
Setelah berbincang-bincang diruang tamu bersama keluarga Nisa, Nisa memutuskan untuk naik ke kamarnya untuk istirahat karena memang merasa lelah. Sementara Aba pergi untuk mendatangi pondok pesantren milik sahabatnya dan menginap beberapa hari disana karena memang diundang untuk mengisi acara.
Umma dan Salma juga bayinya masih berada dirumah Alfath, Alfath yang turun lagi kebawah setelah mengantar Nisa ke kamar Untuk mengambil air minum didapur.
Tiba-tiba Umma menghampiri Alfath yang kebetulan Umma juga akan membuatkan susu untuk bayi Salma.
"Nak Alfath" ucap Umma tiba-tiba mengagetkan Alfath
"Iya Umma" jawab Alfath lalu menoleh kearah Umma
"Untuk makan siang, biarkan Umma yang memasak yaaa" ucap Umma sembari menuangkan susu formula kedalam botol dot
"tidak usah repot-repot Umma. Nanti Umma capek, biar Alfath pesankan di Send Food saja yaaa" jawab Alfath mencegah
"Tidak, nak. Umma justru senang, biar Umma juga ada kegiatan" ucap Umma memaksa
"Ya sudah kalau Umma memaksa. Tapi Nisa belum sempat belanja lagi, mungkin bahan masakannya hanya seadanya dikulkas" jawab Alfath menjelaskan
Umma hanya mengangguk sembari tersenyum. Alfath lalu kembali ke kamar untuk melihat keadaan Nisa dan membawakannya buah juga air minum.
"Sayang" ucap Alfath yang mendengar suara isak tangis
Nisa tidak menjawab, hanya berbaring dikasur sembari menutup wajahnya dengan bantal. Alfath semakin yakin kalau istrinya itu sedang menangis, lalu Alfath bergegas mempercepat langkahnya dan menyimpan nampan berisi buah dan air minum itu di meja dekat Nisa.
"Sayang kamu kenapa?" ucap Alfath sangat khawatir sembari memegang bahu Nisa
Nisa yang semakin tak bisa menyembunyikan tangisnya, semakin deraslah air matanya lalu menoleh kearah suaminya itu.
"Sayang kamu sakit? kamu kenapa?" Ucap Alfath semakin khawatir
"Nggak Mas, Aku gak apa-apa" jawab Nisa sembari berisak-isak menahan tangisnya
__ADS_1
"Maafkan aku Mas" lagi-lagi ucap Nisa
"Kenapa sayang? Maaf untuk apa?" jawab Alfath dengan cepat
"Maaf aku yang gak sempurna ini, aku sedang hamil anak mu, tapi aku akan terus merepotkan mu" ucap Nisa dengan air mata yang terus mengalir
"Nggak sayang, kamu gak merepotkan Mas. Ini anak kita, aku dan kamu. Jadi kita harus jaga bersama yaaa" jawab Alfath menenangkan dengan sangat lembut
"Maafin ibu ya naaaak" ucap Nisa sembari mengelus perutnya yang memang sudah terlihat sedikit membuncit
Alfath lalu memeluk istrinya itu sangat kuat. Ia begitu merasa sedih sebenarnya, mengapa semua ini terjadi pada calon anak juga istrinya.
"Kita pasrahkan semuanya pada Allah ya sayang, Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan umatnya" ucap Alfath berbisik ditelinga Nisa
Nisa mengangguk, mengiyakan ucapan suaminya. Ini adalah cobaan terberat Nisa rasa, ia harus dengan ekstra untuk menjaga buah cintanya dengan suaminya.
Akhirnya Nisa bisa merasa tenang, setelah Alfath meyakinkan Nisa.
"Iya Mas. Demi sibuah hati kita yaaa" jawab Nisa lalu tersenyum
"Iya sayang, kita harus terus berpikir positif biar dedek bayi juga kuat didalam sana" ucap Alfath lagi-lagi menguatkan istrinya
Kemudian Alfath menyuapi buah yang sudah ia kupas untuk Nisa, juga memberikan Nisa air minum. Waktu semakin siang, Alfath jadi lupa bahwa ia harus masuk ke kantor.
"Mas, sudah dzuhur ayo kita sholat. Setelah itu makan siang" ucap Nisa
"Baik sayang" jawab Alfath dengan cepat
Nisa dan Alfath sholat dzuhur berjamaah dikamar, setelah itu mereka turun kebawah untuk makan siang, Alfath menggandeng Nisa.
"Oh iya Mas, Umma yang masak?" tanya Nisa masih berjalan ditangga
__ADS_1
"Iya sayang, Umma yang minta" jawab Alfath
"Nisa rindu sekali masakan Umma" ucap Nisa lagi
Sesampainya dimeja makan, semua makanan sudah tersaji siap untuk disantap dimeja makan. Umma masih didapur, sementara Salma sedang menidurkan bayinya.
"Waaaah wangi bangetttt Umma" ucap Nisa
Umma hanya tersenyum sembari menghampiri Nisa dan Alfath, lalu ikut duduk disamping Nisa.
"Ayooo dimakanlah" ucap Umma
"Nisa kangen banget masakan Umma" jawab Nisa dengan semangat
Nisa lalu menyendoki nasi dan lauk pauk kepiring suaminya terlebih dahulu.
"Oh iya Mas, Mas jam berapa ke kantor?" tanya Nisa sembari meletakan piring dihadapan Alfath
"Astagfirullah. Iya ya harus ke kantor, Mas lupa. Setelah ini Mas berangkat yaaa" jawab Alfath lalu meyuap nasi kemulutnya
"Iya Mas, tidak usah terburu-buru nanti tersedak" ucap Nisa mengingatkan
Setelah Alfath menghabiskan makanannya lalu ia bergegas pergi menuju kekantornya, dengan mobil pribadinya itu.
Sesampainya dikantor, tiba-tiba ia terkejut. Ada 2 orang wanita yang sudah menunggunya sedari tadi di ruang tunggu depan resepsionis.
"Alfath" ucap wanita itu sembari berlari kecil menghampiri Alfath
Alfath menoleh kearah suara itu berasal, ia sangat tak menyangka.
"Mau apa lagi dia kesini" batin Alfath sembari menaikan sebelah alisnya
__ADS_1