Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 128~


__ADS_3

"Nanti ya Pak, setelah dipindahkan keruang perawatan" jawab Seorang suster sembari membuka pintu UGD lebar-lebar hendak membawa Nisa pindah keruangan perawatan


Alfath dan semua mengangguk mengerti, dan menyingkir kesamping tembok agar tidak menghalangi jalan.


Kedua suster itu mendorong bed Nisa yang sedang tertidur pulas itu hendak membawanya keruangan baru.


Alfath, Umi, Papa dan Shaina berjalan mengikuti langkah kedua suster itu.


Sesampainya diruang perawatan, Alfath juga keluarga tidak langsung diperbolehkan masuk, karena suster harus mengecek kembali cairan infus dan beberapa alat.


Waktu semakin larut malam, tak lama kedua suster itu mempersilahkan untuk Alfath masuk kedalam. Setelah didalam, Umi, Papa juga Shaina memperhatikan wajah Nisa yang begitu jelas seperti orang kelelahan.


"Umi, Papa maaf jadi merepotkan.." ucap Alfath dengan lirih


"Tidak, Nak.." jawab Umi


"Apanya yang repot.." jawab Papa dengan senyum hangatnya


"Kalian semua jadi tidak beristirahat malam ini" ucap Alfath dengan sangat pelan


"No Problem" jawab Papa begitu santai


"Umi, ayo kita sholat malam dulu.." ajak Papa pada Umi


Lalu Umi, Papa dan Shaina meninggalkan Alfath dan Nisa berdua. Mereka hendak ke Mushola untuk sholat malam dan sekedar beristirahat disana. Sementara Alfath sholat malam dikamar rawat istrinya itu.


Matahari pagi menyapa, begitu Umi kembali keruang perawatan Nisa lalu membukakan gordin jendela yang ada. Alfath yang kelelahan ia tertidur pulas di samping bed Nisa sembari melipat kedua tangannya. Umi memandangi wajah anaknya itu, terlihat jelas Alfath begitu lelah. Kemudian tak lama, mata Nisa yang terpejam pulas semalaman akibat obat, kini mulai membuka perlahan. Pemandangan yang pertama kali ia buka adalah Umi sang mertua.


"Umi.." ucap Nisa dengan begitu lemah


"Sayang, kamu sudah sadar naaak.." jawab Umi dengan begitu senang

__ADS_1


"Iya Umi.." jawab Nisa lemah


Umi langsung keluar mencari suster untuk segera memeriksakan kondisi menantunya itu. Sementara Nisa menoleh kearah samping dimana suaminya sedang tertidur pulas itu.


"Mas.." ucap Nisa dengan suara lemahnya itu, sembari mengelus rambut suaminya itu perlahan karena tangannya juga masih terasa lemas


Seketika Alfath terkesiap, bangun dengan membuka matanya.


"Sayang... kamu udah bangun?" ucap Alfath saat melihat Nisa sudah membuka matanya, sembari menggenggam tangan istrinya itu


"Iya Mas... Bagaimana kondisi anak kita mas?" tanya Nisa langsung, karena ia begitu khawatir dengan anak yang ada dalam kandungannya itu


"Makasih sayang sudah menjadi Ibu yang begitu kuat.." ucap Alfath tiba-tiba dengan mata berkaca-kaca


"Anak kita selamat, ia masih hidup dalam kandungan mu.." lanjut Alfath sembari memegang tangan Nisa tak henti-hentinya


"Alhamdulillahhh..." ucap Nisa sembari mengelus perutnya itu


Tak lama seorang dokter juga suster datang untuk memeriksa keadaan Nisa, Umi dan Alfath menunggu tak jauh dari bed Nisa.


Dokter melakukan tugasnya dengan cepat, memeriksa beberapa bagian tubuh Nisa termasuk kandungannya.


"Bagaimana dok hasil pemeriksaannya?" tanya Alfath dengan tak sabar


"Alhamdulillah semua sudah normal kembali, sekarang Bu Annisa masih terlihat lemas, dan begitu kelelahan akibat rasa sakit yang ia rasa semalaman. Jadi beristirahat dulu saja disini yaaa, nanti jika sudah dinyatakan betul-betul sudah pulih, silahka kembali pulang" ucap Sang Dokter itu menjelaskan panjang lebar


"Alhamdulillah, terimakasih banyak dok.." ucap Alfath


"Sama-sama Pak.." jawab Dokter itu


"Oh iya, mulai sekarang Bu Annisa tolong dijaga begitu extra ya Pak, Bu.." ucap Dokter pada Alfath juga Umi

__ADS_1


"Iya Dok pasti" jawab Alfath dengan cepat


"Dipastikan lagi kebersihan lingkungan rumahnya, dan tidak ada yang berbahaya untuk kehamilah Bu Annisa yaa.." lanjut Dokter itu pada Alfath


Alfath dan Umi mengerti, lalu mengangguk. Dokter dan Suster itu pergi meninggalkan ruang rawat Nisa.


"Umi, kemana Papa dan Shaina?" tanya Alfath pada Umi


"Mereka Umi suruh pulang dulu, karena Shaina begitu kelelahan" ucap Umi memberitahu


"Maafkan Nisa ya Umi, jadi merepotkan semuanya.." ucap Nisa dengan lesu


"Tidak repot nak. Kami hanya begitu cemas dengan kondisi kamu dan calon cucu Umi, makanya kami semua rela nungguin kamu" jawab Umi dengan begitu lembut


"Iya sayang, sekarang kamu fokus saja sama kesehatan kamu dan juga bayi kita ya.." ucap Alfath sembari membelai lembut wajah Nisa


"Iya mas.." jawab Nisa sembari mengangguk


"Terimakasih ya Umi.." ucap Nisa juga pada Umi


Alfath lalu menyuruh Umi juga untuk pulang karena Umi pasti juga merasa lelah. Kini hanya ada Alfath juga Nisa di Klinik itu.


--------------------


Halooo kakak-kakak readers..


Maaf atas keterlambatan updatenya kemarin πŸ™πŸ»


Terimakasih banyak buat para readers yang masih setia membaca novel ini, terimakasih juga atas dukungannya. Jangan lupa like, koment dan votenya yaaa kakak...


Terimakasih ☺️

__ADS_1


__ADS_2