Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 140~


__ADS_3

Alfath dan Nisa kini bisa bernafas lega, lagi-lagi Mawar sang wanita yang selalu mencoba menghancurkan kebahagiaan Alfath dan Nisa itu kini harus merasakan dinginnya tembok penjara. Belum lagi kondisi Mawar yang cacat, tidak bisa lagi menggerakan kaki kanannya, dan kini sikisnyapun terganggu.


"Kali ini kamu benar-benar harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan kamu!!" ucap Ibu Mawar ketika menengok Mawar dalam jeruji besi itu.


Kali ini tak ada niatan dari sang Ibu untuk membantu meringankan hukuman Mawar, kali ini perasaan Ibu dari Mawar pun sudah sangat pasrah biarkan hukum yang berjalan dan hanya mengharapkan agar putrinya kini bisa benar-benar bertaubat.


--------------


Alfath sangat menikmati hidupnya sekarang. Ia sudah mengajak istri juga anaknya untuk sekedar pulang ke Inggris walau hanya seminggu, setidaknya ia sudah memperkenalkan kota kelahirannya, dan asal keluarga besarnya itu.


Kegiatan Alfath kini tidak terlalu disibukan dengan urusan kantor, ia lebih banyak waktu menghabiskan waktu dirumah.


Sehari-hari kegiatan Alfath adalah pergi ke kantor dan bekerja dari jam 8.00 pagi hingga jam 14.00 siang, selebihnya waktu ia habiskan bersama istri juga anaknya.


Alfath sangat menikmati perannya sebagai Ayah, ia begitu senang ketika harus membantu istrinya untuk memandikan, mengganti popok, juga sekedar mengayun-ayun dalam dekapan hangat tubuhnya agar Baby Arkana dapat tidur terlelap. Setiap malam setelah sholat isya, Alfath pun tak lupa selalu menyempatkan diri untuk berolahraga malam di ruang gym yang ia miliki di lantai 2 rumahnya itu. Kegiatan Alfath selalu berulang begitu setiap harinya.


Baby Arkana kini tepat berusia 3 bulan, Alfath yang begitu menyayangi buah cinta bersama istrinya itu, tidak pernah melewatkan tumbuh kembangnya dari hari kehari.


Waktu sudah memasuki magrib, setelah Sholat berjamaah, Alfath membantu Nisa untuk menidurkan anaknya itu dalam dekapannya. Setelah dirasa pulas, Alfath menidurkan putranya di atas kasur.


"Sayang, tumbuhlah jadi anak sholeh, jagoan ayah dan ibu yaaa.." ucap Alfath berbisik dengan lembut ditelinga mungil Baby Arkana


"Iya ayah.." jawab Nisa seolah-seolah mewakilkan putranya itu


"Harus jadi anak yang bertakwa juga ya sayang, kamu adalah harapan besar ayah dan ibu pokoknya.." lagi-lagi ucap Alfath penuh harap


"Harus ajak Ayah dan Ibu ke Syurganya Allah, kamu adalah penolong Ayah dan Ibu pokoknya.." lanjut Alfath dengan mata yang mulai berkaca-kaca


"Insya Allah kita semua berkumpul di syurganya Allah ya Mas.." jawab Nisa sembari menghampiri suami dan anaknya itu


Nisa dan Alfath duduk berdekatan, Nisa yang bermanja dengan menyenderkan badannya diatas badan Alfath, Alfath yang memeluk tubuh Nisa dari belakang, lalu mereka berdua memandangi wajah jagoan kecilnya yang sudah terlelap itu.


"Arkana tumbuh dengan sangat baik, membuat ayah selalu rindu kalau berjauhan" ucap Alfath ditelinga Nisa


"Iya Mas.. Arka sekarang sudah bisa tersenyum, bahkan tertawa mengeluarkan suara juga..." jawab Nisa yang begitu senang melihat perkembangan anaknya


"Iya sayang, bikin ayah gemas terus liatnyaaa..." ucap Alfath sembari sedikit membelai pipi anaknya itu


Setelah sholat isya, Alfath memutuskan untuk berolahraga sebentar, sementara Nisa langsung tertidur disamping putranya itu.

__ADS_1


Alfath berolahraga menghabiskan waktu 1jam, setelah itu ia turun kebawah dan kedapur untuk mengambil air minum.


"Mbok belum tidur..." ucap Alfath ketika berpapasan dengan Mbok Iyem dalam dapur


"Belum Pak.. Saya sudah merapikan piring" jawab Mbok Iyem dengan jujur


"Bapak sudah berolahraga ya? Biar Mbok ambilkan minumnya.." lanjut Mbok Iyem dengan cepat, lalu menuangkan air putih kedalam gelas tinggi lumayan penuh


Alfath yang sedang duduk dimeja makan, lalu meneguk air yang diberikan Mbok Iyem hingga habis tak tersisa. Peluh yang bercucuran didahi Alfath pun masih jelas terlihat, baju kaos putih tipis itu pun terlihat basah oleh keringat.


"Terimakasih ya Mbok.." ucap Alfath sembari menaruh gelas diatas meja


"Ya sudah, sekarang sudah malam Mbok.. Mbok lebih baik segera tidur beristirahat, pekerjaan rumah itu tidak akan pernah ada beresnya, biar besok aja.." lanjut Alfath mengkasihani Mbok Iyem


"Baik Pak.. Kalau begitu Mbok permisi masuk kedalam kamar dulu" jawab Mbok Iyem berpamitan


Alfath hanya mengangguk, lalu ia masih duduk bersantai sebentar untuk menghilangkan rasa gerah panas ditubuhnya akibat capek berolahraga. Setelah dirasa, rasa panas dalam tubuhnya hilang, Alfath segera masuk kedalam kamarnya dan langsung mandi untuk membersihkan tubuh yang penuh peluh itu.


