
Nisa dan Alfath sangat menikmati bakso itu, sampai-sampai waktu tak teras sudah memasuki magrib.
Nisa dan Alfath bergegas untuk sholat magrib berjama'ah, karena mereka masih dilantai bawah jadi mereka memutuskan untuk sholat dimushola. Seperti biasa mereka sholat berjama'ah, Alfath sebagai imam dan Nisa ma'mumnya. Karena jarak magrib dengan isya tak jauh, mereka menunggunya sembari membaca Al-Qur'an bersama.
Alfath merasa begitu senang setelah menikah, ini membuat hatinya sangat adem ketika mendengar lantunan ayat suci dari mulut Nisa. Suara yang begitu merdu membuat Alfath terus memandangi istrinya itu. Akhirnya Adzan isya yang ditunggu-tunggu sudah berkumandang, Alfath dan Nisa bergegas untuk sholat isya berjama'ah kembali.
Waktu sudah menunjukan pukul 19.49, Nisa dan Alfath langsung menuju kamar mereka dilantai atas.
"Mas, aku ganti baju dulu ya" ucap Nisa
"Mas juga ayooo cepet bersih-bersih ganti bajunya" tambah Nisa kepada Alfath yang sedang membuka jam tangannya dan menyimpannya dimeja rias.
"Iya sayang, aku juga mau" jawab Alfath dengan lembut.
Akhirnya setelah berganti pakaian mereka tidur, seperti biasa kini Nisa selalu ingin dalam pelukan Alfath.
-----------------
Waktu sudah pagi, jam sudah menunjukan pukul 06.25. Nisa sedang membereskan rumah, ia juga memasak untuk sarapan.
Alfath masih berganti pakaian diatas.
Nisa memasak sarapannya, lalu menghidangkannya diatas meja makan. Nisa juga menyiapkan kopi kesukaan Alfath.
__ADS_1
"Mas ayo sarapan dulu" ucap Nisa sedikit berteriak karena takut tak didengar oleh Alfath
"Ayo sayang" jawab Alfath yang ternyata sudah ditangga
Seperti biasa Nisa menyendoki nasi dan lauknya untuk Alfath, lalu untuk dirinya sendiri.
"makasih ya sayang" ucap Alfath lalu mengelus kepala Nisa
"makasih apa mas?" tanya Nisa
"makasih sudah melayaniku dengan sepenuh hati" ucap Alfath lalu menyeruput kopi yang sudah disiapkan
"ternyata punya istri tuh enak" lanjut Alfath sembari menyimpan kembali kopi dimeja
"aku juga senang bisa mengurusi mu, akan ku lakukan sebaik mungkin, sebaik ibu mu merawat anaknya ini" tamba Nisa sembari tersenyum yang terlihat langsung, karena Nisa belum menggunakan cadarnya
Setelah sarapan, Alfath akan pergi kekantor seperti biasa, dan Nisa hanya tinggal dirumah.
"Sayang, aku akan kekantor dulu. Kamu istirahat saja ya dirumah" ucap Alfath sebelum berangkat
"baik mas" jawab Nisa yang sembari memasang cadarnya
"oh iya, akan ku belikan tespek setelah pulang kerja ya, lalu apa lagi yang kau inginkan?" tanya Alfath dengan lembut
__ADS_1
"gak usah mas cukup saja" jawab Nisa lalu berdiri dari duduknya dan mengikuti Alfath
"maaaasss, jangan lama-lamaaa yaaa" ucap Nisa merengek
"iya sayang" jawab Alfath sembari merangkul Nisa dan mencium kepala Nisa
Alfath kemudian memencet remote kecil ditangannya untuk membuka pintu mobil, hingga terdengar suara mobil. Setelah itu Alfath berpamitan dengan Nisa.
"aku berangkat dulu ya sayang" ucap Alfath
"iya mas, hati-hati yaaa" jawab Nisa lalu mencium punggung tangan Alfath, dibalas Alfath dengan mencium kening Nisa
Nisa sangat merasa bosan dengan berdiam diri dirumah, sementara pekerjaan rumah sudah selesai. Nisa tak biasa hanya berdiam diri dirumah, ia terbiasa mengajar bertemu banyak orang, dan beraktivitas selayaknya guru yang bekerja diluar rumah.
Nisa memutuskan untuk menghubungi keluarganya, kali ini ia menghubungi kakaknya yang sangat dekat dengan Nisa, yaitu Salma. Nisa memencet panggilan Video call
Salma yang jauh disana mengangkat panggila video call itu.
"Haaaay Nisaaaa" ucap Salma sangat senang adiknya menghubungi
"Mbak kangen banget deh" lanjut Salma
"Nisa juga mbaaak" jawab Nisa dengan semangat
__ADS_1