
Nisa melaksanakan sholat malam, dilanjut dengan berdzikir seperti biasa yang ia lakukan. Sementara Alfath menghubungi restoran milik saudaranya yaitu anak dari Ma'ci Laila yang buka di Kuala Lumpur, dan buka 24 jam karena bersama dengan hotel.
Alfath langsung diberi nomor telepon chef yang kebetulan sedang jaga di restoran itu oleh sepupunya itu. Dengan cepat Alfath menghubunginya, dan memberitahu apa yang diinginkan istrinya itu, chef itu mengerti dan menyanggupinya.
Nisa telah selesai, dan melipat kembali mukena dan sajadahnya. Dengan tak sabar ia langsung menghampiri suaminya yang sedang duduk bersandar dikasur.
"Mas, ayoooo semakin lapar ini" ucap Nisa dengan manja sembari duduk disamping Alfath dan menggoyangkan tangan Alfath
"Iya sayang, tunggu sebentar lagi yaaa" jawab Alfath dengan lembut
"Ayo kita tunggu dibawah" lanjut Alfath karena tahu istrinya itu sudah tak sabar
Alfath mengajak Nisa untuk duduk diruang tamu, dan menyalakan lampunya yang semula digelapkan oleh Ma'ci Laila.
"Eh eh Mas, Nisa juga pengen iga bakar" ucap Nisa tiba-tiba mengagetkan
"Tambah iga bakar juga sayang?" tanya Alfath meyakinkan
"Iya Mas, tiba-tiba terbesit ingin sekali" jawab Nisa sembari tatapan keatas seperti membayangkan
"Ok" jawab Alfath cepat
Lalu Alfath menghubungi kembali chef tadi, dan chef itu lagi-lagi menyanggupinya. Dengan tenang Alfath merasa sangat senang.
"Kok Mas bisa sih pesan makanan begitu tengah malam begini?" tanya Nisa heran
"Bisa dong. Sepupu ku, anaknya Ma'ci Laila kan punya restoran dan hotel makanya buka 24 jam" jawab Alfath dengan yakin
__ADS_1
"alhamdulillah banget ya Mas" ucap Nisa bersyukur
"Maaf ya merepotkan" lanjut Nisa dengan perasaan tak enak pada suaminya itu, sembari memeluk tangan suaminya
"Enggak repot kok sayang" jawab Alfath meyakinkan sembari mencium kening Nisa
30 menit kemudian, suara motor dihalaman depan rumah terdengar, dan supir suruhan dari hotel menghubungi Alfath melalui ponselnya, karena tidak mau berteriak takut mengganggu. Alfath lalu keluar seorang diri untuk mengambil pesanannya itu, Nisa tetap menunggu disofa karena tidak menggunakan cadar.
"Ayo makan sayang" ucap Alfath sembari mengangkat kantong plastik yang ia genggam
"Waaaah wanginya sudah tercium" jawab Nisa dengan semangat sembari bangkit berdiri dan mengikuti Alfath kedapur
Umi yang juga sudah melaksanakan sholat malam mendengar pembicaraan mereka sedari tadi. Tapi Umi masih sangat heran, apa yang mereka lakukan malam-malam begini. Karena penasaran, Umi lalu keluar kamar dan menghampiri Alfath dan Nisa yang sedang duduk dan makan berdua dimeja makan itu.
"Masya Allah, ternyata kalian pesan makanan jam segini" ucap Umi mengagetkan Nisa dan Alfath
"eh Umi, mari makan bersama Umi" ajak Nisa pada Umi
"Apa kamu lagi ngidam sayang?" tanya Umi sembari menghampiri mereka berdua
"Nisa hanya lapar hehe" jawab Nisa sembari tertawa kecil
"Ini mah kita sahur Umi" ucap Alfath bercanda
Umi hanya geleng-geleng kepala melihat anak dan menantunya begitu lahap menghabiskan makanan itu.
"Umi tidak akan makan, kalian habiskan saja. Umi mau tidur lagi ya" ucap Umi lalu meninggalkan Nisa dan Alfath untuk kembali ke kamar Nenek
__ADS_1
Nisa yang begitu merasa lapar kini sangat menikmati tiap suapannya, soto yang sesuai harapan, dan juga iga bakar yang begitu enak rasanya, membuat Nisa merasa senang dan puas. Alfath juga jadi ikut melahapnya, walau tak sebanyak Nisa.
Soto dan Iga bakar itu sudah mereka habiskan, yang tersisa adalah nasi hangat tinggal setengah dan Nisa simpan saja dimeja makan lalu ditutupi dengan tudung saji, jadi meninggalkan jejak bahwa ada yang sudah makan.
"Kamu sudah kenyang sayang?" tanya Alfath setelah mencuci tangannya
"Sudah Mas. Enak sekali semua makanannya, aku sangat senang hehe" ucap Nisa
"Alhamdulillah kalau tidak mengecewakan mu. Ya sudah kita kembali tidur lagi, besok kita liburan lagi" ucap Alfath sembari merangkul bahu istrinya itu
Kini Nisa dan Alfath kembali tidur, karena waktu sudah semakin pagi.
Nisa dan Alfath jadi bangun kesiangan, selepas sholat subuh Alfath dan Nisa ketiduran lagi, membuatnya bangun jadi kesiangan.
Umi, Nenek dan Ma'ci Laila sudah menunggu untuk sarapan. Sebenarnya Ma'ci Laila bingung mengapa ada sisa nasi diatas meja makan, lalu Umi menjelaskan pada Ma'ci bahwa semalam Nisa dan Alfath lah yang sudah makan.
"Kemana mereka apa tidak sarapan?" tanya Nenek pada Umi dan Ma'ci Laila
"Kita sarapan duluan saja ya Mak, anak-anak mungkin tidur lagi selepas sholat subuh. Mereka sudah makan juga tadi sehabis sholat malam" jawab Umi menjelaskan pada Nenek
Nisa dan Alfath sebenarnya sedang mandi dan berganti pakaian, memang mereka tidur kembali dan membuat kesiangan.
"Mas apa tak apa aku menantu bangunnya kesiangan begini?" tanya Nisa karena takut diomongi
"Ya gak apa-apa dong sayang. Yang pentingkan sholat subuhnya tak terlewat" jawab Alfath sembari menggunakan kaos
"Aku malu tak membantu pekerjaan rumah Mas" ucap Nisa lagi
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang. Gak usah malu, mereka pasti memaklumi kok" jawab Alfath meyakinkan lagi
Nisa dan Alfath turun kebawah, hendak menghampiri semuanya yang sedang sarapan dimeja makan.