Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 34~


__ADS_3

"kamu kenapa sayang?" tanya Alfath sangat khawatir sembari menghampiri Nisa yang ternyata di wastafel dapur


"gak tau nih mas, aku mual banget barusan tercium aroma parfum dari luar. Sepertinya teman kerja mu itu ya" jawab Nisa sembari mengusap bibinya


"kok begitu ya, kita periksa kedokter saja ya kalau begitu. Kamu sedari kemarin mual terus" ucap Alfath dengan nada paniknya


"tidak usah mas, akunya kan sehat. cuma ini hidung saja lagi tidak bersahabat" jawab Nisa dengan santai


"yakin sayang? kan kamunya sampe mual terus muntah gitu" tanya Alfath lagi-lagi


"yakin mas sayang" jawab Nisa menggoda


"iiih gemes deeeh" ucap Alfath sembari mencubit mesra pipi Nisa


Alfath dan Nisa lalu menuju halaman belakang, Alfath berencana untuk menyelesaikan dulu pekerjaannya, sementara Nisa duduk disamping Alfath, sembari mengacuhkan bau yang terus tercium itu.


"ibu sakit?" tanya Lia sangat perhatian


"tidak, saya tidak apa-apa" jawab Nisa sembari membalas memegang tangan Lia


"apa perlu kita panggilkan dokter bu? pak?" ucap Rio

__ADS_1


"istriku hanya mual sangat mencium bau parfum yang terhembus angin masuk kedalam, terus mual juga saat mencium tangannya yang bau bawang. eh satu lagi, katanya juga mual saat minum air putih hangat, rasanya beda katanya" jelas Alfath sembari memperhatikan wajah istrinya


"apa istri bapak sedang hamil?" jawab Lia menerka-nerka


"masa sih? orang hamil begitu?" tanya Alfath penasaran


"iya pak, dulu juga saya begitu" jawab Lia menjelaskan karena Lia adalah ibu dari satu anak


"tapi kami menikah baru 5 hari, mbak" jawab Nisa dengan cepat


"bisa saja bu, misalnya kan ibu menikah dengan pak Alfath setelah haid lalu menikah dan melakukan hubungan badan jadi ada pembuahan" jelas Lia pada Nisa


Nisa lalu berpikir, benar saja ia sebelum menikah dengan Alfath sudah mengeluarkan darah haid, dan setelah berhenti tiga hari dari haid menikah dengan Alfath dan sudah melakukan hubungan intim dengan suaminya itu.


"apa sudah selesai mas? ayo kita makan dulu" tanya Nisa pada suaminya.


"sudah, ayo Rio, Lia kita makan siang dulu saja" ajak Alfath pada tamunya itu


Mereka semua menuju meja makan, semua sudah terhidang, tercium juga aroma wangi masakan itu. Nisa yang juga menciumnya jadi merasa sangat lapar. Nisa yang sudah sangat lapar itu lalu menyendoki Nasi dan lauk untuk suaminya, lalu untuk dirinya, diikuti oleh Rio dan Lia yang juga tak sabar untuk mencicipi masakan Nisa.


"silahkan dimakan" ucap Alfath pada Rio dan Lia

__ADS_1


"maaf ya makannya seadanya begini" ucap Nisa lagi-lagi pada tamu suaminya itu


Mereka semua makan dengan sangat lahap, hingga yang terdengar hanya decitan sendok dan garpu saja. Rio merasa sangat enak jamuan makan ini, belum pernah ia merasakan masakan yang enak begini, begitu juga dengan Lia.


Alfath juga suami Nisa sendiri merasakan hal yang sama, ini pertama kalinya Nisa memasak untuk suaminya seorang diri, karena sewaktu dirumahnya Nisa selalu dibantu oleh Umma.


"enak banget sayaaang makanannya" ucap Alfath pada Nisa setelah makannya menambah menjadi 2 porsi


"kamu bisa aja mas" jawab Nisa dengan malu-malu


"betul bu, enak banget makanannya" ucap Lia yang juga memuji


"biasa aja ah mbak, ayo nambah dong" jawab Nisa pada Lia dan menawarkan makan lagi


"sudah kenyang bu, terimakasih. Kayaknya kalau masih muat saya makan lagi" jawab Lia pada Nisa sembari tertawa kecil


Akhirnya makan siangpun selesai. Lia membantu Nisa membereskan meja makan, Lia merasa tidak enak kalau harus tuan rumahnya itu juga yang membereskan.


"tidak usah mbak, biarkan saya saja" ucap Nisa mencegah


"tidak apa-apa bu. Ibu jangan terlalu kecapean ya" jawab Lia perhatian

__ADS_1


Lalu Lia membantu membawakan piring kotor kedapur


__ADS_2