Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 20~


__ADS_3

Alfath dan Nisa keluar kamar untuk sarapan, karena Umma sudah memanggil Nisa.


Nisa berjalan dengan sedikit ngangkang karena merasa masih kesakitan, Nisa berjalan diikuti oleh Alfath dibelakangnya. Dimeja makan belum tampak Aba, Alfath dipersilahkan duduk oleh Umma yang masih menyiapkan makanan.


"Umma maaf ya Nisa gak bantu Umma, Nisa kesiangan" Ucap Nisa sembari lemah


"oh gak apa-apa sayang, Umma juga tau kok pengantin baru hehe" jawab Umma sembari tertawa kecil


"ihhh Umma ini" ucap Nisa meringis


"kamu kenapa Nis? sakit?" tanya Umma mengkhawatirkan


"heeemm begini umma" ucap Nisa tertahan


"pangkal paha Nisa sakit, semalampun ada percikan darahnya" lanjut Nisa berbisik ditelinga Umma pelan-pelan, membuat Alfath penasaran dengan apa yang diucapkan Nisa


"oh begitu" jawab Umma dengan agak kencang


"itu namanya darah keperawanan nak, tidak apa-apa kalau hanya sedikit. Itu biasa terjadi pada wanita yang baru pertama kali melakukan hubungan intim" jelas Umma panjang lebar


Nisa hanya mengangguk, lalu duduk disebelah Alfath karena sebenernya Nisa malu bercerita seperti itu pada Umma.

__ADS_1


"oh begitu ya Umma. Tapi Nisa kesakitan, apa Alfatha terlalu berlebihan?" ucap Alfath polos


"haha tidak nak, hanya saja anak perawan belum terbiasa. Nanti juga kalau udah biasa lambat laun tidak akan terlalu sakit begitu" jawab Umma sembari tertawa


"ohhh jadi sudah ada yang malam pertama" ucap Aba menggoda


"iihhh Aba apa sih" jawab Nisa dengan malu dan menundukan pandangannya, Alfath hanya tersenyum malu-malu


Sarapanpun berlangsung, semua sudah selesai. Alfath diajak Aba untuk mengobrol diruang keluarga. Sementara Nisa membantu Umma, mencuci piring, dan Umma sedang memasukan sisa makanan kelemari.


"Umma, beneran ini gak apa-apa? jalan jadi ngilu gitu" ucap Nisa lagi-lagi menanyakan itu


"memang seperti itu. Dulu juga Umma sama kayak kamu, Umma kaget sekali dan kesakitan. Tapi lama kelamaan enggak kok" jelas Umma


"Yasudah buatkan minuman hangat untuk suamimu, tanyakan mau kopi apa teh manis" ucap Umma


Sementara itu diruang keluarga Alfath dan Aba sedang asyik mengobrol. Alfath sudah menjelaskan rencananya bersama Nisa untuk kedepannya. Tiba-tiba datang Nisa.


"Mas, mau dibuatkan kopi apa teh?" ucap Nisa sembari memegang pundak Alfath


"Kopi moccacino, tapi apakah ada? Aku tidak bisa meminum kopi hitam" jawab Alfath pelan pada Nisa yang kini sedang duduk disebelahnya

__ADS_1


"oh Mas tidak suka kopi hitam? kopi Moccacino tidak ada" jawab Nisa


"ya sudah belikan dulu ke mini market depan Nis" ucap Aba


"eh tidak usah, tidak apa. minum teh hangat saja dulu kalau begitu Aba" ucap Alfath mencegah


"ya sudah ku bikinkan dulu mas" jawab Nisa sembari berdiri meninggalkan Alfath


Setelah Nisa membuatkan teh hangat, ia kembali dan duduk disamping Alfath, begitu juga dengan Umma duduk disamping Aba.


"Oh iya mas, kamu libur kerja sampai kapan?" tanya Nisa


"aku belum tau, Nis. Tapi untuk sekarang mungkin aku akan membantu mu dulu untuk pindah kerumahku" jelas Alfath


"rencananya kapan Nisa akan diajak pindah Alfath?" tanya Umma pada Alfath


"kalau bisa secepatnya Umma, karena Alfath harus bekerja disana" jawab Alfath


"lalu setelah pekerjaan Alfath selesai di Surabaya, Alfath akan mengajak Nisa untuk kerumah orangtua dan berkunjung kesanak Saudara ke Inggris dan Malaysia untuk beberapa hari, sembari mengajak Nisa liburan bulan madu. Apa boleh Aba?" jelas Alfath panjang lebar


"waaaw jauh mas" ucap Nisa

__ADS_1


"sekarang ini Nisa istri mu, boleh saja mau kau ajak kemanapun disamping mu" ucap Aba


Alfath hanya tersenyum, lalu meminum teh buatan Nisa


__ADS_2