Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 130~


__ADS_3

Nisa sebenarnya melihat ketika Alfath suaminya itu disapa oleh seorang wanita bule yang mengulurkan tangannya yang hendak bersalaman itu.


"Mas, siapa wanita tadi? Sepertinya aku baru melihatnya..." ucap Nisa sebenarnya tidak dengan perasaan cemburu karena ia melihat jelas bahwa suaminya begitu menjaga jarak


"Itu sahabatnya Shaina, sayang..." jawab Alfath dengan lembut pada istrinya itu


"Oh pantas saja aku baru melihatnya, aku kira saudara dari Papa yang belum pernah aku temui.." ucap Nisa dengan santainya


"Oh bukan sayang.." jawab Alfath singkat


Sebenarnya Alfath tak ingin membahas lagi soal wanita bule tadi, karena takut membuat Nisa nantinya cemburu.


Kini waktunya para tamu undangan untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan.


Nisa dan Alfath beriringan bersama untuk mengambil makanan yang disediakan.


Lagi-lagi kedua wanita bule, sahabat Shaina itu mengincar Alfath. Mereka sama-sama penasaran dengan Alfath, walaupun mereka tau Alfath sudah beristri dan sedang menggandeng istrinya. Lagi-lagi dengan keberanian kedua wanita bule itu mendekati Alfath.


"Hay ka Alfath.." ucap kedua wanita bule itu bersamaan


Alfath yang sedang menggandeng Nisa itu hanya senyum sinis mendengar sapaan mereka berdua. Sudah Alfath duga bahwa keduanya hanya penasaran dan ingin menggoda rumah tangganya.


"Halooo... Cathrine, Halooo Mola.." ucap Alfath balik menyapa


"Kenalkan ini istri saya.." lanjut Alfath dengan begitu percaya diri


"Halooo.... aku Cathrine.." ucap Cathrine


"Halooo aku Mola" ucap Mola mengikuti mengenalkan diri setelah Cathrine

__ADS_1


Kemudian Alfath menggandeng tangan Nisa, berlalu meninggalkan kedua wanita bule muda itu. Sebenarnya Alfath ingin membuat kedua wanita itu mengerti bahwa tidak lagi bisa menggoda pria beristri.


"Kok buru-buru sih Mas?" tanya Nisa polos


"Kamu harus segera duduk sayang, biar gak lelah.." jawab Alfath beralasan


"Mas kan mereka sedang menyapa Mas..." ucap Nisa dengan polosnya


"Aku tak suka sayang, mereka terlihat sebagai wanita pengganggu, Mas rasa..." jawab Alfath mengeluhkan kerisihannya


Kini Nisa mulai mengerti, sebenarnya suaminya itu begitu menjaga perasaan dirinya sebagai istrinya. Nisa yang mendengar jawaban Alfath lalu tersenyum bahagia, dan semakin melekatkan tangannya seraya bergandengan terus menerus.


Nisa dan Alfath makan bersama disebuah meja dan kursi yang sudah disiapkan khusus untuk semua keluarga terdekat. Setelah selesai dengan menghabiskan makanan mereka, Nisa dan Alfath masih duduk disana dan berbincang-bincang. Tiba-tiba dua orang, sepasang suami istri yang juga sepupu Alfath datang menghampiri ke meja makan dimana ada Alfath juga Nisa.


"Hallooo Al, how are you?" ucap Sam sepupu Alfath asli Inggris


"Baik.. Baik.. kami sangat baik.." jawab Sam dengan begitu sumringah karena senang bisa bertemu lagi dengan Alfath


"Istri mu sedang hamil tua yaa?" lanjutnya bertanya setelah duduk disamping Alfath


"Iya Alhamdulillah, sudah memasuki bulannya. Tinggal menunggu hari saja.." jawab Alfath dengan senang


"Ini istri mu?" tanya Alfath pada Sam, karena Sam begitu sering bergonta ganti perempuan


"Hehe iya broo... kenalkan namanya Valerie" ucap Sam mengenalkan


Valerie perempuan bule dengan dress membentuk lekuk tubuh, rambut pirang panjang tergerai, menyodorkan tangannya seraya bersalaman.


"Valerie..." ucapnya mengenalkan dirinya

__ADS_1


Lagi-lagi Alfath begitu menjaga jarak dengan perempuan lain. Hanya Nisa yang menerima jabatan tangan Valerie.


"Saya Alfath sepupu Sam.." ucap Alfath sembari menguncupkan kedua tangannya


"Annisa.. Istri Mas Alfath" ucap Nisa lalu berjabatan tangan dengan Valerie.


Alfath kemudian menceritakan perjalanan rumah tangganya dengan Nisa, juga tentang kejadian kemarin karena Sam sempat mendengar dari Shaina bahwa Alfath sedang merawat istrinya dirumah sakit. Sam mendengarkan cerita Alfath dengan begitu merasa iba dengan itu semua, tidak dengan Valerie. Terlihat jelas ia begitu biasa saja saat mendengar semua cerita itu.


"Astaga.. Semoga Tuhan selalu melindungi kalian semua, dan anak mu lahir dengan selamat" ucap Sam dengan rasa iba pada Nisa juga Alfath


"Aaammmiinnnn.." ucap Nisa mengaminkan ucapan Sam


"Aaaammmmiinnn terimakasih yaaa Sam.." ucap Alfath yang juga mengaminkan ucapan Sam


"Kok bisa kehamilan mu sampai banyak rintangannya begitu?" ucap Valerie tiba-tiba


"Kehamilan saya memang sudah divonis dokter lemah.." jawab Nisa dengan jujur memberitahu


"Oh begitu. Berarti memang ada yang salah dengan kamu sebelumnya!" ucap Valerie dengan nada begitu jutek


Nisa hanya terdiam, tak bisa berkata-kata. Perasaannya yang mudah naik turun itu, begitu tersinggung ketika mendengar ucapan Valerie itu. Alfath yang juga mendengarnya begitu merasa marah, apa maksudnya wanita itu mengatakan begitu. Sam yang mulai merasa situasi sudah mulai tidak nyaman akibat perkataan kekasihnya itu, tiba-tiba memutuskan untuk pergi meninggalkan Alfath dan Nisa.


"Kami permisi dulu yaaa, ingin menemui keluarga yang lain.." ucap Sam tiba-tiba sembari berdiri dari duduknya dan menarik tangan kekasihnya itu untuk segera berdiri dan beranjak


Valerie yang merasa malu karena sikap Sam yang terlihat kasar didepan sepupunya itu, langsung berdiri dan berlalu meninggalkan meja makan Nisa dan Alfath begitu cepat, jalan mendahului Sam.


"Maafkan perkataannya ya Al, Annisa.." ucap Sam saat kembali berbalik pada Alfath dan Nisa


Nisa langsung mengangguk mengiyakan walau tidak berkata-kata. Sementara Alfath hanya terdiam, bungkam tak sepatah katapun.

__ADS_1


__ADS_2