Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 112~


__ADS_3

Setelah membayar dikasir, Alfath dengan cepat kembali kerumah lagi. Sementara Nisa masih menunggu diruang makan, dan duduk di meja makan.


"Ini sayang..." ucap Alfath memberikan kantong berisi belanjaannya itu


"Makasih banyak ayaaahhhh..." jawab Nisa dengan manja, seolah-olah suara bayi dalam kandungannya


"Sama-sama sayang..." jawab Alfath dengan senyum hangat, lalu duduk kembali dikursinya


Kemudian Nisa melihat kantong belanjaannya itu, dengan membukanya.


"Masyaallah banyak sekali..." ucap Nisa


"Mbok, tolong d masukan dalam kulkas. Aku ingin meminumnya setelah dingin, dan setelah makan sekarang" lanjut Nisa memanggil Mbok Iyem


"Baik Buuu..." jawab Mbok Iyem dengan cepat


Kemudian Nisa langsung menyinduki nasi dan lauk pauk untuk suaminya itu seperti biasa, kemudian untuk dirinya sendiri.


Nisa selalu makan dengan porsi lebih karena kini ia memang naik nafsu makannya, juga mudah merasa lapar. Alfath begitu senang melihat perkembangan istrinya yang semakin berisi dan perut yang semakin membuncit, itu tandanya anak yang ada dikandungan Nisa pasti sehat pikir Alfath.


Makanpun berlalu, kini Nisa dan Alfath memutuskan untuk sholat magrib dan isya di mushola bawah, bersama dengan Mbok Iyem juga.


"Sayang kamu mau minum susu murninya sekarang?" tanya Alfath sebelum meninggalkan ruang makan


"Setelah sholat saja mas, aku kenyang sekarang.." jawab Nisa sembari jalan perlahan menuju ruang mushola


Alfath mengangguk mengerti, lalu mengikuti langkah kaki Nisa untuk ke mushola. Sementara Mbok Iyem sudah berada di mushola dan bersiap untuk sholat.

__ADS_1


Nisa dan Alfath menghabiskan waktu sampai isya di mushola, begitu juga dengan Mbok Iyem. Selepas sholat isya, Nisa dan Alfath hendak untuk ke kamar untuk beristirahat.


Sewaktu sampai dekat tangga Nisa menghentikan langkahnya.


"Eeeh tunggu mas, aku kan ingin susu murni" ucap Nisa tiba-tiba ingat dengan susu murni


"Iya sayang, biar Mbok Iyem bawakan yaaa.. sekarang kita naik saja dulu" jawab Alfath sembari menggendong Nisa


Mbok Iyem yang melihat juga mendengarnya langsung tersenyum dan mengerti bahwa itu adalah perintah dari Alfath.


Mbok Iyem bergegas untuk mengambilkan 1 liter susu murni, dan 2 gelas kosong lalu naik ke lantai atas hendak ke kamar Nisa dan Alfath, lalu memberikannya pada Alfath yang membukakan pintu.


Nisa yang tak sabar, langsung duduk ditepi kasur dan menunggu suaminya sedang menuangkan susu kedalam gelas.


"Nih sayang..." ucap Alfath sembari memberikan segelas penuh susu murni dingin


"makasih suamiku sayang" jawab Nisa dengan begitu manis


Setelah menghabiskan segelas susu murni, kemudian Nisa naik ke atas kasur dan bersandar sembari menghirup harum bunga mawar yang bertaburan diatas kasur super empuk dan nyaman itu. Kemudian Alfath mengikuti dan duduk disamping Nisa.


"Mas, apa sebaiknya kita siapkan kamar untuk bayi kita nanti?" ucap Nisa membuka obrolan


"Iya sayan. Nanti sebelum anak kita lahir, kita siapkan semuanya yaaaa.." jawab Alfath


"Apa yang harus kita mulai duluan ya mas?" tanya Nisa sembari menyenderkan kepalanya dibahu Alfath dan tangan yang melingkar dilengang Alfath


"Kita siapkan dulu kamarnya, kamu maunya di kamar yang mana untuk anak kita?" jawab Alfath

__ADS_1


"Di lantai bawah saja Mas, dan sementara kita juga tidur di kamar bawah saja. Kehamilan ku akan semakin besar, tak mungkin jika harus terus kamu gendong untuk ke kamar mas" jawab Nisa panjang lebar


"Iya sayang, nanti kita belanja keperluan bayi juga, dan kita renovasi kamarnya dengan tema anak-anak yaaa.." ucap Alfath


"Iya Mas, tapi aku mau tema yang netral saja. Bisa untuk anak laki-laki dan anak perempuan" jawab Nisa


Alfath mengiyakan kemauan istrinya itu.


Malam semakin larut, Nisa tidur seperti biasa, selalu dalam pelukan Alfath.


Kehamilan Nisa sudah masuk 5 bulan, perut yang semakin buncit pun sudah semakin terlihat. Nisa yang selalu memakai baju longgar membuatnya tidak terlalu terlihat seperti sedang hamil oleh orang yang tidak tahu.


Haripun berganti, kini pagi menjelang. Alfath dan Nisa yang sudah berganti pakaian langsung turun ke lantai bawah hendak untuk sarapan. Mbok Iyem sudah menghidangkan sarapan, nasi uduk, telor dadar, dan sambel kacang jadi pelengkapnya, tak lupa kerupuk kesukaan Alfath.


Nisa dan Alfath segera makan. Nisa langsung meneguk susu kehamilannya setelah menghabiskan nasi dipiringnya.


Tiba-tiba Mbok Iyem menghampiri Alfath dan Nisa yang masih duduk di meja makan.


"Maaf Pak, Bu..." ucap Mbok Iyem dengan sopannya


"Iya kenapa Mbok?" tanya Nisa yang menjawab terlebih dulu


"Bahan masakan dan bumbu-bumbu dapur sudah habis" ucap Mbok Iyem


"Oh iya, sudah lama saya tidak belanja ya Mbok..." jawab Nisa dengan cepat


"Biarkan Mbok Iyem saja yang belanja sayang, kamu dirumah saja" ucap Alfath

__ADS_1


"Iya Bu, biar saya saja. Kalau Ibu mau ditulis saja apa-apa yang harus saya beli, biar saya yang belikan" jawab Mbok Iyem


Nisa masih terdiam, sembari berpikir. Sebelum memutuskan keputusannya bagaimana


__ADS_2