
Nisa begitu suka dengan bayi kecil itu, Nisa memutar otaknya untuk memikirkan nama yang bagus untuk kedua bayi itu. Tapi ia ingin dengan persetujuan suaminya.
"Nanti saya akan tanya dulu mas Alfath ya, Bu" ucap Nisa pada Bu Yani
"Baik bu" jawab Bu Yani cepat.
Nisa langsung menghubungi suaminya itu, mengirimi pesan lewat WA dan menceritakan semua tentang bayi ini. Alfath belum membacanya karena sedang ada meeting dengan client.
Sementara kebutuhan bayi itu yang Nisa pesan sudah datang, lalu ia ambil dan membayarnya. Nisa langsung memberikan semua pesanan itu pada para pengasuh untuk segera dibersihkan dan bisa digunakan. Sementara itu Nisa mengajak semua penghuni panti untuk mendengarkan kajian dari dirinya, ia membuat acara itu diluar ruangan agar semua penghuni panti menikmatinya, begitu juga dengan anak-anak, mereka sangat senang dengan kehadiran Nisa.
Sementara dikantor, Alfath baru selesai meeting, lalu membuka ponselnya dan melihat ada pesan WA dari istrinya itu. Alfath yang begitu kaget membacanya, memutuskan untuk langsung datang ke panti.
Sesampainya ke panti, Alfath melihat semua penghuni masuk kedalam ruangannya masing-masing setelah mendengar kajian dari Nisa juga sekedar bercengkrama dengan Nisa, lalu Alfath menghampiri Nisa yang juga sudah menggendong bayi kembar itu.
"Sayang" ucap Alfath memanggil istrinya
"Mas sudah datang?" jawab Nisa sembari menoleh kearah suaminya itu
__ADS_1
"Iya sayang. Ini bayi kembar itu?" tanya Alfath sembari membelai pipi sang bayi
"Iya mas, mereka kembar perempuan dan laki-laki" jawab Nisa menjelaskan
"Masya Allah lucu sekali ya" ucap Alfath
"Kamu sudah pantas deh menggendong bayi seperti ini" goda Alfath pada Nisa
"Insyaallah secepatnya yaaa" jawab Nisa penuh harap
Semua pengurus panti sangat sibuk dengan mengurusi anak-anak dan semua lansia. Menyiapi untuk makan siang semua penghuni panti.
"Kamu beli ini sayang?" Tanya Alfath
"Iya mas, karena disini tidak ada perlengkapan untuk bayi dan tidak ada susu formula sesuai umur mereka" jawab Nisa menjelaskan
"Maaf aku tidak izin dulu mas. Soalnya tadi aku panik karena kedua bayi ini menangis kehausan, sedangkan botol susu hanya 1" lanjut Nisa menjelaskan
__ADS_1
"Gak apa-apa sayang, Mas senang kamu bisa seperduli ini dengan mereka" jawab Alfath yang mencium kening Nisa
Sementara Nisa sedang memberikan susu untuk salah satu Bayi kembar itu.
"Mas aku ingin menamai bayi perempuan ini Khadijah" ucap Nisa sembari mengayun bayi perempuan yang tidur dalam pangkuan Nisa
"Bagus namanya sayang, kalau yang laki-laki siapa ya namanya?" ucap Alfath yang juga sedang membantu untuk mengayun bayi laki-laki itu dipangkuannya.
"Bagaimana kalau Yusuf, seperti nabi yang tampan" jawab Nisa
"Boleh. Ya sudah mulai sekarang nama kamu Yusuf, semoga kalian jauh lebih bahagia" ucap Alfath sembari terus mengayun Yusuf penuh dengan kehangatan
Bu Yani lalu diberi tahu bahwa nama kedua bayi itu sudah diberikan oleh Nisa dan Alfath, Bu Yani sangat setuju dengan nama yang diberikan oleh Alfath dan Nisa.
Bu Yani yang juga sedang mengurus anak-anak yang lain untuk makan siang juga merasa kerepotan dengan harus mengurus bayi yang perlu pengawasan lebih, Alfath berinisiatif untuk menambah pengasuh lagi untuk dipanti ini.
"Oh iya mas, bayi ini juga tidak punya baju yang cukup" ucap Nisa mengingat kebutuhan bayi Yusuf dan Khadijah
__ADS_1
"Ya sudah, udah ini kita belikan ya sayang" jawab Alfath yang sedang menikmati menggendong Yusuf