Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 77~


__ADS_3

Alfath sembari membaringkan tubuhnya, ia membuka ponselnya untuk melihat semua laporan pekerjaan yang dikirimkan oleh Rio dan Lia dari Indonesia. Lalu ia mempelajari semua dokumen melalu email itu. Ia begitu senang, karena ini adalah kali pertama ia meninggal perusahaannya dengan waktu yang sangat lama, tapi semua laporan tidak ada masalah.


Umi yang memutuskan untuk tidur bersama Nenek, juga sedang beristirahat dikamar Nenek, sembari berbincang-bincang.


"Mak tak percaya, Alfath dapatkan istri dari keluarga pesantren itu" ucap Nenek masih tak percaya


"Iya Mak, Alhamdulillah" jawab Umi yang sedang membaringkan tubuhnya


"Saya juga sangat tak menyangka, keluarga Annisa adalah keluarga terpandang, Agamanya baik. Tak seperti keluarga Alfath dari Papanya yang tak semuanya Muslim" lanjut Umi


"Iya, mungkin ini adalah cara Allah untuk menyempurnakan keluarga kita" jawab Nenek begitu senang


"Iya Mak, aaammmiinnn" jawab Umi


"Annisa sewaktu di London, ia menerima perlakuan tak menyenangkan, Shaina yang memberi tahu" ucap Umi seraya menceritakan kejadian kemarin


"Astagfirullah, kasian sekali anak itu" jawab Nenek yang mendengar ceritanya


"Padahal Annisa wanita yang sangat sholeha" tambah Nenek


"Iya Mak, mereka begitu mungkin karena belum mengenal sosok Nisa" ucap Umi


Sementara itu dikamar Alfath, Nisa baru saja selesai dari mandinya. Rambut hitam panjangnya digulung oleh handuk, hingga terlihat lehernya yang begitu putih dan jenjang. Tapi Nisa sudah berganti pakaian, tetap dengan dress panjang serba menutupnya itu, Nisa duduk dimeja rias dan menggunakan hand and body untuk tangan dan kakinya. Tak lama Umi mengetuk pintu, seraya ingin masuk kedalam kamar.


"Masuk saja Umi" ucap Alfath


Nisa bingung, karena malu. Ini kali pertamanya ia tak menggunakan cadar dan kerudungnya dihadapan Umi. Tapi ia tahu Umi sesama wanita, dan juga ibu mertuanya, ibu dari suaminya.


"Kalian sudah beristirahat?" tanya Umi sembari menutup pintunnya kembali.


Ternyata Umi datang bersama Nenek, yang juga hendak ingin melihat cucu menantunya itu.


"Masya Allah cantiknya" ucap Umi dan Nenek serempak

__ADS_1


Nisa hanya tersipu malu, Alfath yang sedang berbaring langsung memperhatikan.


"Iya dong, istrinya Alfath" ucap Alfath menggoda sembari bangun dari tidurnya


"Ihhh mas ini" ucap Nisa semakin malu


"Nisa malu Umi, Nenek" lanjut Nisa


"Kamu begitu cantik nak, pantas saja Alfath begitu mencintai kamu" ucap Umi menggoda


"Umi bisa aja" jawab Nisa cepat


"Iya dong, mana pintar masak juga, manjain suami" ucap Alfath lagi-lagi menggoda


"Masss maluuu" ucap Nisa


Nisa yang tersipu-sipu lalu dengan cepat melepas handuknya dan menyisir rambutnya, dan dengan cepat menggunakan jilbab dan cadarnya.


"Kalau begitu, Nenek ingin coba makanan Indonesia buatan Annisa" ucap Nenek tiba-tiba


"Boleh, Nek. Mau dimasakan apa?" jawab Nisa dengan lembut


"Apa saja" jawab Nenek cepat


"eh eh makanan kesukaan Alfath saja" tambahnya


"Boleh Nek" jawab Nisa lagi


"Ok siap, Alfath dan Nisa yang akan memasakan untuk Umi, Nenek dan Ma'ci Laila" ucap Alfath


Lalu mereka semua keluar bergantian dari kamar, Nisa dan Alfath langsung menuju dapur, sementara Umi dan Nenek menuju halaman belakang, dimana sedang ada Laila yang beberes setelah menyetrika baju.


"Ada apa nih suara bising-bising" ucap Laila sembari tersenyum

__ADS_1


"Barusan Mak liat wajah asli cucu mantuku" ucap Nenek dengan sangat gembira


"Masya Allah cantiknya" tambah Nenek kagum


"Oh ya? Laila tak nampak kalau begitu. Kenapa tak ajak Laila" ucap Laila dengan sedikit cemberut


"Haha kau ini" jawab Umi sembari tertawa kecil


"Barusan pun kami tak sengaja" tambah Umi menjelaskan


"Baiklah. Lalu sekarang mereka kemana?" tanya Laila sembari clingak-clinguk


"Memasak didapur, Mak yang suruh" jawab Nenek cepat


"Ya allah Mak, kasianlah mereka baru saja sampai" jawab Laila


Sementara Nisa dan Alfath sedang asik menyiapkan bahan masakan, yang ada di kulkas. Karena bahan hanya seadanya jadi Nisa memutuskan masak menu yang ada dikulkas saja. Alfath dan Nisa memasak ayam kecap, capcay, juga tahu telur dadar.


Nisa sangat menyukai masak, makanya ia selalu bisa untuk meracik makanannya.


Disela-sela memasaknya, Alfath sembari mengingatkan Nisa untuk mengabari keluarganya.


"Sayang, nanti kita video call Umma dan Aba yaaa, kamu pasti kangen ya?" ucap Alfath dengan tiba-tiba


"Iya Mas, aku kangen banget" jawab Nisa sembari memotong sayuran


"Apa kamu sudah menghubungi mereka?" tanya Alfath lagi


"Hanya melalui pesan singkat WA, Mas" jawab Nisa


Sebenarnya sewaktu Nisa dan Alfath di London, Nisa selalu mengirimkan foto-foto yang mereka ambil disana tidak hanya pada Umma tapi di grup keluarga Nisa, begitu juga sekarang, Nisa sudah memberi tahu Umma bahwa ia sedang ada di Kuala Lumpur.


Alfath berniat, setelah mereka pulang ke Surabaya, ingin mengajak Umma dan Aba berkunjung kerumahnya di Surabaya itu.

__ADS_1


__ADS_2