Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 134~


__ADS_3

Semua karyawan Alfath kembali ke kantor setelah merayakan kelahiran baby Arkana, putra pertama bosnya itu.


Nisa langsung membawa istirahat putra pertamanya itu ke kamar, begitu juga dengan dirinya yang kelelahan setelah melahirkan langsung merebahkan tubuhnya di kasur, diikuti oleh Alfath.


Sementara Umma, Umi dan Papa yang masih larut dalam suasana bahagia masih berbincang-bincang diruang tamu, lalu membantu Mbok Iyem untuk membereskan rumah yang berantakan itu.


---------------------


Alfath begitu menikmati perannya sebagai seorang ayah baru, ia selalu ikut membantu Nisa istrinya dalam hal mengurus anak. Memandikan Arkana, mengganti popok ia sudah sangat cekatan dan terbiasa.


Setelah kelahiran Arkana Alfath yang semakin senang dengan kehadiran putranya itu, semakin tidak pernah datang ke kantor, ia selalu bekerja dari rumah, karena ia tidak ingin melewatkan sedikitpun waktu dengan putra sematawayangnya itu.


Hari ini adalah tepat 40 hari usia Arkana, Alfath dan Nisa sudah mempersiapkan acara Aqeqah untuk putranya itu. Dibantu oleh Umma dan Umi yang masih berada di Surabaya, sementara Papa yang kemarin-kemarin sempat pulang ke Inggris kini kembali ke Surabaya untuk cucu pertamanya itu. Begitu juga dengan keluarga Nisa semua berkumpul untuk menengok dan berkumpul di acara aqeqah Arkana.


Acara itu hanya mengundang keluarga, anak-anak panti asuhan milik Alfath, dan kerabat dekat Alfath di kantor saja.


Semua hadir dengan begitu antusias memberi selamat pada Nisa dan Alfath, juga kado untuk Baby Arkana.


Ditengah-tengah acara, Alfath dan Nisa yang duduk berdekatan sembari menggendong putranya itu, sedikit berbincang-bincang


"Mas.. Alhamdulillah banget yaaa banyak yang sayang sama Arkana.." ucap Nisa ketika melihat banyaknya orang yang hadir untuk mendoakan Arkana

__ADS_1


"Iya sayang, Alhamdulillah.." jawab Alfath sembari mengelus pipi Baby Arkana dengan lembut


"Jagoan ayah ini pasti bisa naklukin dunia untuk terus beribadah untuk akhirat, ya sayang..." ucap Alfath dengan terus menatap wajah anaknya itu


"Aaammmiinnn Ayah, insya Allah" jawab Nisa seolah-olah Baby Arkana menjawab


Baby Arkana berwajah mirip sekali dengan Alfath, hidung mancung, bibir tipis, rambut hitam, dengan kulit bule seperti Kakeknya yaitu Papanya Alfath.


Acara telah selesai, tinggal keluarga inti saja yang masih berada dirumah Nisa dan Alfath. Ada yang masih menikmati hidangan makanan, sementara anak-anak sedang bermain lari-larian di halaman belakang rumah, dan sebagian lagi sedang berbincang-bincang dengan Nisa, Alfath juga Orangtua mereka.


"Arkana mirip banget Alfath yaaa.." ucap Umma dengan terus menatap cucunya itu


"Iya nih gak tau, kamu diperut Ibu naaak selama 9 bulan, Ibu yang bawa kemana-mana tapi pas keluar mirip Ibunya mana naaak?" ucap Nisa sembari tertawa kecil


Semua tertawa mendengar ucapan Nisa itu.


"Weeesss jangan salah, Arkana kan fotocopyannya ayah yaa naaak.." ucap Alfath menimpali ucapan istrinya itu lagi-lagi dengan candaan


"Haha iya bener banget. Kakek harap kamu sehat terus yaaa cucuku Arkana, jadi anak Sholeh, berbakti pada orangtua juga agama.." ucap Aba dengan penuh harap menatap Arkana


Semua mengaminkan ucapan Aba itu, karena semua punya tujuan yang sama dengan ucapan Aba itu.

__ADS_1


Acara Aqeqah sudah selesai, semua keluarga sudah kembali pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan kedua orangtua Nisa, dan kedua orangtua Alfath, sudah kembali pulang ke Inggris.


Rumah Alfath dan Nisa kembali sepi, tapi bertambah dengan adanya Arkana tidak terlalu sepi, karena selalu terdengar suara tangisan bayi dan menjadi tidak hening.


Pagi kembali menyapa, matahari sudah terbit menyinari sinar pagi ke halaman rumah Alfath dan Nisa. Nisa yang sudah memandikan baby Arkana langsung menjemur anaknya itu dibawah sinar matahari pagi. Diikuti oleh Alfath.


"Bayi bisa naik pesawat diatas usia 40 hari loh sayang..." ucap Alfath tiba-tiba


"Oya? emangnya kenapa? Mas ingin membawa Arkana ke Inggris?" jawab Nisa langsung menebak maksud dari ucapan suaminya itu


"Iya sayang.. Aku rindu sekali pulang.." jawab Alfath dengan wajah tiba-tiba ditekuk


"Iya Mas, nanti kita pulang yaaa.. Aku ngerti sudah lama sekali kamu tidak menginjakan kaki disana" jawab Nisa mengerti


"Kita konsultasi dulu ke dokter soal kesehatan Arkananya." lanjut Nisa sembari terus fokus menjemur putranya itu


"Iya sayang.. Makasih ya pengertiannya.." jawab Alfath


Nisa hanya tersenyum sembari mengangguk.


"Aku juga ingin anak ku tau tempat kelahiran Ayah nya hehe" ucap Alfath sembari tertawa kecil lalu menghampiri baby Arkana dalam gendongan Nisa itu

__ADS_1


__ADS_2