Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 137~


__ADS_3

Pak Maruar berfikir, belum menjawab ucapan Rio, sejenak.


"Ok kalau begitu kita datangi kantor penerbit berita gosip online itu.." ucap Pak Maruar


"Tapi tetap harus kita membawa bukti-bukti, saya butuh surat nikah Pak Alfath untuk memperjelas status Pak Alfath, dan KTP nya saja" lanjut Pak Maruar


"Baik Pak.. nanti saya bicarakan dulu dengan Pak Alfath" jawab Rio dengan cepat


"Ok.. kita tidak perlu berurusan langsung dengan Mawar saja, biar tidak repot. Kita langsung selesaikan saja dengan pihak terkait dan kalau perlu kita jumpa pers agar semua masyarakat tahu kebenarannya.." ucap Pak Maruar


"Iya Pak, saya setuju. Pak Alfath merasa geram dengan pemberitaan ini, ia begitu khawatir mengganggu kehidupan pribadinya akan omongan-omongan masyarakat nantinya" jawab Rio menjelaskan


Perbincangan Rio dengan Pak Maruar telah selesai, tapi Rio memutuskan untuk menghubungi bosnya dulu sebelum pulang untuk memberitahu apa yang Pak Maruar katakan melalui percakapan whatsapp dulu, karena takut mengganggu Pak Alfath dan membuat Nisa menjadi tahu masalah ini.


Setelah keadaan dirasa aman, Alfath menghubungi Rio diruang kerjanya itu, kemudian Rio menjelaskan semua percakapannya dengan Pak Maruar, dan Alfath menyetujuinya.


"Ok.. besok pagi kemarilah untuk mengambil berkas-berkas yang diperlukan.." ucap Alfath sebelum menutup percakapannya


----------------------


Keesokan paginya, Pak Maruar yang telah menerima berkas-berkas bukti bahwa Alfath sudah menikah, dan wanita itu bukan Mawar, Pak Maruar dan Rio langsung menuju kantor penerbitan berita gosip itu. Sesampainya disana mereka yang datang dengan sangat hati-hati dan dengan sopan, disambut baik oleh direktur penerbitan, yaitu Pak Yanto.

__ADS_1


"Begini Pak, saya adalah Maruar Sirait pengacara dari Pak Alfath Swain. Datang kemari dengan maksud ingin meluruskan pemberitaan yang pihak Bapak tenerbitkan" ucap Pak Maruar langsung, tanpa basa-basi


"Pemberitaan yang mana ya?" jawab Pak Yanto


Kemudian Rio menunjukan semua screen shoot layar ponselnya yang membuka pemberitaan semua tentang Mawar dan Alfath.


"Ooohhh ini..." ucap Pak Yanto


"Yang salahnya sebelah mana ya Pak?" tanya Pak Yanto sebenarnya bingung dengan maksud yang ingin diluruskan oleh Pak Maruar dengan Rio


"Begini Pak, Mawar itu berbohong tentang statusnya, tidak ada hubungan apapun client kami, Pak Alfath Swain dengan Mawar model itu" ucap Pak Maruar menjelaskan


"Kami ada bukti loh.. rekaman Mawar yang memberitahukan semua itu kepada wartawan kami.." jawab Pak Yanto tak ingin disalahkan


Lagi-lagi Rio melihatkan bukti status Pernikahan Alfath dengan Nisa, yaitu Buku Nikah milik mereka.


"Ya tuhan.. kami tidak tahu kalau soal itu Pak.." ucap Pak Yanto begitu terkejut


"Pantas saja Mawar tidak pernah mempublikasi wajah Alfath Swain yang ia akui sebagai pacarnya itu" lanjutnya aga menurunkan nada bicaranya


"Saya ingin Pihak Bapak bisa menghapus pemberitaan ini, kalau tidak kami akan bawa kejalur hukum bersama dengan Mawar, dan kami juga ingin kembali pembersihan nama client kami Pak Alfath Swain" ucap Pak Maruar menjelaskan

__ADS_1


"Bapak tidak tahu bahwa sekarang Mawar baru ditemukan dan sedang di rawat di Rumah Sakit Husada Surabaya.." ucap Pak Yanto


"Mawar kecelakaan.." lanjutnya menekankan


"Itu sih bukan urusan kami Pak, Kami hanya ingin meluruskan segalanya" jawab Pak Maruar


Terdengar jahat sih, tidak perduli dengan Mawar yang mengalami kecelakaan, tapi ini memang tugasnya.


"Ya sudah Pak, Baik pihak kami akan menghapus pemberitaan yang kemarin-kemarin soal Mawar dengan Alfath Swain" ucap Pak Yanto dengan susah payah sembari menelan salivanya


"Bagaimana kalau Pak Alfath Swain muncul ke permukaan dan jumpa pers, agar semua masyarakat tahu kebenaran ini, tidak menerka-nerka lagi tentang sosok Alfath Swain, Ini juga sebagai pembersihan nama dari pihak kami.." lanjut Pak Yanto menawarkan solusinya


"Baik, kami akan pertimbangkan dulu dan akan dirundingkan terlebih dahulu dengan Pak Alfath.." jawab Pak Maruar


Lalu Pak Maruar mencoba menghubungi Alfath, dan ingin bertemu langsung untuk membicarakan ini semua. Alfath memutuskan untuk bertemu disebuah cafe dengan Pak Maruar dan juga Rio.


Sesampainya Alfath di cafe, Pak Maruar dan Rio yang sudah menunggu sedari tadi langsung membicarakan semua tawaran yang diberika oleh Pak Yanto.


"Apa tak sebaiknya kita juga datangi Mawar agar dia bersiap-siap untuk pemberitaan ini?" ucap Alfath menanggapi ucapan Pak Maruar atas ucapan Pak Yanto tadi


"Menurut saya sih tidak perlu Pak, nanti jadinya bertele-tele.." jawab Pak Maruar memberi saran

__ADS_1


"Iya juga yaaa.. Bapak benar, saya tidak ingin lagi mengasihaninya, sekalipun sekarang dia sedang mengalami kecelakaan.." ucap Alfath setelah larut dalam pemikirannya


"bukan saya tidak punya hati, tapi saya rasa untuk kali ini saya harus egois demi keutuhan rumah tangga saya, dan keluarga besar saya juga keluarga istri saya" lanjut Alfath


__ADS_2