
Mbok Iyem tidak perlu repot-repot memberitahu tentang data diri Nisa, karena kebetulan di rumah sakit sudah ada data diri Nisa dan riwayat berobatnya.
Suster yang melihat Mbok Iyem sangat memohon untuk menghubungi Alfath, dengan sigap menghubungi Alfath dengan telepon rumah sakit.
"Hallooo selamat siang, apa betul ini dengan Pak Alfath?" ucap seorang suster setelah panggilan teleponnya diterima Alfath
"Iya selamat siang. Iya betul, saya sendiri" jawab Alfath dibalik telepon
"Saya ingin memberihatu, bahwa di rumah sakit Kasih Medika ada pasien atas nama Bu Annisa Khumaira Rasyid, dan sekarang sedang ditangani di ruang UGD. Saya harap Bapak bisa segera datang" ucap Suster itu menjelaskan
Alfath sangat cemas dan tidak bisa berkata-kata lagi. Ia langsung menurunkan ponsel dari telinganya.
Rio yang melihat Bosnya itu sedang mengangkat telepon dan berekspresi seperti orang kaget, dan sangat khawatir itu dengan sigap menghampiri bosnya dengan dekat.
"Pak, bapak kenapa? Ada apa?" tanya Rio yang berubah jadi cemas
"Antar saya ke Rumah Sakit" jawab Alfath dengan cepat dengan wajah tetap datar dan terburu-buru
Rio tidak berani banyak tanya, karena sudah jelas Bosnya itu sedang terburu-buru.
Dengan cepat Rio mengeluarkan mobil Alfath dari parkiran, diikuti Alfath yang sudah tak sabar.
Sewaktu diperjalanan Alfath sangat merasa cemas, pikirannya tak karuan, pandangannya terus kedepan.
"Ayo lebih cepat lagi..." ucap Alfath dengan tegas
"Ini sudah cepat Pak, kita tetap harus berhati-hati Pak" jawab Rio dengan hati-hati
"Siapa yang sakit Pak?" tanya Rio karena masih penasaran.
__ADS_1
"Istri saya masuk UGD, Rio" jawab Alfath dengan suara sangat lirih
Terlihat ekspresi Alfath, menahan air matanya agar tidak jatuh. Rio yang mendengar jawaban Alfath, dengan rasa ikut cemas lalu menambah sedikit kecepatan mobil yang ia kemudikan.
Tak begitu lama, Alfath dan Rio sampai di Rumah Sakit. Alfath langsung turun seorang diri di depan pintu masuk, Rio masih harus mencari tempat untuk memparkirkan mobilnya.
Alfath berjalan dengan cepat mencari ruang UGD. Terlihat Mbok Iyem yang juga sedang cemas, mondar mandir didepan pintu ruang UGD.
"Mbok, bagaimana keadaan istri saya?" ucap Alfath pada Mbok Iyem
"Mbok belum tahu, Pak. Bu Annisa masih di periksa dokter" jelas Mbok Iyem
"Kenapa istri saya bisa masuk UGD Mbok?" tanya Alfath ingin tahu
"Tadi sekitar jam 10 pagi Mbok menawarkan cemilan pada Bu Annisa, sesuai intruksi Bapak. Tapi Bu Annisa menolak, ia sudah pesan bakso dan Mie Ayam" jawab Mbok Iyem menjelaskan
"Terus pesanannya lama sekali datangnya, dan Bu Annisa sudah mengeluh lapar. Mbok tawari lagi cemilan tapi tetap tidak mau. Setelah menghabiskan bakso dan mie ayam nya Bu Annisa langsung muntah-muntah pak, lalu tak sadarkan diri" tambah Mbok Iyem menjelaskan lagi
"Maafkan Mbok, Pak" ucap Mbok Iyem menyesal
"Ini bukan salah Mbok. Mbok doakan saja istri dan calon anak kami ya" jawab Alfath dengan senyum tipis, menenangkan Mbok Iyem
Rio datang menghampiri Alfath dan Mbok Iyem yang sedang didepan ruang UGD.
"Bagaimana keadaan Bu Annisa, Pak?" tanya Rio pada Alfath
"Saya belum dapat kabar, Rio. Doakan istri juga calon anak saya yaaa" jawab Alfath lirih
"Insyaallah Bu Annisa dan janinnya pasti baik-baik saja Pak, semoga Allah melindungi kami semua" ucap Rio menenangkan Bosnya itu
__ADS_1
"Aaammmiinnn aaammmiinnnn" jawab Alfath
Kemudian Rio duduk di kursi ruang tunggu UGD, sementara Mbok Iyem dan Alfath masih saja mondar mandir dengan cemasnya.
Tak lama, 2 orang dokter keluar dari ruang UGD, dan suster yang mendorong bed dimana Nisa berbaring untuk memindahkan Nisa ke ruang perawatan.
"Dok, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Alfath dengan tak sabar, sembari menghampiri dokter yang keluar dari ruang UGD
"Bu Annisa hanya mengalami asam lambung, akibat mual muntah yang hebat jadi dehidrasi, dan daya tahan tubuhnya tidak kuat makanya sampai tak sadarkan diri" jelas seorang dokter umum
"Bagaimana dengan keadaan janin dalam kandungannya dok?" lagi-lagi tanya Alfath panik
"Nanti saya jelaskan di ruangan ya Pak" jawab seorang dokter SpOG.
Alfath mengangguk mengerti, karena ia sudah melihat Nisa didorong keluar dari ruang UGD hendak dipindahkan. Dengan khawatir Alfath menghampiri istrinya itu.
"Sayang, bertahanlah. Kuat ya kalian" ucap Alfath sembari memegang tangan Nisa.
Tak terhankan lagi, air matanya menetes saat melihat kondisi istrinya itu.
"Permisi Pak, kami akan memindahkan dulu istri Bapak ke ruang perawatan yaaa" ucap seorang suster dengan sangat ramah
Alfath mengangguk mengerti, sembari menjauh sedikit dari Nisa.
Tiba-tiba seorang suster yang baru keluar dari ruang UGD, langsung menghampiri Alfath.
"Keluarga Bu Annisa?" tanya suster pada semua yang berada di depan ruang UGD
"Ini suaminya" jawab Rio cepat karena ia tahu bosnya sedang bersedih
__ADS_1
"Silahkan diurus biaya administrasinya dulu ya Pak" ucapnya memberitahu
Kemudia Rio dengan cepat mengambil keputusan untuk ia yang melunasi administrasi, dan membiarkan Alfath dan Mbok Iyem untuk mengikuti keruang perawatan Nisa.