Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 121~


__ADS_3

Nisa dan Alfath juga sebenarnya penasaran dengan jenis kelamin anaknya itu.


"Bagaimana dengan kelaminnya dok, perempuan atau laki-laki?" tanya Alfath bersemangat


"Kita coba lihat ya Pak, Bu..." jawab dokter itu dengan begitu ramahnya


Dokter terus memainkan alatnya, menggerakan kekiri dan kekanan mencari dimana letak kelaminnya.


"Waaah ini pantatnya nih Pak, Bu..." ucap dokter sembari memperlihatkannya


Alfath dan Nisa tertawa kecil saat melihat pantat sikecil yang begitu mungil.


"Tapi belum terlihat ini kelaminnya.." ucap Dokter tiba-tiba


"Ayooo dong bayi mungil perlihatkan..." lanjut dokter terus berusaha


"Ayooo nak, kami ingin lihat..." ucap Alfath dan Nisa


Dokter sudah cukup lama mencari posisi agar terlihat jenis kelaminnya, tapi tetap tidak terlihat. Posisi bayi yang banyak bergerak dan malah merubah posisinya menjadi sangat tak terlihat.


"Ya sudah dok tidak apa-apa.." ucap Nisa menghentikan dokternya


"Baiklah, bulan depan siapa tahu bisa terlihat ya Pak, Bu.." ucap Dokter memberi harapan


"Mungkin anak kami ingin memberi surprise pada kami soal jenis kelaminnya" ucap Alfath dengan sembari tersenyum


Alfath dan Nisa akhirnya keluar dari ruang periksa dan berjalan menuju apotek untuk menebus resep vitamin hamil untuk Nisa. Seperti biasa Nisa dan Alfath jalan bergandengan, selain Alfath membantu Nisa berjalan, tapi juga Alfath ingin melindungi istrinya itu. Sesampainya di apotek, tiba-tiba ada seorang wanita yang juga sedang menunggu obat ia menyapa pada Alfath tanpa canggung.


"Aaaaallllffffaaaattthhh...." ucapnya seperti girang bertemu dengan Alfath

__ADS_1


Seketika Alfath dan Nisa menoleh kearah sumber suara berasal. Nisa yang mau duduk jadi menahan dulu karena penasaran dengan seseorang yang memanggil suaminya itu.


Alfath menaikan alisnya, seraya tak mengerti maksud dari wanita itu.


"Iyaaa.." jawab Alfath dengan suara datarnya


"Apa kabaaar?" ucapnya sembari menghampiri Nisa dan Alfath semakin dekat


"Lama ya tidak bertemu..." lanjutnya


"Heem..." jawab Alfath singkat


Jelas Alfath tidak suka dengan sikapnya, soksoan akrab membuat Alfath semakin tak suka.


"Oh istri kamu lagi hamil.." ucapnya dengan sinis sembari memainkan matanya yang melirik kearah Nisa


"Iya, memangnya kenapa?" tanya Alfath sembari membantu istrinya untuk duduk


"Sedang apa kalian disini?" lanjutnya penasaran


"Menurut mu kami sedang apa? masa di apotek untuk makan..." jawab Alfath sedikit ketus


"Massss..." ucap Nisa tiba-tiba sembari menarik tangan suaminya itu


"Oh kalian sedang menunggu obat juga yaaa..." lanjut wanita itu menebak-nebak


"Tentu saja.." jawab Alfath datar


"Kenapa kamu tidak menanya balik pada ku? Emangnya tidak penasaran dengan ku?" tanyanya dengan percaya diri luar biasa

__ADS_1


"Tidak perlu ditanya, saya yakin juga pasti sedang membeli obat" jawab Alfath yang merasa risih dengan wanita yang kini berhadapan dengannya


Nisa yang sedang duduk di tengah-tengah atara mereka, semakin tak suka dengan kehadiran wanita itu. Keberadaan Nisa pun tidak di hargai olehnya, sementara suaminya jadi naik darah, ketus, membuat Nisa harus mengingatkan suaminya agar menahan amarahnya.


"Mas, sudahlah.." ucap Nisa sembari menarik lembut tangan suaminya yang tak dilepaskan sedari tadi


"Iya sayang..." jawab Alfath mesra


Wanita itu semakin merasa cemburu, karena perasaannya pada Alfath yang memang masih tersimpan rapi dalam hatinya itu, belum bisa ia buang. Tapi Alfath tidak pernah menyukainya karena memang dia wanita yang jauh dari Allah, pakaian yang selalu terbuka membuat auratnya dilihat oleh banyak orang.


"Alfath kenapa kamu tidak bisa menghargai aku? Tak bisa kah kamu berbaik sedikit saja pada ku?" ucapnya dengan nada tinggi membuat semua mata yang berada disana tertuju pada wanita yang menggunakan mini dres membentuk lekuk tubuh itu menjadi sorotan semua pengunjung apotek


"Cukup, Mawar. Jangan kamu mempermalukan diri mu sendiri" ucap Nisa tiba-tiba sembari berdiri dihadapan wanita itu yang tak lain ialah Mawar


Suara Nisa memang tidak tinggi, tidak menyaingi suara Mawar. Semua mata yang melihat kejadian itupun langsung tak lagi memperhatikan mereka bertiga.


"Cukup ya Mawar jangan membuat aku geram dengan tingkah mu! Sebenarnya aku sangat berdoa pada Allah agar tidak dipertemukan dengan mu lagi!" ucap Alfath dengan emosi, tapi tetap dengan suara yang terkontrol


Tiba-tiba seorang pelayan apotek memanggil sebuah nama, yang ternyata itu milik Mawar. Mawar langsung menghampiri dengan cepat, dan meninggalkan Nisa juga Alfath.


Alfath sangat bersyukur seorang pelayan itu cepat memanggil Mawar, karena kalau tidak cepat dipanggil, entah apa yang mungkin akan terjadi setelah ini. Mawar berlalu dan meninggalkan Apotek itu.


"Sayang.. Jangan dipikirkan yaaa" ucap Alfath sembari duduk disamping istrinya, lalu memegang tangan istrinya itu yang kini menjadi dingin


"Iya Mas. Aku gak habis pikir dengan wanita aneh itu" jawab Nisa sembari pandangan lurus kedepan


"Iya sayang, Mas juga bingung. Mas selalu berdoa agar tidak lagi dipertemukan dengan wanita itu, rasanya malas sekali" ucap Alfath


"Doakan dia cepat mendapat hidayah, Mas. Mungkin setelah mendapat hidayah dia tidak akan lagi mencari masalah" ucap Nisa dengan lembut

__ADS_1


Alfath hanya menganggukan kepalanya, mengiyakan ucapan istrinya itu. Tak lama kemudian Nama Nisa dipanggil, Alfath langsung menghampiri dan mengambil obatnya. Kemudian Nisa dan Alfath pergi meninggalkan apotek itu dan menuju ke mobil untuk pulang


__ADS_2