Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 100~


__ADS_3

Alfath sudah berangkat menuju kantornya, kini dirumah hanya ada Nisa juga Mbok Iyem. Nisa hanya menyandarkan tubuhnya di sofa, sembari menonton acara kajian di televisi. Mbok Iyem sibuk mencuci pakaian di belakang, sesekali Mbok Iyem menghampiri Nisa sekedar untuk melihat kondisi dan menanyakan apa butuh bantuan atau tidak.


"Bu, apa ada yang harus saya bantu?" tanya Mbok Iyem pada Nisa


"Tidak ada Mbok" jawab Nisa dengan senyuman


"Bu Annisa apa mau ngemil atau makan lagi? Biar saya buatkan" lagi-lagi tanya Mbok Iyem karena ia diberitahu Alfath untuk menawarkan Nisa makan dan sekedar ngemil karena Nisa gampang merasa lapar


"Iya Mbok mau. Tapi Nisa lagi pengen banget makan bakso" jawab Nisa santai


"Biar Mbok belikan kalau begitu, Bu" ucap Mbok Iyem


"Gak perlu repot-repot Mbok, saya sudah pesan send food" jawab Nisa dengan tersenyum


Mbok Iyem hanya mengiyakan, lalu kembal ke


belakang untuk menyelesaikan cuciannya.


Nisa menunggu bakso yang ia pesan dengan cukup lama, ia sudah sangat merasa lapar.


Dengan tak sabar Nisa lalu berdiri dari duduknya, dengan berjalan bolak balik dekat jendela.


"Kok lama sekali yaaa, apa menunggu dulu antrian?" ucap Nisa pelan pada dirinya sendiri sembari mondar mandir dekat jendela


Nisa juga sibuk terus melihat ponselnya, untuk melacak supir send food yang menerima orderan dari Nisa.

__ADS_1


"Astagfirullah, belum juga jalan yaaa" lagi-lagi batin Nisa setelah melihat ke arah ponselnya


"Sabar ya naaak, kamu lapar yaaa.." ucap Nisa pada bayi dalam kandungannya, sembari mengelusnya dengan lembut


Tiba-tiba Mbok Iyem menghampiri Nisa setelah selesai pekerjaannya. Mbok Iyem melihat Nisa sedang mondar mandir seperti orang gelisah dan mendengar perkataan Nisa pada bayi dalam perutnya itu.


"Ibu sudah sangat lapar ya? Sebaiknya makan camilan yang ada dulu yuu Bu..." ucap Mbok Iyem mengajak Nisa


"Nisa hanya ingin Bakso Mbok, sudah gak tahan rasanya" jawab Nisa kini dengan raut wajah ditekuk


"Masih lama ya Bu?" tanya Mbok Iyem


"Iya nih Mbok, masih di warung bakso kayaknya belum jalan kesini" ucap Nisa menjelaskan


"Bu, biar Mbok saja yang buka kan" ucap Mbok Iyem dengan sigap


"Oh iya Mbok, makasih yaaa" jawab Nisa dengan cepat, lalu kembali menurunkan cadarnya


"Sudah dibayar ya Mbok pesanannya di aplikasi" lanjut Nisa memberitahu


"Baik Bu" jawab Mbok Iyem sembari berjalan menuju pintu depan


Mbok Iyem menerima satu kantong plastik hitam berukuran sedang, wangi aroma baksonya sudah sangat tercium. Nisa yang sudah tak sabar, sudah duduk di meja makan dan menyiapkan beberapa mangkuk juga sendok dan garpu.


"Ini Bu pesanannya" ucap Mbok Iyem sembari menaruh kantong plastik itu diatas meja makan

__ADS_1


"Makasih ya Mbok" ucap Nisa yang tak sabar langsung membuka kantong hitam yang dibawa Mbok Iyem


"Ayoo Mbok kita makan bersama, ini sengaja Nisa belikan 2 porsi bakso, 2 porsi mie ayam" Ajak Nisa pada Mbok Iyem


"Terimakasih Bu, Mbok belum lapar" jawab Mbok Iyem menolak


"Ini cemilan saja Mbok hehe" ucap Nisa sembari terus fokus membuka semua bungkusan makanan itu dan memindahkannya pada mangkuk.


"Mbok temani saja duduk ya Bu" ucap Mbok Iyem sembari membantu Nisa


"Mubazir ini Mbok kalau tidak dimakan, ayo cobalah. Ini makanan kesukaan Nisa" jawab Nisa sembari menumpakahkan sambal ke mangkuk mie ayamnya


"Baik bu kalau begitu" ucap Mbok Iyem terpaksa jadi ikut makan menemani Nisa


Nisa dengan lahap menghabiskan mie ayam kemudian dengan baksonya. Lalu ia minum teh hangat yang sudah disiapkan oleh Mbok Iyem. Nisa masih duduk dikursi meja makan, karena merasa kenyang. Sudah 10 menit Nisa menghabiskan makanannya, tiba-tiba ia merasa mual.


"Uuueeekkkk...." Nisa berlari kecil menghampiri wastafel dekat meja makan


"Ya allah Bu, Ibu kenapa?" tanya Mbok Iyem panik


Nisa tidak menjawab pertanyaan Mbok Iyem, Nisa masih terus muntah mengeluarkan semua isi perutnya. Mbok Iyem dengan sigap mengambil minyak kayu putih, juga air teh hangat lagi untuk Nisa.


"Bu minum dulu, ini juga kita pakai minyak kayu putih ya supaya hangat" ucap Mbok Iyem dengan paniknya


Mbok Iyem lalu mengolesi leher belakang Nisa dengan minyak kayu putih, dan memberikan air teh hangat pada Nisa.

__ADS_1


__ADS_2