Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 70~


__ADS_3

Setelah selesai makan siang bersama, Papa dan Umi mengajak Nisa dan Alfath untuk sholat dzuhur berjama'ah. Setelah itu Umi dan Papa membiarkan Alfath dan Nisa untuk jalan-jalan berdua menikmati kota London, layaknya pasangan yang berbulan madu.


"Mas, ternyata disini suasananya enak yaaa" ucap Nisa sembari jalan bergandengan dengan Alfath menjauh dari restoran Papa


"Iya sayang, tak kalah indah sama Indonesia kaaan" jawab Alfath


"Iya Mas" Jawab Nisa dengan cepat.


"Sekarang kita mau kemana nih?" tanya Nisa lagi


"Aku akan bawa kamu ke tempat yang indah lagiiii" jawab Alfath merahasiakan tempatnya


Nisa yang antusias, tak mempermasalahkan dengan teka-teki yang dibuat oleh suaminya itu. Ia mengikuti saja kemana langkah suaminya itu. Nisa juga sangat kagum, dengan kota London yang bersih dari sampah, jalanan yang tidak macet dan menikmati udara dingin yang sejuk, tapi bukan musim salju.


Alfath mengajak Nisa kesebuah taman yang sangat indah disana, Nisa sangat menikmatinya. Mengabadikan foto bersama suaminya, dengan berfoto selfie. Setelah berlama-lama disana, akhirnya Nisa langsung pulang kerumah bersama Alfath.


Umi dan Papa belum pulang, masih di Restoran. Rumah sepi hanya ada Nisa dan Alfath. Alfath mengajak Nisa untuk berehat dikamarnya, kamar ia sewaktu kecil tentunya.


Nisa membuka jaketnya, lalu membaringkan tubuhnya ke kasur. Alfath yang mulai nakal melihat tubuh istrinya itu, lalu menggodanya, dan terjadilah hubungan suami istri sore hari.


Alfath dan Nisa lupa mengunci pintu kamarnya. Alfath dan Nisa juga tidak tahu bahwa hari ini Shaina akan pulang, Shaina yang polos langsung masuk kedalam rumah karena tahu kunci kata sandi rumah orangtuanya itu.


Setelah didalam, Shaina yang merasa berat dengan barang bawaannya, juga merasa lelah setelah perjalanan langsung merebahkan tubuhnya disofa ruang tamu, lalu membuka jilbabnya kini terlihat rambut pirangnya. Setelah beberapa menit ia duduk disofa, lalu bergegas untuk mengambil minum kedapur, ia tak tahu kalau kakaknya sebenarnya sudah dirumah, karena tadi sewaktu telepon Umi diberi tahu bahwa Alfath dan Nisa sedang berjalan-jalan makanya ia merasa juga sendirian dirumah itu.

__ADS_1


Saat Shaina sudah mengambil minumnya, lalu ia bergegas untuk kelantai atas dimana kamarnya berada. Kebetulan kamarnya bersebelahan dengan kamar Alfath. Didengarnya dari luar kamar Alfath seperti ada suara, memang suara itu bukan suara mengobrol tapi ada suara orang.


"Apa ada orang masuk kedalam rumah ini?" batin Shaina bertanya-tanya


"Apa ada maling?" lagi-lagi batinnya


Karena penasaran, Shaina memutuskan untuk membuka kamar itu, sewaktu ia genggam gagang pintunya tidak terkunci, ia dorong pintunya perlahan-lahan hingga tak terdengar suara pintu dibuka. Dilihatnya ada orang dalam selimut, ia tak tahu berapa orang yang ada didalamnya. Spontan ia menjerit sekencangnya.


"Aaaaaaaaaaa toooollllloooonnngggg" jerit Shaina


Alfath dan Nisa kaget, lalu membuka selimut itu tapi tetap menutupi tubuh Nisa, hanya kepala Alfath yang melihat keluar.


"Eeehh Shaina" ucap Alfath kaget


"Ish kak Alfath" jawab Shaina lalu menutup pintunya kembali dan masih diam didepan pintu


"Kakak ini apa-apaan sih" teriak Shaina lagi sembari menggerutu kesal


"Untung saja tidak sampai melihat adegannya begitu" ucapnya pelan sembari berjalan masuk kedalam kamarnya


Nisa jadi merasa malu dengan Shaina. Walau sebenarnya Nisa tak terlihat oleh Shaina, hanya kepala dan dada Alfath saja yang terlihat. Tapi Nisa jadi merasa tak enak. Alfath yang sedang melakukan itu malah terus melanjutkannya, malah berniat untuk lanjut mandi bersama.


"Mas udah yuuu" ucap Nisa ingin menghentikan suaminya yang masih saja berada diatas tubuh Nisa

__ADS_1


"Bentar lagi sayang" jawab Alfath tanpa berhenti dulu


Nisa jadi tidak menjawab lagi, karena tubuhnyapun susah untuk menghentikan suaminya itu, Nisa terus mendesah. Alfath yang takut Shaina mendengarnya lagi mencium bibir Nisa seraya mengunci.


Setelah berlangsung lumayan lama, Alfath menggendong Nisa kedalam toilet untuk melanjutkan mandi bersama sembari tetap memainkan lagi.


"Mas ih aku jadi tidak enak pada Shaina tadi" ucap Nisa sembari mandi


"Gak apa-apa sayang. Kan kita udah halal dong, dia aja pasti yang merasa gak enak hehe" jawab Alfath


Nisa lalu menyudahi mandinya, lalu bersiap menggunakan lagi pakaiannya. Lalu bersama Alfath menemui Shaina adik iparnya itu.


"Shaina" ucap Alfath sembari mengetuk pintu


"Iya" jawab Shaina dengan nada khas bangun tidur


"Kamu sudah datang?" tanya Alfath lagi


"Iya kak" jawabnya dengan rambut berantakan


"eh maaf ya kak tadi, aku kira tidak ada siapa-siapa aku takutnya ada maling gitu. Gak taunya malah lagi begituan" ucap Shaina pada Alfath dan Nisa


"Maaf juga ya Shaina, aku merasa sangat malu" ucap Nisa

__ADS_1


"ihh aku yang gak enak" jawab Shaina sembari merangkul kakak iparnya itu


__ADS_2