Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 105~


__ADS_3

Setelah sampai diruangan Nisa, Rio mengetuk pintuk sembari memberitahu pada Alfath bahwa yang datang adalah dirinya yang membawakan makanan.


"Assalamu'alaikum Pak Alfath, ini saya Rio membawakan makanan" ucap Rio langsung to the point agar tidak memakan waktu


"Oh iya, silahkan masuk" jawab Alfath sembari membukakan pintu


Alfath langsung menerimanya, dan membuka bungkusan itu di meja bed depan Nisa.


Rio langsung duduk di sofa belakang Alfath duduk.


"Terimakasih ya Pak Rio" ucap Nisa dengan suara yang sangat lemah


"Sama-sama Bu. Semoga Ibu cepat pulih kembali" jawab Rio sembari mendoakan


"Aaammiinnn ya rabbal'alamin" ucap Alfath dan Nisa bersamaan.


Nisa langsung melahap makanan yang dibawakan oleh Mbok Iyem itu. Itu makanan yang lagi diinginkan oleh Nisa, jadi membuat Nisa begitu lahap memakannya.


Setelah Nisa menghabiskan setengah dari makanannya, Mbok Iyem baru sampai keruangan Nisa.


"Assalamau'alaikum" ucap Mbok Iyem


"Walaikumsalam, masuk Mbok" jawab Alfath


Mbok Iyem masuk dengan tas berukuran kecil ditangannya, yang berisikan pakaian Alfath juga Nisa.


"Ini Pak, baju ganti" ucap Mbok Iyem setelah masuk ke dalam


"Makasih ya Mbok..." jawab Alfath


"Iya Pak" ucap Mbok Iyem dengan cepat


"Bu Annisa sudah baikan?" tanya Mbok Iyem langsung pada Nisa

__ADS_1


"Alhamdulillah Mbok, sudah sedikit membaik" jawab Nisa sembari melihat kearah Mbok Iyem


Mbok Iyem tersenyum ikut senang melihat keadaan Nisa


"Alhamdulillah Bu, Mbok ikut senang. Mbok sangat khawatir sekali tadi" ucap Mbok Iyem


Alfath menyuruh Mbok Iyem untuk kembali kerumah, sementara Rio diperbolehkan pulang karena hari semakin sore.


"Mas, kapan aku bisa pulang?" Tanya Nisa setelah berseka dengan berganti pakaian


"Mudah-mudahan besok kita bisa pulang ya sayang" jawab Alfath


"Aku gak betah disini Mas, mau pulang" ucap Nisa sedikit merengek


"Iya sayang. Kamu harus jaga kesehatan ya, biar gak nginap lagi disini hehe" jawab Alfath sembari becanda


Nisa hanya memajukan bibirnya, lalu segera mengambil cadarnya dan memakainya.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali suster sudah mendatangi ruang perawatan Nisa, untuk mengganti cairan infus dan memberi obat yang baru. Sementara Alfath sedang membeli sarapan di kantin rumah sakit.


"Sebentar lagi di periksa dulu sama dokter ya Bu, saya hanya ditugaskan untuk memberi obat baru, dan mengganti cairan infus saja" jawab sang suster menjelaskan


Nisa mengangguk mengerti. Ia juga tahu keadaannya belum pulih betul, karena bintik-bintik merah akibat dehidrasinya masih ada di beberapa bagian tubuhnya.


"Anak sholih, yang kuat yaaa. Berkembanglah dengan semestinya" ucap Nisa sembari membelai perutnya yang semakin buncit.


Alfath datang dengan membawa 1 kantong berisi makanan untuk mereka sarapan bersama.


"Makan dulu ya sayang" ucap Alfath sembari membuka bungkusan makanannya


Sebenarnya Nisa diberi makanan oleh rumah sakit, tapi Nisa tidak ingin memakannya karena ia sedang banyak maunya. Jadi Alfath mengikuti kemauan Nisa.


"Eh iya Mas, Umi dan Papa apa sudah diberi kabar? Tentang calon cucu nya?" tanya Nisa tiba-tiba

__ADS_1


"Umi dan Papa sudah tahu kalau sekarang kamu sedang mengandung anakku. Tapi aku tidak memberitahu dulu soal keadaan kamu sekarang karena takut membuat mereka cemas" jawab Alfath setelah menelan makanannya


"Iya mas, jangan dulu diberitahu saja. Umma dan Aba juga tidak diberitaju kan?" tanya Nisa


"Iya sayang belum ada yang Mas beritahu, karena takut membuat banyak orang cemas" jawab Alfath memberi penjelasan


Nisa mengangguk, mengiyakan ucapan Alfath, karena Nisa dan Alfath sepikiran tentang hal ini. Takut membuat banyak pihak menjadi cemas.


Waktu menunjukan pukul 08.15, setelah sarapan selesai Alfath dengan sigap membereskannya. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.


"Kayaknya itu dokter yang akan memeriksa ku deh" ucap Nisa pada Alfath sembari memasang lagi cadarnya yang sempat dibuka saat makan tadi


"Iya sayang" jawab Alfath sembari membukakan pintu


Ternyata betul, dokter datang bersama perawatnya.


"Pak, biar kami periksa dulu pasien" ucap Dokter umum yang menangani Nisa dengan sopan


"Baik dok" jawab Alfath dengan senyum ramahnya


Dokter memeriksa keadaan Nisa, denyut nadi dan juga bintik merah yang masih ada.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Alfath penasaran


"Kondisi Bu Annisa sekarang lebih stabil, Pak. Tapi masih dibilang dehidrasi karena bintik merah masih ada di punggung tangannya" jawab Dokter memberi penjelasan


"Kapan saya bisa pulang dok?" tanya Nisa tak sabar


"Sebentar ya Bu, sampai semua keadaannya betul-betul membaik saya janji bisa pulang cepat" jawab Dokter sembari tersenyum


Sementara Perawat sedang memeriksa tensi darah Nisa.


"Tensian Bu Annisa juga sedikit naik, ini diatas normal. Saya sarankan untuk tidak aktivitas berat ya bu, juga banyak istirahat pastinya" ucap Dokter lagi-lagi memberi penjelasan

__ADS_1


"Baik Dok" jawab Nisa cepat


__ADS_2