
"Umiiii" sapa Alfath dan Nisa berbarengan
"hay, kalian sudah datang" jawab Umi sembari menengok kearah Nisa dan Alfath
"sudah Umi, Umi sedang masak apa?" tanya Alfath
"memasak makanan kesukaan mu" jawab Umi sembari terus membolak balik masakannya.
"biar Nisa bantu Umi" Nisa menawarkan bantuan pada Umi
"sudah kalian duduk saja disitu. Sudah selesai kok" jawab Umi mencegah
"kamu kenapa Nis, kok sepertinya lesu begitu? apa kamu sakit?" tanya Umi mengkhawatirkan
"Tidak Umi, Nisa gak apa-apa" jawab Nisa sembari duduk
"Pangkal paha Nisa sakit setelah melayaniku semalam Umi. Apa itu wajar?" tanya Alfath dengan polosnya
"ya ampun, wajar kok nak. Biasanya perawan untuk pertama kali begitu, dulu juga Umi begitu" jawab Umi sembari menahan tawanya
"oh iya Umi, Umma juga mengatakan hal yang sama" jawab Nisa cepat, karena takut Alfath menceritakan yang lain lagi
Setelah selesai memasak Umi mengajak semuanya untuk makan, seperti dirumahnya sendiri Nisa membantu menyiapkan makanan dimeja, menyiapkan air minum.
__ADS_1
Nisa merasa nyaman diapartement itu, tempatnya memang tidak begitu luas, sederhana, bernuansa putih dan lampu yang terang, belum lagi AC yang sangat sejuk, berbeda sekali dengan dirumah Nisa yang tidak ada AC.
Setelah makan, Nisa dan Alfath ngobrol dengan Umi dan Papa diruang keluarga.
Membicarakan tentang rencana Alfath yang akan membawa Nisa pindah besok pagi, dan rencana Alfath akan membawa Nisa untuk dikenalkan dengan keluarga Besar mereka yang berada di Kuala Lumpur Malaysia keluarga Umi dan di Inggris keluarga Papa.
"iya memang harus Nisa tau kampung halaman papa dan Umi" ucap Papa sangat senang
"iya pa" jawab Nisa yang juga semangat
"oh iya papa juga lusa harus kembali ke inggris, bisnis papa tidak ada yang ngurus" Ucap papa tiba-tiba
"Iya, beberapa ada yang tertinggal" jelas Umi
"Tapi tidak ada masalahkan, pa?" tanya Alfath mengkhawatirkan
Papa berbisnis kuliner di Inggri, punya beberapa Restoran makanan melayu dan Timur tengah yang cukup terkenal disana.
Alfath mengajak Nisa untuk beristirahat dikamarnya dan sholat Ashar berjama'ah.
Sebelum kembali kerumah orangtua Nisa, mereka menyempatkan mengunjungi Mall dimana Alfath dan Nisa membeli seserahan.
Alfath diajak Nisa untuk membeli cemilan oleh-oleh untuk dibawakan Umi dan Papa pulang Lusa.
__ADS_1
Nisa mengenalkan jajanan khas daerah yang sangat Nisa sukai pada Alfath. Berbeda budaya membuat Nisa sedikit kesulitan untuk menemukan makanan kesukaan yang sama dengan Alfath. Tapi untuk Alfath tidak sulit untuk menerima makanan apapun, karena sebenarnya Alfath tidak pemilih makanan.
Alfath dan Nisa kembali kerumah orangtua Nisa sebelum magrib. Diruang keluarga ada Aba dan Umma yang sudah dirumah sedari tadi.
"Umma, Aba besok kami akan pulang ke Surabaya" ucap Alfath membuka obrolan
"apa tidak terlalu cepat nak Alfath? Seminggu dulu gitu kalian dirumah ini" jawab Umma
"bukan tidak ingin tinggal lama disini Umma. Tapi Alfath ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan, dan orangtua Alfath akan kembali ke Inggris besok lusa" jelas Alfath
"ya kalau memang begitu tidak apa" jawab Aba
Malampun semakin larut, Nisa dan Alfath sudah bersiap untuk tidur. Lagi-lagi Alfath menggoda Nisa, memeluk Nisa dengan sangat erat
"Mas aku pengap, jangan kenceng-kenceng peluknya" ucap Nisa sembari menahan tangannya ke dada Alfath
"aku gemas sama kamu" jawab Alfath santai
"iiihhh maaaas" ucap Nisa manja
Lagi-lagi Alfath yang senang dengan mainan barunya, buah dada Nisa yang berukuran sedang itu Alfath hisap dan menjilatinya sembari tidur, membuat Nisa mendesah geli
"maaasss geliii" ucap Nisa
__ADS_1
"aku sangat menyukainya sayang. biarka aku menjadi bayi mu selama kita belum punya anak ya hehe" ucap Alfath sembari tertawa
Malam kedua dan lagi Alfath melakukan itu pada Nisa, hingga mereka tertidur.