
Nisa membereskan meja makan terlebih dahulu, lalu mencuci piring bekas makan. Setelah selesai Nisa mengikuti Alfath naik keatas untuk kekamarnya. Alfath masih harus meminum obat yang diberikan oleh dr. Gibran, dan mereka akan melaksanakan sholat dzuhur berjama'ah dikamarnya.
Setelah sholat, Nisa menyuruh Alfath untuk beristirahat tidur siang.
"Mas cepat istirahat tidur dulu saja" ucap Nisa sembari melepas mukenanya
"Temenin" ucap Alfath begitu manja
"hmm iya mas" jawab Nisa dengan nada menggoda
Alfath sudah terbaring dikasur, Nisa yang sudah berganti pakaian dengan pakaian santai rumahan yang ia miliki tetap serba panjang menutup auratnya tetapi terlihat lebih simple dari pada dres yang ia gunakan sehari-sehari, Nisa juga hanya menggunakan kerudung biasa sampai menutup dada tidak menggunakan cadar. Dirumah Alfath pasang AC disetiap ruangannya, membuat Nisa tidak pernah merasa kegerahan.
Nisa lalu mengikuti Alfath berbaring disampingnya.
Dengan senang Alfath langsung mendekati Nisa dan memeluknya. Nisa hanya menggelengkan kepala.
"Sudah tidak demam kan mas?" Tanya Nisa halus
"Tidak sayang, flu juga sudah membaik ku rasa, Karena selalu dibuatkan sup hehe" jawab Alfath
"Iya mas, kalau flu itu memang bagus makan sup karena rempah-rempahnya membuah hidung lega" ucap Nisa menjelaskan
Alfath tetap dengan pelukannya, begitu erat memeluk Nisa. Tiba-tiba ponsel Alfath kembali berbunyi, tanda pesan masuk. Alfath yang sedang memeluk Nisa mengabaikan pesan itu, sementara Nisa memberitahu untuk dibuka karena takut dari perusahaan.
"Mas, ada pesan. Bukalah, siapa tau orang kantor memberi tahu sesuatu yang penting" Ucap Nisa
__ADS_1
"Tapi aku sedang beristirahat dengan istriku" jawab Alfath manja
"hehe iya sayang, buka dulu saja takut penting" ucap Nisa sembari tertawa kecil
Alfath lalu menuruti perintah istrinya itu. Alfath sudah malas untuk membuka ponsel sedari tadi terdengar bunyi juga, ternyata tak disangka-sangka nomor yang tidak Alfath save itu lagi-lagi mengirimi pesan pada Alfath, ia bingung depan Nisa karena pasti istrinya ingin tahu, Alfath takut membuat Nisa seperti waktu kemarin lagi.
"Tuh kan sayang, WA dari nomor yang tidak penting lagi" ucap Alfath sembari agak kesal
"Siapa mas?" tanya Nisa dengan lembut
"Wanita tidak penting itu lagi" ucap Alfath
"Mana mas, aku lihat" jawab Nisa dengan semangat sembari bangun dari tidurnya
"halo Alfath sayang, kamu harus tahu aku masih menginginkan mu walau kau sudah menikahi wanita itu. Akan ku lakukan apa saja agar bisa bersama mu" tulis Mawar pada pesan WA yang dikirim pada Alfath
Seketika Nisa hanya terdiam, Alfath yang begitu kesal dengan ulah Mawar, langsung menghubungi nomor itu dengan meneleponnya.
"Halo!" ucap Alfath dengan nada marah
"Halo Alfath sayang, akhirnya kamu menghubungiku" jawab Mawar dengan senang
"Saya minta untuk kamu tidak mengganggu kami lagi!" ucap Alfath dengan nada tinggi
"Aku adalah wanita yang harus terpenuhi semua keinginannya, dan akan ku lakukan apa saja untuk itu" jawab Mawar membuat Alfath semakin darah tinggi
__ADS_1
"Jangan membuat saya harus memaki anda dengan ucapan kasar!" ucap Alfath dengan sangat emosi, Nisa yang disamping Alfath juga mendengarnya lalu memegangi Alfath
"Sabar mas" ucap Nisa dengan suara bergetar karena takut pertama kali melihat suaminya semarah ini
Alfath tidak menjawab, hanya terus merangkul Nisa
Terdengar Mawar terus menjawabnya
"waw seorang Alfath Swain bisa kasar juga" Jawab Mawar semakin mengesalkan
"Lihat saja nanti akan ku lakukan apapun untuk mendapatkan mu, Alfath sayang" lanjut Mawar dengan nada mengancam
"Dan saya akan melakukan apapun untuk rumah tangga saya! Jangan salahkan saya jika harus membuat anda berurusan dengan pihak berwajib" Ucap Alfath dengan nada kesal lalu mematikan ponselnya
Sebenarnya Alfath sudah merekam pembicaraan lewat telepon itu. Alfath dengan tak sabar lalu menghubungi pengacara pribadinya, yaitu Pak Maruar Sirait yang asli orang batak yang tinggal di Surabaya, dan sudah lama menjadi Pengacara pribadi Alfath dikantor juga.
"Halo, Pak Alfath selamat siang" ucap Pak Maruar mendahului
"Selamat siang Pak, saya ingin minta bantuan" ucap Alfath dengan buru-buru
"boleh Pak, dengan senang hati" jawab Pak Maruar
"Ada masalah apa ya?" lanjut Pak Maruar
"Saya ingin memberi pelajaran hukum pada wanita bernama Mawar, dia seorang Model. Aka ku kirim semua buktinya melalui WA, ya Pak" jawab Alfath menjelaskan
__ADS_1