Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 56~


__ADS_3

Alfath jadi sangat panik melihat kondisi Nisa yang sangat lemah begitu. Alfath terus melajukan mobilnya begitu cepat.


Hingga akhirnya Alfath sampai dipintu utama Rumah Sakit, ia langsung menggendong Nisa lagi dan memanggil suster.


Tak lama ada suster jaga didepan langsung sigap mengambil bed dan Alfath menidurkan Nisa dikasur.


"Maaf Pak, Bapak tidak boleh ikut masuk. Silahkan urus administrasi dan pengisian data pasien" Ucap seorang suster sembari memasukan Nisa kedalam ruang IGD lalu menutup pintunya


Alfath langsung berlari mencari tempat administrasi, disana Alfath mengisi semua data diri Nisa, dan membayar biaya penanganan langsung. Setelah semua selesai Alfath kembali menunggu diruang tunggu IGD tepat depan pintu.


"Ya allah lindungi istriku" ucap Alfath sembari sangat memohon


Alfath sebenarnya bingung, harus memberi tahu keluarga Nisa atau tidak, begitu juga dengan keluarganya sendiri. Alfath yang sangat cemas, hanya bisa terus berdzikir dan berjalan bolak balik layaknya orang bingung.


Tak lama kemudian, Dokter keluar dari IGD diikuti oleh seorang suster.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Alfath dengan paniknya


"Sesuai pemeriksaan istri anda baik-baik saja Pak, tidak ada masalah. Tapi mengapa bisa sampai pingsan?" Jawab dokter sembari menanyakan kejadiannya

__ADS_1


"Bapak bisa jelaskan diruangan saya" lanjut dokter itu, sembari terus berjalan dan ikuti oleh Alfath


Setelah dalam ruangan, suster yang tadi membawakan data diri Nisa dan menyerahkannya pada dokter. Sementara Alfath masih duduk diam didepan meja sang dokter.


"Baik-baik saja tidak ada masalah yang fatal, pak" jelas dokter pada Alfath


"Hanya saja kini debar jantungnya sangat cepat, dan tekanan darahnya sangat lemah. Makanya Bu Annisa sampai pingsan" tambah dokter lagi menjelaskan.


"Alhamdulillah dok. Tadi Istri saya melihat kejadian yang tidak enak, membuatnya sangat kaget pasti" jawab Alfath


"Oh begitu ya Pak. Apa kejadian itu akan membuat istri bapak trauma?" tanya dokter lagi


"Sepertinya iya dok" jawab Alfath lemas


Lalu dokter dengan cepat memberi tahukan pada suster untuk memberikan sebuah tindakan. Sementara Alfath disuruh kembali untuk menunggu diruang tunggu IGD.


Tidak berapa lama, suster selesai memberikan tindakan lalu memindahkan Nisa keruang rawat untuk sementara. Alfath langsung mengikuti dan menjaga Nisa setelah suster meninggalkan Nisa.


"Sayang" ucap Alfath sembari menggelus kepala Nisa dan menggenggam tangan Nisa terus menerus

__ADS_1


Nisa masih saja belum sadarkan diri, karena memang dokter memberikan obat penenang agar Nisa istirahat dan cepat melupakan kejadian yang membuatnya trauma.


Alfath menghubungi Rio dan Lia untuk memberi tahu keadaan Nisa, dan meminta untuk membereskan kantor.


Rio menawarkan bantuan untuk membawakan makanan atau apapun yang Alfath butuhkan, tapi Alfath menolaknya.


Nisa masih saja belum sadarkan diri, waktu sudah menunjukan pukul 08.00 malam, Alfath sudah melaksanakan sholat isya sendiri dikamar rawat Nisa. Sementara Nisa masih saja belum sadarkan diri.


Alfath sangat bingung dengan keadaan seperti ini, Alfath ingin sekali menceritakan ini, tapi ia takut dianggap menjadi suami tak berguna. Alfath langsung membuka ponselnya dan memutuskan untuk menghubungi Umi.


"Umiii" ucap Alfath dengan meneteskan air matanya


"Astagfirullah ada apa nak?" jawab umi dengan paniknya karena tak biasa, anaknya ini menelepon sembari tersedu-sedu menangis


"Nisa umiii" jawab Alfath terhenti karena tersedu-sedu menangis


"kalian kenapa nak? ada apa?" ucap Umi begitu panik


"Nisa sekarang dirawat di Rumah Sakit, karena pingsan tadi. Alfath merasa belum bisa menjaga Istri sendiri" Jawab Alfath menjelaskan sembari terus meneteskan air matanya

__ADS_1


"Innalillahi, apa yang terjadi?" Tanya Umi lagi ingin mendapat info yang jelas


Lalu Alfath menceritakan semua kejadian yang terjadi tadi siang dikantornya itu, dan kejadian tentang Mawar dari sebelum-sebelumnya.


__ADS_2