
Nisa dengan gembira menceritakan semuanya, tentang seisi rumahnya, dan tentang ia yang mendapat perlakuan sangat baik dari suaminya itu.
"Rumah ini lumayan cukup besar mbaaak" ucap Nisa menceritakan rumahnya itu
"oh yaaa? coba coba lihat" jawab Salma yang begitu penasaran
Nisa membalikan kameranya dan menyorot seluruh isi rumahnya.
"Ada kolam renangnya juga loh mbak" ucap Nisa lagi-lagi sembari berjalan kehalaman belakang
"ini tempat favorit kami, kami selalu bersantai disini" tambah Nisa memberitahu
"waaah enak ya, adem sepertinya disitu" jawab Salma
"iya Mbak disini sangat adem. terus itu ada musholanya juga. Kami selalu sholat berjama'ah dirumah, tapi berasa dimasjid" Jelas Nisa sembari menunjuk mushola yang berada dekat dengan kolam renang
"waaah hebat yaaa" jawab Salma dengan kagum
"iya mbak, Nisa juga gak nyangka ada Mushola sebagus ini dirumah mewah" jawab Nisa
"oh iya Mbak, kan mas Farhan selalu tugas luar kota, kalau tugas di Surabaya mbak ikut yaaa dengan mas Farhan, nanti menginap disini" tambah Nisa begitu semangat
"iya Nis, kalau bayi mbak sudah kuat pasti kesana. Tidak usah nunggu tugas mas Farhan di Surabaya, nanti sengaja saja kesana mengunjungi mu" jawab Salma
Jawaban Salma membuat Nisa semakin bersemangat.
"oh iya Mbak, Nisa juga pengen ngajak Umma dan Aba untuk kesini deh rasanya" ucap Nisa lagi
"pasti Umma dan Aba juga mengunjungi mu" jawab Salma meyakinkan
__ADS_1
Percakapan video call itu telah berakhir, karena anak bayi Salma menangis.
Nisa lalu lanjut bersantai dihalaman belakang itu, sampai-sampai ia tertidur dikursi santai itu. Tak terasa waktu sudah jam 10.06, Nisa terbangun dan langsung masuk kedalam mushola itu untuk melaksanakan sholat dhuha.
Nisa juga menyempatkan diri untuk membaca Al-qur'an, meski seorang diri Nisa tetep khusyu dan sangat menikmati.
Setelah beberapa lama, Nisa mendapati ponselnya berbunyi. Ia bergegas keluar dari mushola karena Alfath menghubunginya.
"Assalamu'alaikum mas" ucap Nisa terlebih dahulu
"walaikumsalam, sayang kamu dari mana saja? abis ngapain?" jawab Alfath dengan cepat dan sangat khawatir
"habis sholat dhuha mas, terus ngaji dulu" jawab Nisa dengan lembut
"oh pantas saja, aku dari tadi mengirimi mu pesan tapi tak ada balasan" ucap Alfath menjelaskan
"ya allah maaf mas. Aku tadi merasa bosan, makanya aku menghabiskan waktu di mushola" jelas Nisa menjelaskan semuanya
"sepertinya tidak sayang, soalnya mas mau mengunjungi dulu proyek pembangunan, supaya bisa cepat pulang gitu hehe" jawab Alfath sembari tertawa kecil
"ya sudah kalau begitu. Mas hati-hati yaaa, cepat pulang, aku rindu" jawab Nisa sembari memanyunkan bibirnya
"iya sayang, aku juga sangat rindu. Kamu jangan telat makan siangnya yaaa" ucap Alfath manja
"Jangan lupa belikan tespek ya mas" ucap Nisa mengingatkan
Setelah itu Alfath mematikan sambungan teleponnya dengan Nisa, dan bergegas untuk mengunjungi Pembangunan Masjid yang Alfath bangun disebuah desa terpencil yang jauh dari keramaian kota.
Nisa lalu memasak makanan untuknya makan siang, ia hanya memasak sedikit untuk porsinya sendiri.
__ADS_1
Alfath yang telah sampai di desa bernama desa sukamulya ditemani dengan Rio sang asistennya, langsung meninjau pembangunannya sudah sejauh mana.
Alfath juga bertemu dengan Pak Yahya yang bertugas sebagai DKM di Masjid itu.
"oh iya Pak, bagaimana hari ini pembangunannya?" tanya Alfath pada pak Yahya
"sudah Alhamdulillah, Pak Alfath. Hampir selesai" jawab Pak Yahya
"oh iya Pak, begini.." lanjut pak Yahya
"begini bagaimana pak?" tanya Alfath bertanya-tanya mengapa Pak Yahya terdiam
"rencananya kami akan membuat 2 toilet, untuk pria dan wanita, yang masing-masing disebelah tempat wudhunya" jelas Pak Yahya melanjutkan
"iya bagus seperti itu pak" jawab Alfath
"iya Pak, kami kekurangan tempat untuk penampungan airnya satu lagi" ucap Pak Yahya
"oh iya Pak, saya akan minta tolong pada asisten saya ini untuk melengkapi yang kurangnya. Saya ingin segera beres sebelum ramadhan sekarang" Jelas Alfath panjang lebar
Alfath lalu mengelilingi seluruh bagian Masjid itu, dan diperhatikan setiap sudutnya. Setelah muter-muter Alfath disuguhi makan siang oleh beberapa warga lokal disitu, karena mereka semua begitu menyanjung Alfath yang banyak membantu warga setempat.
Setelah makan, Alfath dan Rio memutuskan untuk langsung pulang.
Alfath berhenti dulu di sebuah apotik untuk membeli beberapa macam tespek, lalu mengantar Rio kekantor, lalu Alfath mengendarai mobilnya sendiri dan melajukan mobilnya itu kejalan pulang.
-----------------------------
Buat kakak-kakak pembaca jangan lupa ya untuk vote, like dan komentnya. Bisa langsung diklike ya untuk votenya biar author makin semangat updatenya hehe
__ADS_1
Karena bakal ada next novel yang ceritanya gak kalah seru, akan di post setelah Novel ini makanya jangan lupa di vote ya kakak-kakak 😉