Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 24~


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Nisa dan Alfath melaju menjauh dari rumah Nisa, dan sudah meninggalkan bangunan ponpes.


Umma dan Aba kembali masuk kerumah dan duduk diruang tamu. Kali ini mereka duduk berdua berdeketan, sehingga Umma menyenderkan kepalanya didada Aba.


"Umma sedih sekali ditinggal anak bungsu kita Aba" ucap Umma sembari menangis


"Umma gak sanggup liatnya tadi tuh, tapi Umma harus terlihat tegar oleh Nisa" tambah Umma dan semakin deraslah air matanya


"Kita harus bersabar, kita harus ikhlas. Nisa anak perempuan yang sudah menikah pasti diambil oleh suaminya" Jawab Aba dengan nada yang sedih


"Aba juga sebenarnya sedih sekali, anak bungsu kita kini pergi untuk mengabdi pada suaminya" tambah Aba


"Iya Aba, kita sekarang ditinggal semua oleh anak-anak kita. Berapapun banyaknya anak, setelah mereka menikah mereka akan meninggalkan kita dan memiliki keluarga kecilnya sendiri" ucap Umma sembari tersedu-sedu


"Iya Umma, tugas kita sebagai orangtua kini terus mendoakan mereka, berdoa juga supaya mereka tetap berbakti pada kita" jawab Aba


Diperjalanan Nisa membuka HPnya, dan membuka grup WA keluarganya. Didalam grup itu ada semua kakak-kakaknya dan Kakak iparnya, itu grup sering mereka gunakan untuk diskusi masalah keluarga dan membuat rencana-rencana untuk kumpul keluarga.


Kali itu di grup Nisa menuliskan ucapan pamitnya pada semua.


"Assalamu'alaikum mbak, mas, Nisa mau pamit. Hari ini akan ikut tinggal bersama mas Alfath di Surabaya. Nisa mohon doanya semoga kami selamat sampai tujuan. Nisa juga mohon untuk mbak sama mas yang tinggal dekat dengan Umma dan Aba tolong tengok mereka sesering mungkin, jangan biarkan mereka kesepian dihari tuanya. Wassalamu'alaikum. Terimakasih semuanya"


Semua kakak Nisa membaca pesan itu. Salma yang sangat dekat dengan Nisa merasa sangat sedih, begitu juga dengan Fatih. Semua kakak Nisa membalas satupersatu tapi Nisa belum membukanya karena ia menonaktifkan HPnya.


Selama diperjalanan Nisa menyenderkan kepalanya pada bahu Alfath. Nisa merasa pusing dan enek didalam mobil.


"Sayang kamu kenapa? kamu sakit?" tanya Alfath khawatir karena Nisa menangis sedari tadi dan sangat pendiam.

__ADS_1


Kedua orangtua Alfath lalu memperhatikan Nisa setelah mendengar Alfath bertanya seperti itu


"Aku hanya merasa pusing dan mual mas" Jawab Nisa dengan pelan


"Apa kamu masuk angin nis?" tanya Umi mengkhawatirkan


"coba pakain minyak angin ini" ucap Papa


Alfath menerimanya dan memberikannya pada Nisa. Perjalanan sudah hampir sampai Bandara.


"Apa perlu kita berhenti dulu untuk beristirahat?" tawaran Alfath pada Nisa


"tidak perlu mas, takut telat nanti kita. Mungkin aku hanya mabuk perjalanan karena tidak terbiasa bepergian jauh" jawab Nisa meyakinkan padahal Nisa masih mual


Sesampainya di Bandara Nisa langsung ingin ke toilet, dan Alfath mengantarnya. Sementara Umi dan Papa membereskan barang bawaan dan menyiapkan tiket untuk keberangkatan mereka, dibantu oleh Pak Ali supir Alfath.


Alfath yang menunggu didepan toilet begitu mengkhawatirkannya.


"Sayang kamu baik-baik saja?" tanya Alfath sedikit teriak agar Nisa mendengar dari dalam


Nisa tidak menjawab, Nisa langsung keluar dari toilet sembari membenarkan cadarnya


"Apa kita tunda saja untuk pulang ke Surabaya? kita kedokter dulu saja kalau begitu yaaa" ucap Alfath dengan cepat karena masih khawatir


"gak usah mas. Aku ingin segera sampai rumah. Aku sedikit lega sekarang. Aku ingin ke mini market saja membeli obat masuk angin" jawab Nisa meyakinkan


Alfath dan Nisa menuju ke mini market dalam bandara oleh Alfath karena memang sangat lemas.

__ADS_1


Didalam mini market Nisa langsung mengambil 4 obat masuk angin, minuman kopi seduh yang ia niatkan untuk diminum berdua dengan Alfath, dan disamping tempat menyeduh kopi itu ada Frezer ice cream dengan banyak rasa yang membuat Nisa sangat ingin.


"Mas aku mau ini" ucap Nisa sembari terus memandangi Frezer itu


"perut mu kan kosong, setelah muntah tadi. apa tidak apa-apa?" jawab Alfath


"tapi aku ingin sekali mas, gak tahan rasanya ingin sekali" ucap Nisa sedikit merengek


"ya sudah ambil saja" jawab Alfath membolehkan


Nisa mengambil satu macam ice cream yang begitu ia inginkan, rasa strawberry yang ia rasa begitu segar.


Sesampainya di kasir Nisa menyerahkan semua yang ingin ia beli, dan Nisa langsung membuka tasnya untuk mengambil dompet.


Tapi dengan cepat Alfath mengeluarkan uang dari dompetnya


"sekarang kamu istriku, tidak perlu lagi membayar pakai uang mu sendiri" ucap Alfath sambil tersenyum


Nisa lalu mengambil ice cream itu, dan membukanya lalu duduk didepan mini market untuk memakannya. Alfath yang melihat geleng-geleng kepala dengan tingkah istrinya itu.


"kamu kok kayak orang ngidam deh jadinya" ucap Alfath


"abisnya aku gak pernah bisa tahan sama ice cream, permen gummy dan coklat" jawab Nisa sembari terus memakan ice creamnya dibalik cadar


"cobain deh mas, seger banget" ucap Nisa menyodorkan ice cream itu pada Alfath


Alfath lalu ikut memakannya, dan menghabiskan ice cream itu berdua.

__ADS_1


Setelah menghabiskan ice cream, mereka menyeruput kopi capucinno kesukaan Alfath itu berdua. Setelah semua habis tinggal obat masuk angin yang belum Nisa minum, lalu mereka segera menghampiri Umi dan Papa yang sudah menunggu sedari tadi.


__ADS_2