Tiba-tiba Nisa terbangun, ia mendengar suara air berjatuhan layaknya yang sedang mandi didalam toilet kamarnya itu, lalu ia melirik jam ternyata jam menunjukan pukul 10.00 malam.


"Pasti Mas Alfath mandi setelah berolahraga.." ucap Nisa dengan pelan


Nisa terjaga untuk menunggu Alfath selesai dari mandinya. Tak begitu lama, Alfath keluar dari toilet dengan handuk putih dililitkan dipinggangnya.


"Biar gak bau acem sayang.." jawab Alfath dengan santai, sembari memilah baju yang ada di dalam lemari miliknya


"Ya sudah cepat tidur, sudah larut malam banget ini Mas, aku gak mau kamu sakit.." ucap Nisa dengan cemasnya


"Siap sayangku cintaku.." jawab Alfath sedikit menggoda


Alfath lalu membaringkan tubuhnya disamping anaknya dan berhadapan dengan Nisa. Tangan Alfath lalu membelai pipi istrinya itu dengan sangat lembut, lalu menggenggam tangan istrinya sehingga seperti melingkari Baby Arkana, lalu Alfath terlelap.


Nisa dan Alfath seperti biasa terbangun disepertiga malam untuk melaksanakan sholat malam. Seperti biasa, Nisa selalu membiarkan Alfath sholat terlebih dahulu, karena dirinya selalu mengASIhi dulu putranya yang ikut terjaga disetiap waktu itu.


Setelah selesai Alfath langsung naik kembali keatas kasurnya, dan masih ada Nisa yang baru selesai menyusui putra mereka itu.


"Kok tiba-tiba dada ini terasa aga panas yaaa..." ucap Alfath mengeluhkan, sembari memegangi dadanya


"Tuhkan.. makanya jangan selalu olahraga malam, kebiasaan jadi mandi malam terus juga..." jawab Nisa sedikit mengomel

__ADS_1


"Iya sayang, janji gak akan lagi deeehhh.." jawab Alfath


"Besok pagi kita konsultasi ke dokter ya Mas.. aku gak mau kamu sakit, kenapa-kenapa" ucap Nisa dengan cemberut, begitu khawatir


"Aku sehat dan baik-baik saja sayang.." jawab Alfath meyakinkan


"Pokoknya besok kita tetep ke dokter!" ucap Nisa yang begitu cemas


"Ya sudah aku sholat malam dulu.." lanjut Nisa lalu berlalu meninggalkan kasur dna hendak ke toilet sembari membetulkan ikat rambutnya


Nisa sholat seperti biasa, Alfath mulai terlelap kembali disamping putranya, sembari memeluk putranya itu.


Nisa kembali keatas kasur, yang ia lihat suaminya sudah tertidur kembali.


"Mas kamu kok tumben gak tungguin aku.." ucap Nisa perlahan


Alfath tak ada jawaban sedikitpun, tak ada respon tubuh apapun.


"Mas kamu baik-baik saja kan?" lagi-lagi ucap Nisa penasaran kok secepat ini suaminya langsung tertidur pulas padahal biasanya selalu menunggu dirinya sholat malam, baru tidur bersama lagi.


"Mungkin Mas Alfath begitu kelelahan kali yaaa, makanya langsung nyenyak gitu.." ucap Nisa lagi-lagi, sembari membelai pipi suaminya itu.


Nisa memandangi wajah suaminya dalam-dalam, ia merasa aneh mengapa malam ini sangat berbeda, suaminya pun langsung sangat pulas begitu. Tangan lembut Nisa membelai semua area wajah tampan suaminya itu, daaannn Nisa mulai merasa aneh, mengapa tidak ada hembusan nafas dari hidung suaminya.


"Mas... Mas.. Mas bangun mas... jawab Aku mas.. kamu baik-baik saja kaaan?" ucap Nisa mulai panik dengan keadaan suaminya.


"Mas... Mas... Bangun dulu Mas... jawab aku Mas.." lagi-lagi ucap Nisa sembari turun dari kasur dan menghampiri suaminya itu yang terhalang oleh baby Arkana.


Tak ada respon apapun dari Alfath, ia terlihat seperti tertidur dan sangat pulas.


"Mas kamu kenapa... Mas... Bangun dulu mas.. jawab aku mas..." ucap Nisa dengan air mata yang mulai menetes deras


Lagi-lagi tak ada respon apapun dari Alfath, Alfath hanya terdiam, terbujur kaku dalam pejaman matanya.


Nisa yang begitu cemas, lalu berteriak memanggil Mbok Iyem.


"Mbokk... tolong Mbok... toloooonnggg..." teriak Nisa dengan kencang, sembari air mata yang bertumpah ruah tak tertahankan


Mbok Iyem yang kebetulan baru selesai sholat malam pun mendengarnya, dan dengan cepat menghampiri Nisa walau masih dengan mukena yang menempel di kepalanya.

__ADS_1


"Ada apa Bu?.." ucap Mbok Iyem dengan panik


Nisa langsung menarik tangan Mbok Iyem sembari berlari dan membawanya kedalam kamar.


__ADS_2