
Nisa dan Umi masih mengobrol lantai atas, tepatnya di Balkon luar. Karena ada kursi santai, Nisa dan Umi membaringkan tubuhnya sembari mengobrol.
Tiba-tiba Alfath datang menghampiri mereka berdua.
"Nis, mas mau ke masjid dulu ya" ucap Alfath yang sebenarnya pamitan
"Masjid mana mas? bukannya kamu sudah sholat Ashar?" tanya Nisa kebingungan
"tidak untuk sholat, hanya untuk mengunjunginya saja" ucap Alfath menjelaskan
"masjid dikampung sebelah, tidak jauh kok" tambah Alfath
"baik mas" jawab Nisa
Alfath berlalu meninggalkan Umi dan Nisa untuk mengobrol lagi. Alfath pergi sendiri dengan mengendarai mobilnya.
Papa yang juga sedang menyiram tanaman di halaman belakang tidak ikut dengan Alfath.
Hari semakin sore, Nisa dan Umi turun kebawah dan menghampiri Papa. Waktu sudah menunjukan pukul 17.38, Nisa bertanya-tanya sendiri kenapa Alfath belum juga kembali.
"Umi, kok mas Alfath belum juga pulang ya?" tanya Nisa pada Umi dengan khawatir
"mungkin sebentar lagi nak" jawab Umi dengan lembut
"iya, sebentar lagi pasti. Untuk makan malam Alfath sudah memesan makanan dan akan diantar sesudah magrib" jelas Papa panjang lebar
"oh iya Pa" jawab Nisa
"Pesan apa? kok Umi tidak tau?" jawab Umi
"iya tadi Alfath memesannya saat bersama papa, Alfath tidak ingin Umi dan Nisa cape katanya karena pasti masih lelah setelah perjalanan tadi" Ucap papa menjelaskan
Nisa baru ingat bahwa ia belum membuka HPnya, dan belum mengabari orangtuanya.
__ADS_1
Sementara HP nya berada ditas, dikamar atas.
"Nisa ke kamar dulu ya Umi, Pa" ucap Nisa, lalu berjalan menuju kamarnya diatas
Nisa berjalan dengan aga cepat, menaiki anak tangga lalu masuk kedalam kamarnya.
Ia segera membuka tas dan mencari HPnya.
Setelah ia melihat HPnya, bahkan ia masih belum mengganti modenya, masih mode pesawat saja. Dengan segera Nisa mengganti modenya, langsung dengan banyak pesan masuk terutama dari grup keluarganya, dan Umma yang mengirim pesan.
Pertama pesan yang Nisa buka adalah pesan dari Umma
"Nis, apa sudah sampai? bagaimana keadaan kalian?" Pesan yang bertuliskan dari Umma
Nisa tidak membalas pesan, langsung ia telepon Umma.
"Halo Assalamu'alaikum Umma" ucap Nisa terlebih dahulu
"Walaikumsalam, nak. Bagaimana sudah sampai?" tanya umma penasaran
"oiya Umma, Nisa tadi mabuk perjalanan. Masa sampe muntah berkali-kali lagi" cerita Nisa pada Umma
"Astagfirullah, kok bisa sih sayang? kamu tuh gak pernah mabuk perjalanan sebelumnya kan? apa kamu memang masuk angin ya?" jawab Umma mengkhawatirkan
"Iya kayaknya Umma, Nisa sedikit merasa lelah. Makanya tadi sampai rumah langsung tidur. Tapi sekarang Nisa sudah baikan kok umma" Ucap Nissa meyakinkan
"ya sudah, syukur kalau begitu. Kamu banyak istirahat dulu saja ya" jawab Umma
Nisa mengakhiri sambungan teleponnya dengan Umma, lanjut mencari no HP Alfath di phonebooknya, ternyata Nisa dan Alfath belum pernah saling bertukar no HP. Akhirnya Nisa hanya membuka pesan grup WA keluarganya.
Mbak Salma "Sampai ketemu lagi adikku, bahagia terus, sehat terus, dan selalu dalam lindungan Allah. Insyaallah mbak akan selalu menemui Aba dan Umma"
Mas Fatih "Jaga diri baik-baik disana, semoga Allah selalu melindungi kami semua. Jadi istri yang baik dan diridhoi suami"
__ADS_1
Mbak Risma "Sampai ketemu lagi ya adikku. Hati-hati dijalan"
Nisa membalas pesan grup yang banyak itu
"Aaammiinnn semoga Allah mengumpulkan kami disurganya, dan senantiasa menjaga kami semua. Kapan-kapan kalian semua berkunjung yaaa kerumah Nisa" Balas Nisa dengan semangat
Waktu sudah menunjukan pukul 18.00, Nisa turun kelantai bawah untuk menemui Umi dan Papa, dan bermaksud untuk melaksanakan sholat magrib berjama'ah.
"Umi, mas Alfath belum juga pulang ya" tanya Nisa pada Umi yang sedang duduk diruang tamu
"iya ya lama sekali Alfath. Apa kamu sudah menghubungi Alfath? Jawab Umi balik bertanya
"Nisa belum bertukar no ponsel Umi" jawab Nisa malu
"ya ampun. ya sudah telepon melalui hp Umi saja" ucap Umi sembari membuka ponselnya lalu menghubungi Alfath
Alfath yang sedang dalam perjalanan tidak sempat mengangkat karena sudah dekat dengan rumahnya, membuat Nisa dan Umi semakin khawatir.
Papa yang sudah di mushola sedari tadi mengajak Umi dan Nisa untuk sholat Magrib berjama'ah saja, lalu Umi dan Nisa bergegas mengambil air wudhu dan bersiap sholat didalam mushola.
Alfath baru datang saat semua sedang melaksanakan sholat berjama'ah. Alfath langsung mengganti pakaiannya, dan segera mengikuti sholat berjama'ah dibelakang Papa Imamnya.
Setelah sholat selesai, Alfath menambah rakaatnya karena telat. Umi, Papa dan Nisa sedang berdzikir. Setelah selesai Alfath pun langsung mengikuti dzikir.
Setelah semua selesai, Nisa mencium punggung tangan Alfath
"Mas, kok lama sekali" ucap Nisa cemberut
"iya maaf ya sayang, tadi ada sedikit kendala yang harus mas ikut turun tangan selesaikan" jelas Alfath pada Nisa sembari mengelus kepala Nisa
"Iya mas, aku hanya mengkhawatirkan mu" ucap Nisa
"kita belum bertukar no telepon, hingga aku kesulitan untuk menghubungi mu" lanjut Nisa sembari cemberut dibalik cadarnya dan sangat terlihat dari matanya
__ADS_1
"oh iya ya. akan ku simpan no mu di HPku, dan akan ku simpan no ku di HP mu hehe" jawab Alfath menenangkan
Umi dan Papa yang melihatnya tersenyum. Alfath lalu menggandeng Nisa keluar dari mushola untuk membukakan pintu karena pesanan makanan datang