
Nisa tidak lagi mengajar diponpes, kali ini dirumah sepi hanya ada Alfath dan Nisa. Umma dan Aba ke ponpes untuk mengajar.
Nisa dan Alfath berada didalam kamar untuk mempersiapkan kepindahan Nisa kerumah Alfath.
"Nis, bawanya semua yang kamu benar-benar perlukan saja, sekurangnya bisa kamu temukan dirumah kita" Ucap Alfath pada Nisa yang sibuk mengemas pakaiannya ke dalam koper.
"baik mas" jawab Nisa cepat
Nisa sudah mengemas pakaiannya, kini tinggal ia kemasi barang-barang kecil seperti makeup dan peralatan lainnya.
"Mas, memangnya kita akan pindah kapan?" tanya Nisa yang sebenarnya masih ingin dirumah orangtuanya itu
"kalau bisa sih secepatnya, aku merasa gak enak kalau lama-lama tinggal dirumah orangtua mu, karena sekarang kamu tanggungjawab aku" jawab Alfath panjang lebar
"baik mas. Nisa sudah siap sih ini juga" ucap Nisa sembari menutup tas berukuran sedang yang ia isi dengan barang-barangnya.
"ya sudah kalau begitu besok saja ya kita pindah. Hari ini kita ke Apartemen ku untuk menemui Umi dan Papa" jelas Alfath
Lalu Nisa dan Alfath pergi menuju Apartemen milik Alfath tidak jauh dari ponpes. Mereka mengendarai mobil matic kecil kesayangan Nisa, ini kali pertamanya mobil itu Alfath ketahui.
"ini mobil kamu sayang?" tanya Alfath sembari duduk dikursi pengemudi
"iya mas. ini mobil yang selalu bersamaku" jawab Nisa manja
"dibelikan orangtua mu?" tanya Alfath lagi
__ADS_1
"eh tidak mas. ini hasil nabungku, sebagian ditambahin Aba sih hehe" jawab Nisa tertawa kecil
"oh begitu, mungkin sekarang terakhir kali kamu pakai mobil ini Nis" tiba-tiba ucap Alfath
"kenapa?" jawab Nisa cepat
"Mobil ini tidak perlu dibawa ya, biar saja dipakai Umma dan Aba. Kamu sekarang gunakan saja mobilku" jelas Alfath
"ya sudah deh mas. Umma tidak ada kendaraan pribadi lagian" jawab Nisa
Akhirnya mereka sampai di Apartement itu. Nisa yang masih kesakitan dengan pangkal pahanya itu kebingungan untuk berjalan masuk kedalam. Alfath sudah memarkirkan mobil itu, dan melepas sabuk pengaman yang melingkari tubuhnya, tapi melihat Nisa masih saja diam.
"Ayo kita turun, sudah sampai" Ucap Alfath
"bagaimana aku berjalan mas. aku takut ada yang memperhatikan ku" jawab Nisa sebenarnya dari tadi memikirkan itu
Nisa dan Alfath berjalan bersama, Alfath menggandeng Nisa dengan perlahan. Semua mata tertuju pada Alfath dan Nisa. Beberapa karyawan Apartement itu terus memperhatikan Nisa dari bawah sampai atas, karena tidak menyangka bahwa perempuan yang Alfath nikahi berpenampilan seperti ini.
"gak nyangka ya pak Alfath menikahi perempuan bercadar seperi itu" ucap seorang karyawan wanita bernama Ina pada temannya
"iya secara pak Alfath kan penampilannya gaul gitu" jawab Nina karyawan Apartement itu
Obrolan itu sedikit terdengar oleh Nisa dan Alfath, tapi Alfath bersikap acuh sementara Nisa menundukan pandangannya.
Mereka menaiki lift, dan didalam lift hanya berdua.
__ADS_1
"Mas, aku malu ih semua orang memperhatikan kita seperti itu" ucap Nisa merengek
"haha iya, mereka hanya ingin tahu siapa wanita yang aku nikahi" jawab Alfath santai
Akhirnya pintu Lift itu terbuka, tepat dilantai dimana apartement Alfath berada.
Mereka berjalan menjauhi pintu lift, lalu Alfath mengetuk pintu apartementnya.
"Assalamu'alaikum" Ucap Alfath dan Nisa berbarengan
"walaikumsalam" ucap Papa sembari membukakan pintunya
"eh pengantin baru sudah datang" goda Papa pada Nisa dan Alfath
Nisa dan Alfath hanya tersenyum dan menyalami papanya itu. Lalu duduk di sofa.
"Umi kemana pa?" tanya Alfath sembari celingakcelinguk
"ada didapur sedang memasak" jawab papa
"Apa shaina sudah kembali ke US?" tanya Alfath karena ia juga tidak melihat adiknya
"sudah, tadi pagi dia berangkat. Bersama sepupu mu William dan Bunga" jawab papa menjelaskan
Nisa hanya terdiam karena ia masih malu.
__ADS_1
"Nisa mau bantu Umi dulu ya" ucap Nisa tiba-tiba
"Ayo kita ke dapur" ajak Alfath lalu meninggalkan papa yang sedang membaca koran di ruang tamu