petronas.

__ADS_1


Nisa berkesempatan untuk berfoto disana, seperti sedang diantar 2 menara itu. Nisa berfoto selalu berdua bersama Alfath, karena ingin mengabadikan bersama suaminya itu.


Setelah itu waktu semakin siang, Alfath mengajak Nisa untuk sholat dzuhur terlebih dulu di masjid yang tak jauh dari tempat itu.


Nisa yang sudah lebih dulu selesai sholat, kemudian menunggu suami dan supir pribadi Nenek, di kursi tunggu dekat tangga keluar.


Nisa asik dengan kamera ditangannya, ia membuka satu persatu hasil jepretannya.


Tiba-tiba ada sosok mengejutkan menyapa Nisa.


"Assalamu'alaikum" terdengar suara lirih yang begitu lemah


Nisa dengan seketika terkejut lalu menengok dari asal suara itu.


"Walaikumsalam" jawab Nisa dengan terbata-bata


"Masya Allah cantik sekali" puji wanita tua itu ketika melihat dua bola mata indah kini menatapnya


"Alhamdulillah" jawab Nisa dengan lembut


"Ada yang bisa saya bantu Nek?" tanya Nisa


"Boleh Nenek minta tolong?" ucapnya dengan lemah


"Saya akan bantu kalau saya bisa, Nek" jawab Nisa dengan cepat


"Terimakasih sebelumnya, wahai anak muda ahli surga" lagi-lagi puji Nenek tua itu


"tolong bantu Nenek, carikan sandal Nenek dan air minum ya anak muda" ucapnya berharap bantuan Nisa


"Nenek tunggu disini ya, biar saya carikan" ucap Nisa


Lalu Nisa dengan cepat meninggalkan Nenek tua yang bongkok itu, dan membiarkannya duduk di kursi yang tadi ia duduki.

__ADS_1


Nisa menghampiri tempat penitipan sandal, disana ada tempat penitipan sandal dekat dengan tempat wudhu wanita, jadi ia pikir Nenek itu menitipkannya disana. Setelah Nisa bertanya pada penjaganya, ternyata tidak ada. Penjaga sandal juga tidak tahu bahwa ada Nenek tua yang bongkok dan sholat dimasjid itu. Nisa lalu memutuskan untuk membelikannya sandal di kantin depan masjid itu, kebetulan saat Nisa membelikan air mineral untuk sang Nenek tua itu melihat sandal japit.


__ADS_2