Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 85~


__ADS_3

Nisa yang terlebih dulu membaringkan tubuhnya diatas kasur super empuk itu, lalu diikuti oleh Alfath yang juga merebahkan tubuhnya karena ia merasa penat.


"Sayang, sebenarnya apa yang kamu pikirkan sedari tadi?" tanya Alfath membuka obrolan, karena ia masih penasaran


Nisa tersadar, lalu kembali mengingat ucapan Nenek tua tadi, sembari memandangi wajah suaminya itu dengan tubuh menyamping berhadapan dengan suaminya.


"Oh iya Mas. Aku tidak mengerti maksud wanita tua yang tadi ku temui" ucap Nisa


"Siapa dia?" tanya Alfath dengan sangat penasaran


"Jadi tadi aku duduk dikursi saat menunggu, Mas, ada seorang wanita tua. Nenek-nenek gitu, badannya pun sudah bongkok. Kurasa umurnya juga sudah lebih dari 70 tahun." ucap Nisa coba menceritakan


"Awalnya dia menghampiriku untuk meminta bantuan, carikan sandalnya dan ingin minum" lanjut Nisa lagi


"Lalu setelah itu? Kamu beri minuman?" ucap Alfath dengan tak sabar


"Iya, Mas. Aku tadi mencarikan sandalnya dulu ke tempat penitipan sandal, aku juga kaget penjaganya bilang tak ada wanita tua yang datang berkunjung ke masjid untuk sholat" jawab Nisa menceritakan


"Karena aku buru-buru juga takut mas sudah menunggu, jadi ku belikan air mineral eh lihat jual sandal japit juga, ya sudah aku belikan juga sekalian" tambah Nisa panjang lebar


"Lalu setelah kamu berikan, dia pergi kearah mana? Kok Mas tidak melihatnya" ucap Alfath bertanya-tanya


"keluar gerbang, jalannya sangat lambat sekali, tapi pas mobil kita berjalan keluar aku clingak-clinguk mencarinya berharap melihatnya lagi tapi tak ku temukan" jawab Nisa menjelaskan


"Kemana yaaa perginya" ucap Alfath masih penasaran


"Mas, yang bikin aku kepikiran tuh dia mengucapkan sesuatu padaku" ucap Nisa kali ini dengan wajah yang begitu sendu


"Bilang apa sayang?" tanya Alfath jadi khawatir karena melihat ekspresi wajah istrinya itu

__ADS_1


"Nenek tua itu bilang "Kamu tidak perlu takut akan dunia ini, jika Allah mengambil suami mu duluan, kamu akan dibersamakannya lagi disurga dan di dunia ini kamu akan ditemani oleh pangeran kecil titipan Allah pengganti suami mu" begitu Mas" ucap Nisa menceritakannya dengan merinding


Alfath seketika terdiam, kini ia berada dalam lamunan. Sama seperti Nisa waktu pertama mendengar ucapan itu.


"Mas" ucap Nisa menghentikan lamunan Alfath


Dengan seketika Alfath memalingkan pandangannya, dan menatap istrinya.


"Aku takut kehilangan mu, bagaimana aku jika kehilangan kamu" ucap Nisa dengan suara lirih dan air mata yang menetes


"Aku tau kamu milik Allah, dan akan Allah panggil kapanpun ia mau" lanjut Nisa dengan menundukan pandangannya


"Iya sayang, kamu benar. Aku juga takut kehilangan mu, aku juga tidak ingin meninggalkan mu, tapi semua ini sudah Allah atur. Kita tidak bisa menolak takdir ketetapan Allah" jawab Alfath juga dengan nada sangat sendu lalu menghapus air mata istrinya menggunakan tangannya itu


Seketika suana berubah menjadi haru, tak bisa dipungkiri, setiap mahluk yang bernyawa akan mengalami mati, dan setiap yang berpasang-pasangan akan terpisahkan oleh maut.


Nisa dan Alfath merasakan kegelisahan itu. Tapi sebagai manusia beriman, Nisa dan Alfath meyakini bahwa cinta mereka akan terus dipersatukan di kehidupan yang kekal abadi, yaitu alam akhirat.


"Mau disajikan dimana tuan?" ucap sang pelayan


"Di meja halaman belakang saja" jawab Alfath dengan cepat


Dengan sigap para pelayan menyiapkan semuanya, di halaman belakang yang mengarah langsung ke pemandangan yang begitu indah. Sementara Alfath memanggil Nisa yang masih merebahkan tubuhnya diruangan kamar yang tertutup, karena hotel yang diberikan untuk Alfath sangat spesial memang seperti apartement.


Alfath langsung mengajak Nisa untuk makan siang romantis dihalaman belakang, setelah semua pelayan meninggalkan kamar hotel Alfath.


Nisa begitu menikmati makanan yang dihidangkan, semua makanan yang terenak di hotel itu, Firman sengaja menyajikan semua yang terbaik sebagai kado pernikahan juga untuk sepupunya itu.


Setelah makan siang selesai, Nisa dan Alfath menikmati pemandangan sembari meminum teh hijau yang sangat enak itu berdua.

__ADS_1


"Jadi begini ya rasanya honey moon" ucap Nisa tiba-tiba


"Hahaha ini hanya bagian dari liburannya sayang, honey moon nya kita diatas kasur" goda Alfath sembari memeluk Nisa, dan berbisik dikuping Nisa


"Iiihhh Mas mulai" jawab Nisa cepat


"Iya kan sayang?" tanya Alfath ingin di iyakan ucapannya


"Kalau begitu kita mengingap saja disini bagaimana?" lanjut Alfath meminta saran


"Boleh juga, Mas. Aku ingin merasakan pemandangan malam hari dari sini" jawab Nisa dengan setuju


"Sekalian honey moon itu sayang" ucap Alfath lagi-lagi menggoda


"bikin dedek bayi" lanjutnya dengan berbisik


Nisa lalu tersenyum sembari mengarahkan wajahnya memandang wajah suaminya, hingga wajah mereka berdekatan.


"Mas, kalau begitu beri tahu Umi dulu" ucap Nisa mengingatkan


"Siap sayangku" jawab Alfath sigap


Alfath yang langsung menghubungi Umi untuk sekedar memberi tahu, lalu juga menghubungi supir Nenek yang mengantar mereka untuk pulang saja, dan menjemput mereka kembali besok hari.


----------------------------------------


Halloooo kakak-kakak reader 😊


Jangan lupa vote nya dong, dan point nya. Biar semakin semangat nih up nya.

__ADS_1


Jangan lupa koment juga yaaa. Terimakasih Kakak-kakak buat yg sudah vote dan beri pointnya, itu tandanya kakak-kakak sudah bantu dukungan kepada author 🙏🏻


__ADS_2