Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 9~


__ADS_3

Nisa masih belum pulang, masih dirumah kakaknya itu. Sekarang Nisa meminta makanan kepada kakaknya itu karena memang Nisa kelaperan semenjak tadi siang ia belum makan.


"makanlah, ini yang kakak masak" sembari menghidangkan makanan sederhana pada adiknya itu.


"asiiikkk, apa Mbak sudah memisahkan untuk Mas Farhan nanti?" Nisa yang kegirangan tidak jadi menyendok laukpauk


"sudaaah, tenang saja. ayo dicoba, mbak juga mau makan sekarang" jawab Salma sembari menyendok capcay buatannya itu kepiringnya sendiri


Nisa hanya mengangguk dan ikut menyendoki laukpauk yang di sediakan Salma itu.


Selagi Nisa dan Salma makan, tiba-tiba hape Nisa berbunyi lagi. Kriiiiinnnnggggg...'


Nisa terkejut, nomer hape haru yang ia tidak kenal. Mungkin ini Umi, dalam hati Nisa.


Dengan cepat Nisa menelan makanannya, lalu meneguk air minumnya, tapi telepon itu keburu mati tidak terjawab.


"yaaah keburu mati..." ucap Nisa sembari melihat kearah hapenya itu


"siapa Nis?" tanya Salma yang sehabis minum juga


"kayaknya Umi Sarita, ibunya Mas Alfath deh" jawab Nisa, yang sebenarnya ia juga tidak tahu. Lalu Nisa melanjutkan lagi makan yang masih tersisa dipiringnya itu.


Makanpun selesai, Salma langsung mencuci piring-piring kotornya, sementara itu Nisa membantu membersihkan meja makan.


Tiba-tiba hape Nisa bergetar, tanda ada pesan masuk. Nisa buru-buru membukanya


"Assalamu'alaikum.. Annisa.

__ADS_1


Ini dengan Umi Sarita, ibunya Alfath. Ada yang ingin umi bicarakan pada nak Nisa, bisa?"


Pesan singkat yang diterima Nisa dari nomor hape yang tadi ia tidak kenal. Dengan cepat Nisa langsung menghubunginya kembali.


"Assalamu'alaikum..." terdengar suara dari jauh sana yang bersemangat


"walaikumsalam, umi sehat? maaf Nisa tadi sedang makan, saat akan mengangkat telepon keburu mati" ucap Nisa langsung menjelaskan karena takut salah paham.


"oh iya nak, gak apa-apa. Maaf Umi sudah mengganggu kalau begitu" jawab umi dengan nada bersalah


"tidak umi, sudah kok. Umi sehat?" tanya Nisa kembali karena yang tadi tidak dijawab


"sehat alhamdulillah nak. kamu katanya sedang mengisi kajian dikampus ya? apa sudah selesai?" Umi lalu balik tanya


"sudah Umi, Nisa sekarang lagi dirumah Mbak Salma, mampir sebentar. Ini juga sudah mau pulang" jelas Nisa, karena Nisa takut kalau calon mertuanya ini mengira kalau ia kelayapan.


"boleh umi, Nisa besok tidak kemana-mana kok" jawab Nisa semangat


Setelah itu Nisa menutup teleponnya, dan kelihatan sangat gembira.


"seneng gitu Nis?" goda Salma yang sebenarnya sudah menguping dari tadi


"hehehe iya nih mbaaak, akhirnya Nisa bisa merasakan dianggap" jawab Nisa sembari mengikat cadanya itu.


"jadi selama ini kamu merasa tidak dianggap Nis?" lagi-lagi Salma menggoda


"iyalah, berta'aruf tapi tidak pernah bertemu lagi. bahkan sekarang Nisa juga lupa bagaimana wajah calon suami Nisa sendiri" jelas Nisa

__ADS_1


"hahahaha kamu ini Nis..." jawab Salma sembari ketawa dengan nada menggoda


------------------


Nisa sudah pulang. Nisa langsung masuk ke kamarnya karena dirumah memang tidak ada siapa-siapa. Umma sedang mengisi pengajian diponpes, begitu juga dengan Aba.


Nisa langsung mandi dan berganti pakaian.


Sedari tadi saat dirumah Salma hingga kini, Nisa sangat senang.


"akhirnya aku bisa mempersiapkan pernikahanku sendiri seperti apa yang aku mau" batin Nisa, sembari membaringkan badannya itu dikasur.


Tidak lama kemudian, ada suara yang mengetuk pintu rumah Nisa itu. Dengan cepat Nisa membukakan pintu itu.


"Assalamu'alaikum..." suara dari balik pintu, yang ternyata adalah 2 Santriwati.


"Walaikumsalam" jawab Nisa cepat


"Ka Nisa, ini ada titipan dari depan untuk ka Nisa katanya" ucap Santriwati itu sembari memberikan bingkisan buket bunga itu.


"dari siapa ini?" jawab Nisa terkejut


"dari seorang pria, Ka. Dia naik mobil Hitam, tadi menitipkan ini didepan gerbang ponpes. Tapi tidak tau siapa namanya, wajahnya seperti bule. Kami lupa menanyakan namanya" jelas Santriwati itu


Lalu mereka kembali ke ponpes. Nisa langsung menerimanya, dan membawanya ke kamar.


Diamatilah buket bunga itu, dan bingkisan itu ternyata isinya coklat dan permen-permen kecil gummy kesukaan Nisa.

__ADS_1


Nisa yang begitu senang lalu memakan gummy itu.


__ADS_2