Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 87~


__ADS_3

Setelah selesai mandi pagi, dan berganti pakaian. Nisa dan Alfath bersiap untuk sarapan, kali ini Alfath memilih untuk sarapan diruang makan yang disediakan hotel ini.


Nisa yang tidak keberatan, lalu menyetujui.


Nisa dan Alfath juga sudah bersiap untuk pulang kembali kerumah Nenek, dan akan mampir untuk membeli oleh-oleh untuk dibawanya pulang.


Saat diruang makan hotel, Nisa dan Alfath langsung mengambil sarapannya sendiri, dengan konsep perasmanan, tentu dengan banyak pilihan makanan untuk sarapan. Ada nasi goreng, nasi lemak, telur mata sapi, roti tawar, sandwich, salad buah dan sayur, juga buah potong. Nisa memilih untuk makan nasi lemak, karena kebetulan ia sangat suka, sementara Alfath memilih untuk makan sandwich dan salad buah.


Setelah Nisa dan Alfath mengisi piringnya dan hendak duduk dimeja makan, tiba-tiba seseorang menyapa dengan suara memanggil Alfath.


"Alfath" ucapnya


Alfath dan Nisa langsung mengenok kearah suara.


"Firman" ucap Alfath juga menyapa


Firman langsung menghampiri Nisa dan Alfath, lalu mengajak untuk duduk bersama. Sekalian ia juga menikmati kopi yang ia bawa.


"Bagaimana? Kalian puas dengan pelayanan kami?" Ucap Firman penasaran


"Alhamdulillah, istri ku suka sekali. Terimakasih ya" jawab Alfath dengan cepat


"Terimakasih, maaf sudah merepotkan" jawab Nisa setelah menelan makanannya


"Ah tidak merepotkan kakak ipar" jawab Firman dengan ramah


Nisa hanya tersenyum karena sedang mengunyah makanannya, begitu juga dengan Alfath.


"Oh iya, kalau bisa kalian mampirlah kerumah ku" ucap Firman pada Alfath


"Insya Allah yaaa, kami besok akan kembali ke Indonesia. Pekerjaanku sudah menunggu" jawab Alfath

__ADS_1


"Sebentar sekali kalian ke Kuala Lumpur, berlama-lama lah dulu" ucap Firman menyayangkan


"Insya Allah lain waktu" jawab Nisa dengan ramahnya


Setelah selesai sarapan, dan berpamitan Nisa dan Alfath meninggalkan hotel milik Firman, dan menuju tempat menjual oleh-oleh. Karena supir Nenek juga sudah sampai sedari tadi sewaktu mereka masih sarapan.


Sesampainya ditempat oleh-oleh, Nisa langsung mengambil beberapa barang untuk keluarganya juga dirinya sendiri. Begitu juga dengan Alfath, ia memilih beberapa camilan khas melayu untuk dibagikan pada para karyawannya.


"Besok kita pulang Mas?" Tanya Nisa sembari memasukan barang kedalam troli belanja yang didorong Alfath


"Iya sayang, gak apa-apakan?" Ucap Alfath balik bertanya


"Aku sih gak apa-apa Mas" jawab Nisa dengan lembut


"Aku sangat rindu keluarga ku" tambah Nisa dengan sangat sendu kini ekspresi wajahnya berubah menjadi murung


Pantas saja Nisa merasa rindu pada keluarganya, karena setelah tinggal di Surabaya Nisa belum lagi pulang kerumahnya. Alfath dengan cepat coba menghubungi Rio untuk meminta bantuan jemput orangtua Nisa juga beberapa keluarganya yang bisa ikut untuk mengunjungi Nisa ke Surabaya, tanpa Nisa tahu.


"Oh iya Mas, ini oleh-olehnya akan dikirim duluan seperti waktu itu atau kita bawa saja?" Tanya Nisa sembari menoleh kearah suaminya


"Kalau tidak terlalu banyak kita bawa bersama kita aja, nanti paling tambah koper saja" jawab Alfath menjelaskan


Setelah selesai berbelanja, Nisa dan Alfath pulang kerumah Nenek. Disana Nenek dan Umi sudah menunggu.


Alfath lalu membicarakan niatnya yang akan pulang besok ke Indonesia pada Umi, Nenek juga Ma'ci Laila.


"Sebentar sekali kalian disini" ucap Nenek dengan nada sendu


"Iya Nek, lain waktu Alfath dan Nisa kembali lagi yaaa" jawab Alfath sembari memegang tangan Nenek yang kini sangat terlihat keriputnya


"Kami pasti kesini lagi, Nek" juga ucap Nisa menenangkan perasaan Nenek

__ADS_1


"Iya nanti kalian berhari raya disini yaaa" ucap Ma'ci Laila


"Insya Allah Ma'ci" jawab Alfath dan Nisa berbarengan


Umi hanya memperhatikan, karena memang Alfath dan menantunya itu harus kembali. Begitu juga dirinya, Umi harus kembali ke Inggris karena kasian Papa sendirian mengurus Restoran.


"Kalian berangkat penerbangan jam berapa?" tanya Umi memecahkan suasana sedih


"Penerbangan siang, Umi" jawab Alfath lalu menoleh pada Umi


"Ya sudah, kalian siapkan lah apa yang akan dibawa. Hati-hati ada yang tertinggal" ucap Umi mengingatkan untuk packing


"Iya Umi" jawab Alfath dengan cepat


"Buatkan kue untuk mereka bawa sebagai oleh-oleh Laila" ucap Nenek tiba-tiba pada Ma'ci Laila


"Baik, Mak" jawab Ma'ci cepat


"Eh tidak usah repot-repot, Nek, Ma'ci" ucap Alfath mencegah


"Iya Nek, Ma'ci. Gak usah repot-repot" ucap Nisa juga


"Kami sudah membeli banyak oleh-oleh kok, Nek" lanjut Alfath menjawab


"Tidak repot kok, itu kan kalian beli sendiri. Ini kan dari Ma'ci juga Nenek" ucap Ma'ci Laila


Tetap Nisa dan Alfath menolak, hanya saja Nisa ingin membawa buah strawbery dari kebun milik Nenek itu. Lalu Nenek menyetujuinya, dan akan menyuruh pekerja untuk memetikan yang segar pagi hari dan siap di packing agar tetap segar jika dibawa ke Indonesia.


Hari semakin sore, Alfath dan Nisa yang sudah berganti pakaian, dan sholat Ashar berjama'ah lalu memilih untuk bersantai di halaman belakang rumah.


Sementara Nisa membantu Ma'ci Laila membuat kue untuk camilan sore, di dapur. Sedangkan Alfath sudah menunggu di halaman belakang bersama Nenek dan Umi.

__ADS_1


Alfath terlihat sibuk dengan ponselnya, dan berjalan menjauh dari Umi dan Nenek ketika menghubungi seseorang melalui ponselnya itu. Membuat Umi penasaran, ada apa dengan anaknya ini, apa ada masalah dengan kerjanya tanya batin Umi menerka-nerka.


__ADS_2