Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 93~


__ADS_3

Sesampainya di Rumah Sakit, Alfath yang menggandeng istrinya dengan khawatir langsung mengajak ke tempat pendaftaran terlebih dulu. Nisa menunggu duduk di kursi tunggu pengunjung depan resepsionis.


"Selamat pagi, Sus saya ingin memeriksakan kesehatan istri saya" ucap Alfath


"Baik Pak, silahkan isi data dirinya dulu" Lalu seorang suster menyerahkan secarik kertas pada Alfath


Alfath dengan cepat mengisi data diri istrinya itu, setelah selesai lalu diberikan kembali.


"Baik Pak, sebentar saya input datanya dulu" ucap suster itu dengan ramahnya


Tidak lama menunggu, hasil data diri Nisa keluar dalam data komputer Rumah Sakit.


"Istri Bapak sudah pernah melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit kami ini ya Pak?" Tanya suster itu setelah melihat data yang keluar


"Iya sus" jawab Alfath cepat


"Istri Bapak ada janji dengan Poli Obgyn. Sebenarnya sudah lewat 3 hari yang lalu" suster menjelaskan


"Saya sarankan tuk tetap kontrol kesana dulu, Pak" lanjutnya


"Ya sudah kalau begitu. Periksa kesana saja" ucap Alfath menyetujui


Akhirnya Nisa mendapat nomor antrian untuk periksa kembali ke dokter spesialis kandungan. Nisa yang hanya pasrah menuruti apa kata suaminya saja, tak banyak bertanya, Ia hanya mengikuti langkah suaminya itu.


Sesampainya di Poli Obgyn, Nisa dan Alfath harus menunggu dulu, karena memang sudah ada beberapa antrian.


Sembari menunggu Alfath menghubungi Rio, untuk memberi tahu.


"Assalamau'alaikum, Rio" ucap Alfath terlebih dahulu


"Walaikumsalam Pak. Ada yang bisa saya bantu? Saya masih dalam perjalanan ke kantor" jawab Rio dengan cepat menjelaskan posisinya berada


"Saya hanya ingin memberi kabar, saya datang ke kantor mungkin akan sangat siang. Saya sedang menemani istri saya periksa kandungan, jadi saya harap kamu handle pekerjaan saya" ucap Alfath menjelaskan


"Baik Pak" jawab Rio mengerti


Setelah Alfath menutup teleponnya, tiba-tiba seorang suster memanggil nomor antrian Nisa, dan mempersilahkan masuk.


"Antrian 17! silahkan masuk!" ucapnya dengan suara lantang


Nisa dan Alfath kemudian masuk kedalam bersama. Nisa yang masih merasa gugup karena takut berharap-harap lagi, menggenggam tangan suaminya dengan begitu erat, dan sangat dingin tangannya.


Alfath yang dipersilahkan masuk lalu duduk dikursi depan meja dokter, sementara Nisa dibantu suster untuk berbaring di bed pasien.

__ADS_1


"Selamat pagi Pak, Bu" ucap Dokternya dengan ramah


"Saya periksa dulu ya, apa ada keluhan? Apa sudah tespek?" tanya dokter bertubi-tubi


"Belum tespek lagi dok. Saya masih takut hehe" jawab Nisa dengan jujur


Dokter hanya tersenyum dan memaklumi, karena pasangan baru memang takut jadi sangat berharap.


"Keluhannya saya sekarang sering mual muntah dok, apa hanya karena kelelahan karena habis perjalanan" ucap Nisa tidak banyak berharap


"Kita periksa dulu ya Bu" ucap Dokter setelah suster selesai mengoles ultasonic gel di perut bagian bawah Nisa


"Mas, sini" ucap Nisa dengan panik


"Iya sayang" jawab Alfath dengan cepat lalu menghampiri istrinya itu


Nisa yang ingin memegang tangan suaminya lalu dengan cepat meraih tangan suaminya itu, sebelum dokter memulai untuk memeriksa.


"Bu, kapan terakhir menstruasi?" tanya Dokter dengan tatapan terus pada alat USG sembari menekan tombol-tombolnya seraya mengisi data


"Saya menstruasi seminggu yang lalu dok" jawab Nisa


"Baik, saya mulai ya bu" ucap Dokter lalu mengangkat alat untuk ditempelkan di perut Nisa


"Selamat ya bu, Ibu sedang hamil" ucap Dokter dengan wajah tersenyum


Alfath dan Nisa begitu tak menyangka, mereka saling pandang dan hanya terdiam.


