Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 28~


__ADS_3

Nisa dan Alfath berbarengan membukakan pintu, ternyata yang datang adalah supir ojol yang mengantarkan makanan. Dia adalah seorang bapak yang umurnya hampir separuh baya, Alfath menyapanya.


"terimakasih bapak, sudah mengantarkan dengan selamat. Mari masuk dulu untuk makan bersama kami" tawarkan Alfath pada bapak ojol itu


"terimakasih kembali Pak, bukan tidak mau tapi sudah malam" tolak bapak ojol dengan sopan


"ya sudah. Ini uangnya pak" jawab Alfath sembari memberikan uang


"pak ini kembaliannya" ucap supir ojol sembari mengeluarkan uang receh dari sakunya


"tidak usah pak untuk bapak saja" jawab Alfath


"taaa.. tapi ini kebanyakan pak" ucap supir ojol lagi


Alfath tetap menolak, Nisa yang melihatnya sembari membawa sebagian makanan yang dibungkus itu lalu ikut berbicara pada supir ojol itu


"sudah pak, ini rezeki untuk keluarga bapak dirumah yang sedang menunggu ya" ucap Nisa dengan halus


Lalu bapak ojol itu pergi, Nisa dan Alfath masuk kedalam langsung menuju dapur. Disana Umi dan Papa sudah menunggu dimeja makan, sembari mengobrol dan kurang terdengar jelas oleh Nisa dan Alfath.


Nisa langsung membukakan makanan itu dan menyajikannya dimeja makan.


"Umi, Papa ayo makan" ucap Nisa menawarkan

__ADS_1


"Iya, ayo makan" jawab Papa


Mereka semua menikmati makanan yang Alfath pesan, Ayam bakar sambal pecel, safo tahu dan untuk makanan penutup Alfath membeli Pisang coklat lumer. Semua makanan itu sampai habis tak tersisa, kini tinggal menikmati Pisang coklat lumernya. Mereka semua pindah keruang tamu untuk mengobrol sembari menikmatinya, Nisa juga membuatkan teh hangat untuk teman mengobrolnya.


"besok Umi dan Papa harus pulang ke Inggris. Kalian baik-baik ya disini" ucap Umi membuka obrolan


"Apa tidak tinggal lebih lama lagi menemani kami disini" jawab Nisa sembari menuangkan Teh kecangkir


"kami sudah lumayan cukup lama di Indonesia, nak" ucap Papa dengan logat bulenya itu


"oh begitu ya" jawab Nisa


"kami pasti akan berkunjung lagi" ucap Umi sembari menggenggam tangan Nisa


"segeralah punya anak, biar rumah ini menjadi ramai. punya banyak anak yaaa" ucap Papa menggoda


"baik Pa, Alfath bakal bikin terus" jawab Alfath dengan tertawa


Waktu sudah semakin larut, mereka semua melaksanakan sholat isya berjama'ah dan langsung tidur karena besok Umi dan Papa harus berangkat pagi sekali, sedangkan Nisa masih merasa kurang enak badan sehabis perjalanan tadi.


Sewaktu dikamar, Nisa dan Alfath sudah menggunakan baju tidurnya. Seperti biasa Nisa selalu menggunakan jilbab yang tetap menutupi dadanya. Kali ini mereka tidak langsung tidur, Nisa menyenderkan kepalanya didada Alfath. Mereka ngobrol sebelum tidur.


"besok pagi, kita antarkan Umi dan Papa ke Bandara" ucap Alfath

__ADS_1


"baik mas. Kita bawakan apa untuk Umi dan Papa sebagai oleh-oleh mas?" tanya Nisa


"cemilan yang kemarin kita beli sebelum pulang saja, bagaimana? apa masih ada?" jawab Alfath memberi saran


"masih mas, ya sudah besok subuh aku kemasi" jawab Nisa


"oh iya sayang, jangan menunda untuk punya anak ya. Aku ingin sekali segera punya anak" ucap Alfath membahas yang lain


"iya mas, aku juga sama. mas ingin punya anak berapa?" tanya Nisa


"sebanyak-banyaknya, biar rumah kita ramai" jawab Alfath


"ya ampun mas, dasar kamu ini" ucap Nisa sembari memeluk tubuh Alfath


"hehehe" Alfath tertawa kecil


"sayang, aku sangat bahagia bisa menikahimu, sekarang aku memiliki istri yang sholihah, membuat aku mudah untuk mencintaimu karena Allah. Ajarkan aku untuk terus jadi suami bertanggung jawab, dan selalu bisa membahagiakan mu ya" ucap Alfath serius


"Aku juga sangat bahagia sekali mas, insyaallah kita bisa sama-sama saling mengajarkan yaaa" jawab Nisa


Sebenarnya Nisa mulai mencintai Alfath dari sewaktu Alfath mengirim buket bunga dengan permen gummy kecil-kecil itu. Belum lagi sekarang setelah menikah, Alfath dengan mudahnya memanjakan Nisa, bersikap lembut membuat Nisa semakin jatuh cinta pada suaminya ini.


Begitu juga dengan Alfath, ia selalu mendengar cerita tentang kebiasaan dan semua tentang Nisa dari Aba membuatnya jatuh cinta dan tertarik pada Nisa. Kini Nisa sudah menjadi istrinya, yang ternyata juga cantik parasnya, bukan cuma sholihah tapi juga memiliki hati yang baik membuatnya semakin mencintai istrinya kini.

__ADS_1


Setelah mengobrol, Nisa dan Alfath tertidur dalam dzikirnya. Nisa dan Alfath sama-sama suka berdzikir, menyebut nama Allah sebelum tertidur. Malam ini Alfath membiarkan Nisa beristirahat karena pasti lelah.


__ADS_2