Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 103~


__ADS_3

Alfath dan Mbok Iyem berjalan terburu-buru, mengikuti bed yang membawa Nisa ke ruangan. Alfath menahan rasa dagdigdug dalam hatinya, ia sangat khawatir dengan keadaan istri dan calon anaknya.


Sesampainya di ruang perawatan, Alfath dan Mbok Iyem lagi-lagi harus menunggu dulu didepan karena suster dan dokter akan melakukan lagi pemeriksaan, sekedar memastikan kembali posisi infus dan oksigennya sudah berjalan normal.


"Silahkan Pak, Bu untuk masuk" ucap seorang suster pada Alfath dan Mbok Iyem


Alfath masuk terlebih dahulu, lalu diikuti Mbok Iyem. Mata Alfath tertuju pada Nisa, ia terus memandangi istrinya.


Dokter SpOG yang menjanjikan untuk menjelaskan keadaan calon bayi Nisa dan Alfath, masih berada di ruangan untuk memastikan Alfath sudah siap mendengarkan.


"Bagaimana keadaan calon anak saya dokter?" ucap Alfath membuka pembicaraan


Tangan Alfath terus memegangi tangan Nisa.


Pelupuk matanya penuh dengan air mata yang hampir menetes.


"Keadaan janin dalam rahim Bu Annisa alhamdulillah sehat, dan baik-baik saja Pak" ucap Dokter SpOG yang menangani Nisa sejak awal, dengan tersenyum


"Alhamdulillah ya Allah" ucap Alfath sangat bersyukur


"Karena kandungannya lemah, Bu Annisa saya sarankan untuk lebih berhati-hati lagi. Tidak membiarkan dirinya untuk ke aktifitas yang memicu mual muntah lagi, ya Pak" lanjut dokter memberi penjelasan


"Baik dok. Tadi katanya istri saya menahan lapar. Padahal sudah lapar, tapi makanan yang ia inginkan belum sampai jadi ia tetap menahannya" jawab Alfath memberitahu


"Ya allah, lain kali tolong diingatkan ya agar tidak diulangi. Kasian janinnya kalau ibunya sampai dehidrasi lagi, takutnya kekurangan asupan juga. Takutnya janinnya tidak berkembang bagus" ucap Dokter lagi-lagi memberi arahan

__ADS_1


"Baik dokter. Terimakasih banyak yaaa" jawab Alfath


Kemudian dokter dan suster meninggalkan ruangan perawatan Nisa. Kini diruangan hanya ada Alfath dan Mbok Iyem yang menunggu Nisa sadar.


"Mbok, apa pekerjaan dirumah sudah selesai?" tanya Alfath perlahan pada Mbok Iyem


"Untuk beberes dan bersih-bersih rumah sudah selesai Pak. Tadi saya akan masak makanan yang diinginkan Bu Annisa, tapi belum sempat" jawab Mbok Iyem menjelaskan


"Istri saya ingin makan apa Mbok?" tanya Alfath bingung karena tadi yang ia tahu istrinya hanya ingin makan bakso


"Ingin makan soto yang berasa rempah-rempahnya, Pak. Untuk menu makan siang katanya" jawab Mbok Iyem


"Ya sudah kalau gitu, Mbok nanti pulang dulu diantar oleh Rio saj, selesaikan masaknya yaaa" ucap Alfath


Sudah cukup lama, Rio baru selesai mengurus administrasi. Rio langsung menuju kamar perawatan dimana Nisa berada.


Sesampainya di ruagan Nisa, pemandangan yang pertama ia lihat yaitu Alfath duduk di samping Nisa sembari terus memegang tangan Nisa, dan tangan satunya mengelus perut Nisa yang semakin buncit. Sementara Mbok Iyem hanya duduk di sofa belakang Alfath.


"Assalamu'alaikum Pak" ucap Rio dengan halus takut mengagetkan.


"Walaikumsalam. Eh kamu, sudah selesai semuanya?" jawab Alfath dan langsung memberi pertanyaan


"Alhamdulillah sudah Pak. Bagaimana keadaan Bu Annisa?" tanya Rio sembari masuk terus kedalam menghampiri Alfath


"Nisa hanya mengalami dehidrasi. Alhamdulillah janin saya baik-baik saja" jawab Alfath dengan suara lirih habis menangis

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Pak, semoga Bu Annisa segera pulih kembali" ucap Rio mendoakan


"Iya, Aaammmiinnnn. Terimakasih yaaa" jawab Alfath


"Oh iya, saya minta tolong. Kamu antar Mbok Iyem kerumah, sampai selesaikan masaknya. Setelah itu kalian makan dulu dirumah, baru kembali kemari" lanjut Alfath pada Rio


"Baik, Pak" jawab Rio dengan cepat


"Oh iya Mbok, setelah masak, Mbok dan Rio makan siang dulu dirumah yaaaa.. setelah itu tolong bawakan baju ganti untuk Nisa dan juga saya. Bawakan juga makanan yang Nisa inginkan ya Mbok" ucap Alfath juga memberitahu pada Mbok Iyem


"Baik Pak" jawab Mbok Iyem juga mengerti


Rio dan Mbok Iyem meninggalkan rumah sakit, dan menuju rumah Alfath dengan menaiki mobil pribadi Alfath. Sewaktu diperjalanan Rio dan Mbok Iyem sedikit berbincang-bincang.


"Pak Rio sudah lama bekerja dengan Pak Alfath?" tanya Mbok Iyem membuka obrolan


"Sudah Mbok" jawab Rio dengan ramahnya


"Oh begitu. Alhamdulillah ya, Pak Alfath dan Bu Annisa itu majikan yang sangat baik. Saya merasa beruntung bisa bekerja dengan mereka" ucap Mbok Iyem


"Iya Mbok, Alhamdulillah. Pak Alfath dan Bu Annisa itu sangat baik sekali pada semua karyawannya" jawab Rio


"Iya ya. Eh iya, Pak Alfath kelihatan sayang banget ya sama Bu Annisa" ucap Mbok Iyem


"Iya Mbok, tentunya. Pak Alfath sangat mencintai Bu Annisa. Bu Annisa istri idaman Pak Alfath" jawab Rio

__ADS_1


__ADS_2