
Alfath dan Nisa yang bangun siang setelah lelah menjalani perjalanan yang cukup jauh, lalu keluar dari kamarnya, karena Umi dan Papa menunggu untuk sarapan.
"Nisa, apa senang datang kesini?" tanya Papa dengan khas logat bule yang maksa berbahasa Indonesia
"Senang sekali Papa" jawab Nisa tentu tanpa ragu-ragu
"Alhamdulillah ya Nak bisa berkunjung kesini" ucap Umi dengan senang
"Nanti kita berlibur yaa sayang" ucap Alfath yang juga sangat senang
Lalu mereka semua menikmati sarapannya, setelah sarapan Nisa membantu Umi untuk membereskan meja makan dan mencuci piring, sama seperti yang ia lakukan dirumahnya sendiri dan dirumah orangtuanya.
Sementara Alfath dan Papa duduk dihalaman belakang, pemandangannya sangat indah, rumput yang hijau dan pepohonan, hanya tidak ada kolam renang.
"Bagaimana kabar mu di Indonesia Al? Apa baik-baik saja?" Tanya Papa pada Alfath (Sebenarnya pake bahasa Inggris)
__ADS_1
"Alhmadulillah semua baik-baik saja Pa. Bagaimana dengan Papa disini?" jawab Alfath, tanya balik pada Papanya itu
"Ya Alhamdulillah disini selalu baik" jawab Papa cepat
"Nanti lusa akan kita pertemukan istri mu dengan keluarga besar kita, diacara keluarga nanti" ucap Papa
"Iya Pa" jawab Alfath cepat
Acara itu sebenarnya memang akan dilaksanakan, karena akan ada yang menikah, sesuai adat keluarga Alfath jika akan ada yang menikah semua keluarga besar kumpul bersama dulu, sama seperti waktu Alfath akan menikah juga semua melakukan pertemuan itu.
Mereka semua bersama berbincang-bincang disana, sampai waktu masuk jam 10.18.
"Kita berkeliling yuuu, jalan-jalan" ucap Umi mengajak
Lalu mereka semua menyetujuinya, dan bersiap untuk pergi keluar. Nisa yang menggunakan cadar dan dress serba menutup itu juga tetap menggunakan jaketnya, karena cuaca London beda dengan di Surabaya.
__ADS_1
Alfath mengajak Nisa untuk mengunjungi sebuah tempat yang tidak jauh dari rumahnya, alun-alun kota London yaitu Trafalgar Square. Nisa sangat menikmati suasananya, banyak orang yang juga sedang asik sekedar berbincang-bincang, anak-anak yang berlarian dan masih banyak lagi.
Alfath dan Nisa mengabadikan foto mereka berdua disana, yang diambil oleh Umi karena Umi sangat menyukai fotografer.
Setelah capek berkeliling, Alfath dan Nisa membeli makanan dan menikmatinya bersama Umi dan Papa duduk dibangku yang ada dibawah pohon Trafalgar Square.
"Enak gak sayang?" tanya Alfath pada Nisa yang sedang melahap roti isi semacam sandwich
"Enak banget mas" jawab Nisa seperti anak kecil yang terus melahapnya
Membuat Umi dan Papa tertawa kecil melihat tingkah Nisa. Setelah menikmati roti isi itu, mereka semua menuju restoran Papa, untuk makan siang dan melihat bagaimana restoran Papa sekarang. Sesampainya di Restoran, Nisa langsung menuju toilet, karena sedari tadi menahan untuk buang air kecil.
Umi dan Papa sudah menyiapkan kursi dan meja yang spesial untuk menantu dan anaknya itu, dan Papa sendiri yang akan memasakan makanannya untuk semua.
Nisa sudah kembali dari toilet lalu diajak Umi untuk berkeliling, memang restoran itu tidak begitu mewah dan besar, tapi selalu ramai dan banyak pesanan makanan yang perlu diantar. Setelah berkeliling, Nisa dan Alfath kembali duduk, Umi membantu Papa untuk menghidangkan makanan.
__ADS_1
Ini pertama kalinya Nisa menyantap makanan khas London, makanan yang memang asing dengan lidah orang Indonesia seperti Nisa, tapi Nisa sangat menikmatinya. Umi juga menyajikan makanan khas Melayu yang juga digemari oleh pengunjung restoran itu.