Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 26~


__ADS_3

Setelah selesai makan, mereka semua melanjutkan perjalanannya menuju rumah Alfath.


Setelah memasuki kawasan perumahan elit Nisa sudah menyangka pasti rumahnya mewah dan besar.


Tidak cukup lama, akhirnya mereka sampai dan pagar besi tinggi itu buka dengan sendirinya.


Nisa sangat terkagum-kagum melihat penampilan tampak depan rumah yang kini menjadi miliknya juga. Pintu pagarnya saja bisa membuka sendiri dengan signal deteksi dan remote pengatur.


Mereka semua turun dari mobil, Umi dan Papa langsung mengajak Nisa masuk kedalam rumah, sementara Alfath sedang membawa tas Nisa.


"ini sekarang rumah kamu juga Annisa" ucap Papa


"iya Pa, terimakasih" jawab Nisa lembut


"Kamu harus betah ya, sayang" ucap Umi sembari merangkul pinggang Nisa


"insyaallah Umi" jawab Nisa tersenyum


"ya sudah Al, ajak istri mu istirahat. Dia pasti sangat lelah" ucap Papa pada Alfath


"kami juga akan beristirahat" lanjut Papa sembari membuka kamar di lantai pertama itu dekat dengan ruang tamu


Alfath dan Nisa menaiki anak tangga untuk kelantai dua, disana ada beberapa pintu, dan satu ruang keluarga dengan tv yang cukup besar.


Alfath membuka pintu kamar kedua dari tangga, lalu mempesilahkan Nisa untuk masuk.

__ADS_1


"ini kamarku, dan jadi kamar kita" ucap Alfath dengan gembira


"iya mas, aku ingin berbaring" ucap Nisa, langsung membaringkan tubuhnya dikasur yang super empuk dan luas itu


"aku taruh tas dulu" ucap Alfath sembari menyimpan tas mereka berdua di dekat lemari besar yang berada dikamar.


Alfath lalu menghampiri Nisa yang sedang berbaring. Alfath mencoba melepaskan cadar yang Nisa kenakan, lanjut membuka jilbab yang Nisa kenakan, lalu mencium pipi Nisa yang putih mulus itu.


"maaaas aku masih lelah" ucap Nisa yang sudah berpikir bahwa Alfath akan melakukan hubungan intim lagi


"iya sayang, silahkan tidur dulu. aku hanya membukakan Jilbab mu supaya tidak gerah" jawab Alfath lalu menyalakan AC dikamarnya itu


Nisa yang sudah perasa lalu tidur dengan tidak menggunakan jilbabnya, rambutnya yang terurai panjang dan sangat hitam itu pun terlihat. Alfath sedang senang memandangi istrinya itu.


Akhirnya Nisa dan Alfath ketiduran sampai waktu ashar tiba.


Nisa kaget ketika bangun dan melihat jam.


"Mas ayo bangun kita sholat Ashar" ucap Nisa membangunkan Alfath sembari menggoyangkan badan Alfath


"Iya sayang, ayo kita mandi dan bersiap. Kita sholat berjama'ah dengan Papa dan Umi di mushola" jawab Alfath lalu menuju toilet.


Mereka semua melakukan sholat berjama'ah di mushola yang berukuran sedang yang sangat mewah milik Alfath itu.


Setelah sholat, Umi mengajak Nisa untuk berkeliling. Pertama kedapur

__ADS_1


"Nis, ini dapurnya. Kamu bisa memasak disini, barang-barangnya memang belum banyak karena Alfath tinggal sendiri dan jarang masak. Jadi nanti kamu bisa lengkapi dapur mu yaaa" Penjelasan Umi pada Nisa


"baik Umi" jawab Nisa


Umi juga memperlihatkan semua isi lemari-lemari itu pada Nisa, agar Nisa tidak kebingungan nantinya. Umi lalu melanjutkan ngajak Nisa melihat yang lainnya


"Ini ruang tamu, biasanya berkumpul dini. Kalau diatas sih ruang keluarga biasanya hanya keluarga inti saja, karena diatas ada kamar utama Alfath, ruang kerja dan ruang olahraga milik Alfath. Jadi cukup privasi" jelas Umi sembari melewati ruang tamu dan naik ke atas.


"yang tadi dibawah itu adalah kamar tamu, siapa aja yang mau mengisi boleh saja. Untuk Umi dan Papa biasanya tidur dikamar depan kamar kalian" lanjut Umi


"oh iya Umi" jawab Nisa sembari mengamati ruangan yang Umi buka yaitu kamar Umi dan Papa


"Ini ruang kerja Alfath, terkunci. Karena memang privasi, kami pun jarang masuk, bahkan sudah lupa bagaimana dan ada apa didalam" Ucap Umi menunjukan pintu ruangan yang terkunci


"ini ruang olahraga, biasanya Alfath berolahraga setelah sholat subuh sebelum berangkat kerja" Jelas Umi memberitahu kebiasaan anaknya itu


"dan yang terakhir ini balkon, biasanya Alfath sering banget diam disini sehabis kerja, karena katanya udaranya sangat sejuk" tambah Umi dan penjelasan Umi berakhir disitu


"oh iya umi, dirumah ini apa tidak ada yang bantu-bantu sewaktu mas Alfath sendiri?" tanya Nisa penasaran


"tidak ada Nisa, Alfath hanya sendiri. Dia memasak sarapannya sendiri, dan menyiapkan kebutuhannya sendiri" jawab Umi


"lalu bagaimana mas Alfath membersihkan rumah, sementara mas Alfath bekerja?" tanya Nisa penasaran lagi-lagi


"Alfath memanggil cleaning service seminggu sekali Nis, jadi kamu juga tidak usah cape-cape yaaa, biar saja orang cleaning service yang membersihkan. Tugas mu hanya melayani Alfath saja yaaa" jawab Umi panjang lebar

__ADS_1


__ADS_2