Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 65~


__ADS_3

Nisa dan Alfath yang juga bingung dengan wanita yang kini berada dihadapannya ini, membuat mereka saling terus bertatapan, lalu menggeser duduk lebih berdekatan dan mempersilahkan wanita separuh baya itu untuk duduk dikursi depan Alfath dan Nisa.


"Silahkan duduk" ucap Nisa dengan ramahnya


"Terimakasih, nyonya" jawabnya lalu duduk dikursi depan Nisa


"Jangan panggil nyonya, Bu. Saya Annisa" ucap Nisa lagi


Membuat Nisa dan Alfath semakin penasaran dengan maksud dari wanita ini.


"Insyaallah kalian adalah orang baik, orang mulia dimata tuhan. Tidak seperti saya, saya hanya orang hina yang tak ternilai" ucap Ibu itu


Lagi-lagi membuat Alfath semakin geram dibuatnya, karena penasaran mengapa wanita itu beraninya berbicara begitu.


"Insyaallah" Jawab Alfath dengan cepat


"Maaf Bu, kami tidak bisa menilai orang lain begitu. Kami masih kurang baik, dan kami masih jauh dari kata mulia" ucap Alfath dengan sedikit tegas

__ADS_1


"Iya Pak iya" jawab Wanita itu kini dengan wajah memelas


"Maaf Ibu ini siapa? Dan ada keperluan apa?" tanya Nisa yang masih lembut


"Saya ingin Pak Alfath dan Bu Annisa bisa mengampuni Mawar, anak saya" ucapnya sembari meneteskan air matanya


"Oh jadi Ibu adalah Ibu dari Mawar" ucap Alfath dengan geramnya


"Iya Pak, saya ibu kandungnya. Mungkin saya memang tak pernah ia akui selayaknya Ibu Kandung, tapi saya sangat menyayanginya, saya juga memohon maaf atas kejadian yang telah dilakukan anak saya yang membuat Bapak dan Ibu terganggu" jelasnya dengan air mata yang terus mengalir dan wajah menunduk kebawah


"Insyaallah kami sudah memaafkan kesalahan Mawar, Bu" jawab Nisa


"Iya Pak, saya mengerti. Terimakasih telah memaafkan kesalahan anak saya. Tapi saya tak bisa melihat anak saya terus didalam penjara" ucap Ibu itu dengan tangis yang terus semakin deras


"Saya memohon dengan sangat Pak" lanjutnya memelas


"Apa Ibu yakin, dengan yang Ibu lakukan ini kepada saya? Apa Mawar sudah mendapat pelajaran didalam penjara, tentang bagaimana menghargai seorang Ibu juga?" tanya Alfath

__ADS_1


"Saya khawatir kalau Mawar keluar dari penjara akan melakukan hal itu lagi dan lagi, juga tadi Ibu bilang tak diakui oleh anak sendiri bukan? Tandanya Mawar memang tak baik bukan?" ucap Alfath lagi panjang lebar


"Iya pak saya mengerti dengan kekhawatiran Ibu dan Bapak. Mawar tidak berbuat baik pada saya, saya sebagai Ibu sudah sangat rela Pak, karena saya sangat menyayangi anak saya" ucapnya dengan terus meneteskan air mata, suaranya menjadi lirih


"Silahkan urus dengan kepolisian ya Bu, saya tidak ada hak untuk mengeluarkan Mawar dari penjara. Saya akan mencoba konsultasi dengan pengacara saya juga" ucap Alfath dengan tegas


"Baik Pak, terimakasih banyak. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu" ucapnya


"Semoga air mata yang ibu keluarkan untuk Mawar menjadi sungai yang membawa Ibu ke surga" ucap Nisa balik mendoakan


Alfath dan Nisa lalu meninggalkan Ibu separuh baya itu, yang tetap duduk dikursinya dengan terus meneteskan air matanya.


Sebenarnya ia sangat malu, tapi harus lakukan ini demi sang anak dapat menghirup kebebasan lagi. Nisa dan Alfath melangkahkan kakinya keparkiran hendak pulang, dan akan ke Panti terlebih dahulu untuk memberikan semua pakaian bayi Yusuf dan Khadijah.


-----------------------------


***Halooo kakak-kakak semua, jangan lupa ya untuk vote novel ini. Caranya gampang banget, klik Novel ini diepisode yang sedang dibaca disebelah kiri pojok atas, dan lihat ada tulisan Detil dan Episode, silahkan klik Detil ada dibawah Sinopsisnya kotak kecil bertuliskan "Vote" jangan lupa diklik dan like juga beri tips nya yaaa hehe

__ADS_1


TERIMAKASIH untuk yang sudah, yang belum lakukan sekarang yaaa. Yang sudah juga tetap bisa vote yaaa, biar novel kesukaan kalian ini tetap jadi terbaik*** 😉


__ADS_2