"Alhamdulillah, berapa umur janin saya dok?" ucap Alfath begitu bahagia


"Kandungan Bu Annisa sudah memasuki 4 bulan. Tepatnya 14 minggu" jawab Dokter menjelaskan


"Haaah?" ucap Nisa tak percaya


"Saya masih menstruasi seminggu yang lalu. Bahkan 2 bulan kebelakang juga dok" ucap Nisa menjelaskan


"Tapi memang hanya keluar flek sedikit dok, bukan darah yang banyak seperti biasanya" lanjut Nisa


"Iya bu, biasanya itu juga bisa jadi tanda-tanda kehamilan. Kehamilan ibu juga terbilang lemah jika memang seperti itu, saya sarankan tuk banyak istirahat jangan melakukan aktifitas berat dan jangan banyak pikiran" ucap Dokter menjelaskan


"Saya takut dengan keadaan ibu yang sudah mengalami flek-flek gitu, takutnya gampang keguguran karena mudah keluar" lanjut dokter


"Saya minta bantuan dokter, berikan yang terbaik untuk istri dan calon anak saya" ucap Alfath dengan sedih ketika medengar penjelasan dokter tadi

__ADS_1


"Baik Pak. Saya berikan vitamin, dan penguat kandungan yang bagus. Susu ibu hamilnya juga jangan lupa ya diminum sehari 2x" jawab dokter


Nisa dan Alfath kemudian meninggalkan ruangan dokter obgyn, dan menuju apotik untuk menebus resep obat yang diberikan dokter tadi.


"Maaaasss" ucap Nisa dengan suara seperti menahan tangis


"Kuat ya sayang, Mas yakin kalian pasti kuat buat Papa" ucap Alfath sembari mengelus perut Nisa yang memang belum terlihat hamil


Nisa hanya menyandarkan kepalanya pada Alfath. Dalam masalah seperti ini, Nisa selalu tidak bisa menahan diri untuk tidak terlihat sedih, sementara Alfath selalu terlihat tegar walau sebenarnya ia begitu sedih dan juga begitu khawatir.


Setelah selesai membawa obat di apotik. Alfath langsung mengajak Nisa untuk kembali kerumah.


----------------------------


Sesampainya dirumah, Nisa yang terlihat murung dan Alfath dengan wajah berekspresi biasa aja. Membuat Umma yang membukakan pintu jadi bertanya-tanya.


"Sayang kamu kenapa? masih sakit? apa yang sakit?" tanya Umma dengan sangat panik


"Tidak Umma" jawab Nisa lalu memeluk ibunya itu


"Al, kenapa?" tanya Umma pada Alfath dengan penasaran


Alfath mengajak Umma dan Nisa duduk dulu di sofa ruang tamu. Sementara Aba dan Salma langsung mengahampiri.


"Alhamdulillah Umma, Aba. Nisa sedang mengandung anak Alfath. Kandungannya sudah 14 minggu" ucap Alfath menjelaskan


Begitu senang Umma, Aba dan Salma mendengarnya. Tapi mereka masih bingung dengan ekspresi Nisa yang murung.


"Lalu ada apa dengan Nisa?" tanya Aba yang kebingungan melihat anaknya itu


"Kandungan Nisa lemah. Harus dijaga extra" jawab Alftah lalu menundukan pandangannya


"Iya, karena 3 bulan terakhir Nisa memang menstruasi tapi hanya keluar flek saja. Makanya Nisa tidak merasa hamil" jelas Nisa dengan suara lirih


Semua terlihat begitu tak menyangka dengan apa yang terjadi pada Nisa dan Alfath


"Aba yakin kalian pasti bisa melewati ini semua dengan baik" ucap Aba menguatkan


"Iya, bayi kalian akan lahir dengan selamat" ucap Umma yang juga menguatkan


"Selalu berdoa yaaa" ucap Salma


Nisa dan Alfath hanya terdiam dan mengangguk mengiyakan

__ADS_1


__ADS_2