Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 136~


__ADS_3

Mbok Iyem tiba di dapur, lalu membuatkan 2 gelas minuman dan disimpan diatas nampan.


"Mbok, Rio sudah datang?" tanya Nisa tiba-tiba saat menoleh ke arah Mbok Iyem


"Iya Bu.." jawab Mbok Iyem cepat


"Biar saya saja yang antarkan minuman itu, sekalian mau ke kamar Arka. Takutnya dia nangis, Ayahnya pasti akan membahas pekerjaan sama Rio" jelas Nisa panjang lebar sembari hendak mengambil alih nampan itu


"Baik Bu..." jawab Mbok Iyem lalu menyimpan kembali nampan itu diatas meja dan beralih membereskan dapur bekas masak Nisa


Nisa berjalan perlahan menuju ruang tamu, sebenarnya ia begitu penasaran ada masalah pekerjaan apa, kok sampai-sampai suaminya tadi melamun seperti itu.


Tapi hanya terdengar obrolan biasa dari kejauhan.


"Untuk uang pembangunan sudah di transfer DP nya dulu paaa.." ucap Rio membahas proyek pembangunan yang baru di tempat baru juga


"Oh kalau gitu segerakan selesai sketsa dan rinciannya.." jawab Alfath


Itu adalah potongan obrolan yang terdengar oleh Nisa sewaktu berjalan akan memberi minuman.


Saat sampai diruang tamu, Nisa langsung menghidangkan minuman itu untuk tamu suaminya juga suaminya itu.


"Terimakasih banyak Bu.. maaf merepotkan" ucap Rio karena tidak enak hati jadi istri bosnya ini yang memberi minuman


"Tidak repot kok.. silahkan yaa" jawab Nisa, kemudian mempersilahkan


Rio hanya mengangguk mengiyakan.


"Sayang, mas dan Rio akan membahas pekerjaan di ruang kerja yaaa..." ucap Alfath pamit pada istrinya


"Iya mas.. nanti waktunya makan siang segeralah turun" jawab Nisa


"Iya sayang.." ucap Alfath mengerti


Lalu Alfath dan Rio berjalan menuju tangga untuk keruangan kerja Alfath, minuman yang dihidangkan Nisa kemudian Rio bawa keduanya menggunakan dua tangannya. Alfath terlihat terburu-buru hendak naik ke atas, mendahului Rio. Sesampainya diruang kerja Alfath langsung masuk kedalam di ikuti oleh Rio, kemudian pintu kedap suara itu tertutup rapat kembali.

__ADS_1


"Ada yang ingin saya tunjukan ke kamu.." ucap Alfath sembari menyalakan laptopnya


Rio terlihat tidak sabar dengan maksud bosnya itu. Saat laptop sudah nyala, Alfath dengan cepat membuka apa yang tadi ia lihat.


Lalu menunjukannya pada Rio.


"Ya Allah.. kok bisa sih.." ucap Rio setelah beberapa lama membaca yang ditunjukan oleh bosnya itu


"Bagaimana kalau istri saya tahu? Bagaimana kalau keluarga istri saya tahu semua ini... Harus bilang apa saya.." ucap Alfath dengan nada begitu panik


"Harus di beri kejelaskan ini Pak.. Tidak bisa di diamkan terus.." ucap Rio sembari menatap layar laptop yang menyala itu


"Takutnya menghancurkan urusan pribadi Pak Alfath.." lanjut Rio menekankan


"Kamu benar.." jawab Alfath


"Saya mau kamu urus ini semua..." lanjut Alfath


"Baik Pak.. Bapak mau saya langsung mendatangi kantor berita gosip ini apa gimana?" tanya Rio


"Sebaiknya kamu konsultasi dulu dengan pengacara saya, selanjutnya yang saya mau pembersihan nama saya, dan kejelasan soal hubungan saya dengan wanita nakal itu" jawab Alfath panjang lebar


"Ok baiklah terimakasih ya kamu sudah siap membantu saya" jawab Alfath dengan berterimakasih


"Sama-sama Pak.. Inikan memang tugas saya" jawab Rio


Kemudian Alfath dan Rio terdiam untuk menikmati segelas sirup segar yang dibuat Mbok Iyem tadi.


"Kamu makan siang dulu lah disini.." ucap Alfath sembari menuruni anak tangga


"Tidak usah Pak, tidak apa-apa. Merepotkan saja.." jawab Rio dengan sopan


"Eeehh tidak apa-apa, ini kan sudah jam makan siang.." ucap Alfath


Tiba-tiba Nisa datang dan hendak ke ruang makan

__ADS_1


"Iya, makanlah dulu bersama kami.." ucap Nisa dengan ramahnya


Rio yang tidak bisa menolak, kemudian mengikuti langkah Alfath menuju ke ruang makan, dan duduk disamping bosnya itu.


"Mbok... maaf tolong temani sijagoan dulu ya di kamar.." ucap Nisa pada Mbok Iyem


"Baik Bu..." jawab Mbok Iyem dengan cepat dan sangat mengerti


Makan siangpun berlangsung, Rio sebenarnya malu setiap kali kerumah bosnya selalu diajak untuk makan bersama.


Hingga selesai makan, tidak ada sepatah katapun dan obrolan antara mereka bertiga.


"Oh iya, Rio jika perlu saya untuk urusan itu, segera hubungi saya.." ucap Alfath tiba-tiba


"Baik Pak, saya atur dulu semuanya.." jawab Rio setelah meneguk air minum miliknya


Alfath hanya mengangguk, mengiyakan. Nisa masih sibuk membereskan makanan, jadi tidak terlalu menghiraukan obrolan suami dengan asistennya itu.


Tak lama Rio berpamitan untuk segera kembali ke kantor, sementara Alfath langsung ke Mushola untuk sholat dzuhur, dan Nisa langsung ke kamar untuk melihat jagoannya.


Diperjalanan Rio menyetir sambil memasang earphone di telinganya, hendak menghubungi Pak Maruar sang pengacara pribadi Alfath.


"Halooo Pak.. ini saya Rio" ucap Rio terlebih dulu


"Saya ingin berkonsultasi dan meminta bantuan untuk permasalahan Pak Alfath.." lanjut Rio langsung


"Baiklah datang ke kantor saja" jawab Pak Maruar dengan cepat


Rio melajukan mobilnya dan mengambil jalur berbeda dari jalan arah kekantornya, kini ia melajukan ke arah kantor Pak Maruar.


Sesampainya di kantor Pak Maruar, Rio langsung masuk kedalam ruangan Pak Maruar, ia sudah menunggu kedatangan Rio.


"Begini Pak, Pak Alfath sangat terganggu dengan pemberitaan namanya di sebuah akun gosip" ucap Rio menjelaskan sembari memberikan bukti yang Alfath berikan


"Waaahhh... ya kalau ini namanya pencemaran nama baik. Karena memang Pak Alfath dan Mawar tidak ada hubungan, ini juga bisa dibilang berita hoax.." ucap Pak Maruar memberi tanggapan atas berita itu

__ADS_1


"Iya Pak, Pak Alfath begitu terganggu.." jawab Rio


"Pak Alfath ingin berita ini dihapus, tapi harus ada pembersihan namanya lagi" lanjut Rio menjelaskan mau dari bosnya itu


__ADS_2